Warning angst!!!
.
.
Pada malam pertengahan musim panas yang basah oleh embun itu, waktu seakan membeku di tempatnya.
Setiap pikiran tentang masa depan tetap manis dan ringan.
Setelah menyerahkan separuh jiwaku, pedang besar itu tak pernah muncul lagi. Mungkin aku kehilangan kekuatannya
Untuk menggunakannya, tidak lagi mampu membunuh naga itu. Apakah ini berarti kutukan naga telah dipatahkan? Yang bisa kulakukan hanyalah melihat ke arah Kota Tarus.
Namun seiring berjalannya waktu, separuh jiwa naga dalam diriku terbakar lebih dahsyat, hasrat membara seperti hasratnya yang membakar pikiranku.
Dengan terus bergantinya hari dan malam, aku mulai lupa siapa diriku.
Terkadang, aku adalah naga yang bersembunyi sendirian di kapel hitam. Di waktu lain, aku adalah manusia yang menunggu penghakiman di pelataran Sanctuary.
Ketika aku tersadar suatu ketika, aku menemukan diriku menggigit leher seorang prajurit yang menjagaku.
Halaman semakin sepi dari hari ke hari, mungkin karena semakin sedikit orang yang tersisa di Kota Gading.
Planet ini sedang mengalami kemunduran yang cepat. Sebelum pergi, prajurit terakhir memberi tahuku bahwa naga itu telah lepas dari belenggu mereka. Dia sudah benar-benar gila dan hampir menghancurkan setiap kota.
Kiamat dunia akan segera tiba. Sebentar lagi, planet yang hancur ini hanya akan memiliki naga yang mengamuk. Aku belum melihat Sylus sampai-
Penghakiman Kiamat telah tiba. Mereka membawaku ke Pengadilan Tertinggi Justitia di Philos.
Pengadilan Justitia tergantung tinggi di langit. Di bawah awan merah yang berputar-putar, beberapa Arbiterwings yang melambangkan pembalasan ilahi tetap diam saat mereka berputar di atas.
Di tengah barisan Legiun Justitia, Sang Hakim Suci, mengenakan jubah megah, berdiri di panggung yang menjulang tinggi seperti patung tak bernyawa.
Sebuah suara kuno bergema di seluruh planet, menguraikan kejahatan yang telah dilakukan naga dan aku terhadap dunia, alasan mengapa eksekusi besar ini diadakan sejak awal.
"Kejahatan pertama: menyembah kejahatan dan keinginan, tidak menunjukkan pertobatan, membiarkan hati jatuh ke dalam kerusakan...
Kejahatan kedua: bersekutu dengan Iblis dan menanggung tandanya, menodai tubuhmu dengan kerusakan...
Kejahatan ketiga: merampok harta benda dan menganut keserakahan yang tak terpuaskan, tindakan yang sarat dengan korupsi..."
Rantai mengikatku di bagian tengah. Selain derak rantai saat aku berjuang, aku tidak mendengar apa pun.
Darah mengalir deras ke kepalaku, amarah yang tak terkendali muncul dalam diriku, bagaikan naga dan ganas.
"Kau bersalah atas kelima belas tuduhan itu, Penyihir. Kau akan dieksekusi sebagai akibatnya. Dan itu akan segera dilakukan."
Dengan teriakan melengking dari Arbiterwings, sambaran petir menyambar jiwaku.
"...!!!"
Berjuang untuk tetap tegak, lututku lemas menahan beban. Namun sebelum aku bisa berdiri lagi, sambaran petir lain menyambar pikiranku dan menghancurkan indraku.
Dengan wajah menempel di lantai yang dingin, aku teringat gambaran naga yang jatuh ke lembah, dadanya tertusuk pedang.
'...Sylus.'
KAMU SEDANG MEMBACA
Sylus's Moments
RomanceKumpulan-kumpulan moment dengan Sylus! Sumber love and deep space (game dating). Terjemahan pribadi. Naikin affinity dan update buat dapet moment2nya. MC: Natalie Gabriel
