Beri kehidupan jangan lupa ya ⭐
.
.
Hujan turun. Aku duduk di sofa, menonton TV.
Di tengah-tengah acara, iklan Pile It Up menarik perhatianku-
"Pernahkah Anda merasakan perhatian mereka saat Anda tidak menduganya?"
"Apakah mereka mengungkapkan sisi unik diri mereka hanya kepada Anda?"
"Temukan kembali sensasi momen bersama dengan Pile It Up: First Love!"
'Aku ingat bermain Pile It Up dengan Sylus ketika hubungan kami mulai membaik. Saat hari sedang hujan seperti ini...'
"Untuk lebih jelasnya, aku di sini hanya karena penerbanganku dibatalkan dan tidak ada hotel yang tersedia." Ujarku pada Sylus
"Tentu saja, Sayang. Kamu selalu punya alasan." Jawabnya
"Itu alasan yang bagus! Lagipula, bukankah kamu juga terjebak di Goldwood City karena badai? Ini bukan salah satu tempat tinggalmu yang lain, kan?"
"Apakah kamu perlu bertanya?"
Sambil menahan ucapan 'gagak pintar yang punya tiga sarang,' aku mengamati ruangan. Pandanganku tertuju pada kursi roda di dekat dinding.
"Mengapa ada kursi roda?"
"Seorang kenalan mengiraku mungkin membutuhkannya jika aku terluka dan merasa sulit berjalan."
"Jadi... pernahkah kamu mengalami masa di mana kamu tidak bisa bergerak karena cedera?"
Aku tidak tahu mengapa, tetapi aku berharap Sylus akan menggelengkan kepalanya dan berkata hal itu tidak pernah terjadi.
Sebaliknya, dia menyilangkan lengannya, senyum santai tersungging di bibirnya, dan menatapku dengan tatapan yang berkata, Bagaimana menurutmu? Aku tak dapat menahan napas lega.
"Ternyata, mereka adalah orang yang tahu cara untuk tetap menjadi yang terdepan."
"Seorang pria tua yang sangat teliti. Aku yakin dia sedang menikmati masa pensiunnya sekarang."
'Oh, hotel terdekat punya kamar yang tersedia. Haruskah aku pergi ke hotel atau... menginap di tempat Sylus?'
Bingung, aku melirik Sylus yang sedang bersantai di sofa. Dia memberi isyarat dengan acuh tak acuh.
"Kalau kamu tidak mau tinggal, pintunya ada di sana. Semoga harimu menyenangkan."
"Aku bahkan belum mengatakan apa pun, dan kau sudah menunjukkan jalan keluar."
Melihat hujan yang tak henti-hentinya, aku berjalan mendekati Sylus.
"Baiklah, aku pergi dulu. Tapi aku butuh payung."
"Sayang sekali. Tidak ada yang seperti itu di sini."
(Alah masaaa 😌😌)
"Masa? Bagaimana dengan yang hitam di rak dekat pintu?" Tunjukku pada payung disana
"Bukan, itu adalah senjata berbentuk payung."
"...Sylus, kata-katamu mengatakan satu hal, tetapi tindakanmu mengatakan hal lain. Jelas kau tidak ingin aku pergi."
"Baiklah, kau bisa bersantai di sini karena kau sudah menemukan jalan keluarnya. Saat hujan berhenti, aku akan mengantarmu kembali ke Linkon."
'Kenapa dia tidak bisa bilang saja kalau dia ingin aku tinggal? Orang ini...'
KAMU SEDANG MEMBACA
Sylus's Moments
RomanceKumpulan-kumpulan moment dengan Sylus! Sumber love and deep space (game dating). Terjemahan pribadi. Naikin affinity dan update buat dapet moment2nya. MC: Natalie Gabriel
