Harta Karun Sylus yang Paling Berharga
.
.
Banyak permata berwarna indah dan perhiasan berharga berserakan di atas karpet yang lembut dan tebal.
Sylus dan aku telah duduk di sini sepanjang sore.
Setiap kali dia bercerita tentang salah satu harta karunnya, Mephisto dengan bangga mengambilnya untuk menunjukkannya kepadaku.
"Bagaimana dengan permata ini?" Tanyaku
"Aku tidak ingat. Mungkin aku mendapatkannya saat aku menaklukkan planet tertentu."
"Apakah ini semacam lelucon tentang luar angkasa? Mungkin ini pintar, tetapi tidak terlalu lucu."
"Sepertinya aku perlu mencari waktu untuk menambah koleksiku. Jika tidak, aku tidak akan punya cerita untuk diceritakan lain kali saat kau ingin melihat harta karunku."
"Tapi, ada banyak sekali. Apa kamu punya yang paling kamu suka?"
Jari-jari panjang Sylus meluncur di atas harta karunnya.
"Aku suka semuanya."
"Oh, ayolah... Dari semua ini, bukankah ada satu yang menonjol sebagai yang paling berharga?"
"Harta karunku yang paling berharga, ya..."
Dia mengangkat pandangannya bertemu dengan pandanganku, tampak sedang mempertimbangkannya, tetapi dia tidak memberiku jawaban langsung.
Lalu suara notifikasi mencuri perhatian kami.
"Hah? Itu pemberitahuan dari akun resmi Fun in Linkon."
"Oh, aku hampir lupa ada pertunjukan cahaya malam ini untuk penutup Touring In Love."
Dia menunjukkan ponselnya yang berisi pratinjau pertunjukan cahaya malam ini.
"...Mengapa kamu malah mengikutinya?" Tanyaku yang melihat Sylus mem 'follow' akun tersebut.
"Hanya mengerjakan sedikit pekerjaan rumah." Jawabnya santai
"...?"
Sylus dan aku tiba di Azure Square pada malam hari.
Acara Touring In Love sendiri sangat meriah dan mengesankan. Pertunjukan cahaya malam ini akan menjadi penutupnya.
Saat ini cuaca sedang dingin dan berangin. Sylus membeli secangkir cokelat panas dari warung pinggir jalan dan memberikannya kepadaku.
"..Di Sini."
"Terima kasih-"
Aku mendongak dan membeku setelah mengucapkan satu kata.
Awan kabut dari nafas kami mengaburkan fitur-fitur tajamnya, dan matanya di balik 'cadar' sebening dan seindah batu permata.
Pada saat itulah aku tiba-tiba ingat dia belum menjawab pertanyaanku sebelumnya.
Apakah harta karunnya yang paling berharga?
"Apakah cuaca dingin membuatmu tercengang?" Tanyanya
Jauh dan jelas, suaranya terdengar menembus awan berkabut. Aku segera mengalihkan pandangan dan menyesap cokelat panasku.
"Berikan aku tanganmu."
"Aku hanya minum satu teguk. Sekarang kau bilang aku tidak bisa meminumnya lagi?" Ujarku memprotes
"..." Tapi Sylus membalasnya dengan tersenyum simpul.
Dia memegang tanganku dan meletakkan sebuah botol yang cantik dan halus di dalamnya.
Bentuknya seperti Botol Gema dari Pohon Kenangan. Namun, botol ini sangat indah sehingga saya tidak bisa tidak mengaguminya.
"Apakah kamu... membuat ini?"
"Aku punya waktu luang beberapa hari terakhir ini. Jadi, aku membuatnya untuk bersenang-senang."
"Kalau begitu, saat aku melihatmu di sini malam itu, kamu..." Aku teringat pada momen dimana bertemu Sylus disini
"Yang benar saja, kitten? Kau benar-benar mengira aku datang untuk jalan-jalan?"
(*Ini di story event chapter 1 sebelumnya ya)
Sambil memegang Botol Echo yang dibuatnya untukku, aku merasa seperti ada tangan tak terlihat yang mendekap hatiku.
"Yah... Kamu... sangat licik." Kataku
"Apakah kamu menyukainya? Jika tidak suka..."
Dia mengulurkan tangannya.
"Serius? Bagaimana kamu bisa mengambil kembali sesuatu yang sudah kamu berikan?"
Aku menahan senyum dan meraih tangan Sylus yang terulur. Sambil berjinjit, aku menempelkan botol dingin itu ke wajahnya.
"Apakah kamu tidak menyukainya?" Tanyanya lagi
"Aku tidak mengatakan itu." Balasku
"Lalu katakan kamu menyukainya."
(*Dia ini tipe yang pengen banget validasi dari doi yaa.. 😫)
Dengan Sylus memegang tanganku dari belakang, kami menggantung Botol Gema yang dibuatnya di dahan bersama-sama.
"Indah sekali. Tapi mengapa hanya ada satu catatan kenangan?" Tanyaku
"Jika aku masukkan semuanya, botolnya tidak akan cukup besar."
Sylus menunjuk pada ukuran botol itu.
"Kalau begitu, lebih baik simpan saja di sini."
Aku menyodok dahinya pelan. Namun, sebelum aku bisa menarik tanganku kembali, Sylus mengambilnya. Ia menempelkannya ke dadanya.
"Aku lebih suka menyimpannya di sini." Ujarnya
Detak jantung yang stabil di telapak tanganku adalah bukti terbesar dari waktu yang telah kita lalui bersama. Aku menatap mata Sylus lagi.
"Sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu. Tidakkah kamu akan bertanya kepadaku tentang jawabanku terhadap pertanyaanmu sore ini?"
Yang Sylus maksudkan itu pasti pertanyaanku tentang harta karun berharganya.
"Tidak. Sekalipun kau tak memberitahuku, aku tahu." Jawabku
"Kamu orang yang pintar."
"Karena seseorang bahkan tidak berusaha menyembunyikannya. Dia menunjukkan isi hatinya."
Musik di alun-alun tiba-tiba menjadi lebih bersemangat. Penonton bersorak saat pertunjukan cahaya dimulai.
Di tengah cahaya yang menyilaukan, kami kembali ke area tontonan. Kami menatap Pohon Kenangan yang berkilauan dan Botol Gema yang penuh kenangan.
Saat angin bertiup, tanda-tanda cinta yang tak terhitung jumlahnya berputar di dalam botol, berdering lembut seperti lonceng.
Jika kenangan satu orang tidak cukup, biarkan dua hati bertemu dan saling terkait. Kenangan mereka akan menyatu dan saling tumpang tindih, lagi dan lagi.
Mereka akan terus menyatu hingga menjadi satu yang tak terpisahkan dan selamanya.
"Sylus, aku sangat menikmati liburan ini."
"Apakah kamu cukup menyukainya sehingga kamu ingin mempertahankannya selamanya?"
"Akankah itu?"
"Daripada terlalu cepat membuat janji, lebih baik aku serahkan masa depan pada diri kita sendiri di masa mendatang."
"Lalu, sekitar waktu ini tahun depan, apakah kamu ingin bersamaku lagi?" Tanyaku
Sylus perlahan menemukan tanganku.
Dia menyelipkan jarinya di antara jariku, pas sekali saat dia berpegangan erat.
"Ya. Aku bersedia." Jawabnya lirih
.
.
Di story ini jadi inget kalimat dia, "there is no love purer than mine" katanya 🫶🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Sylus's Moments
RomantiekKumpulan-kumpulan moment dengan Sylus! Sumber love and deep space (game dating). Terjemahan pribadi. Naikin affinity dan update buat dapet moment2nya. MC: Natalie Gabriel
