Di minggu pagi ini, untungnya Chenle bisa bangun dengan keadaan yang kembali normal. Saat ini keduanya sedang bersantai di ruang tengah seperti biasa, sarapan pun sudah mereka tuntaskan, keduanya juga sudah merasa lebih segar setelah membersihkan diri tadi.
Posisinya seperti biasa, Chenle bersandar nyaman di bahu lebar milik sang suami yang juga merangkulnya dari samping. Kali ini film 'The Lion King 2019' yang menjadi pilihan si manis untuk ditonton bersama pria jangkung kesayangannya.
Film itu sudah berulang kali ditonton karena Chenle sangat menyukainya, tapi tak ada kata bosan bagi keduanya terutama karena Jisung yang memang selalu menuruti mau kesayangannya. Walaupun sebelumnya diawali pertanyaan "Sayang kamu ga bosen? Mau nonton ini lagi?" dari mulut yang lebih tua.
Tentunya juga terdengar jawaban dari si manis. "Ga bosen, ceritanya bagus aku suka! Terus Simba kecil tuh imut banget tau jadi pengin pelihara singa deh.. mau ga mas?" Aduh, ada - ada saja calon baba yang satu ini.
"Astaga, udah ayo nonton aja ya. Gausah mikirin pelihara singa, yang ada nanti kamu diterkam." Ucapnya dengan tangan yang memperagakan cakar singa, buat kecilnya sedikit menjauh lalu tertawa diikuti yang lebih tua. Berakhir dengan Jisung yang kembali mengiyakan kemauan si manis.
Saat ini pukul sembilan lebih dua belas menit, acara menonton pasangan ini juga hampir selesai. Di tengah keheningan, tiba-tiba yang lebih muda berucap.
"Perut aku makin besar ya.." Cicitnya saat melihat telapak tangan sang suami yang tidak berhenti bergerak lembut di atas perutnya.
"Iya jadi mbul gini, gemes." Jisung menjawab dengan kekehan kecil, tapi tanpa ia sadari ternyata jawabannya membuat si manis terdiam.
"Kalau aku nanti jadi gendut banget gimana? Badannya bulet mukanya juga bulet, kamu masih mau sama aku?" Chenle tau betul jika ia menyuarakan hal tak berdasar seperti ini akan membuat suaminya marah, tapi memang pemikiran inilah yang berada di kepalanya belakangan ini, apalagi saat menyadari banyaknya perubahan di tubuhnya. Apakah Jisung akan bisa menerima berbagai perubahan pada tubuhnya atau tidak, apakah dirinya masih pantas bersanding dengan seorang Park Jisung atau tidak, apakah ke depannya ia akan lebih banyak menyusahkan Jisung atau tidak, apakah nanti–
"Hm? Kok jelek banget ngomongnya sayang, jangan gitu ah aku ga suka." Sanggahnya, ia sangat tidak suka jika kesayangannya mulai berbicara tak karuan seperti ini. Jisung sampai enggan menatap Chenlenya, mengabaikan sang empu yang sedari tadi mendongak menatapnya.
"Ya liat dulu ini akunya." Tangan mungilnya meraih rahang sang suami agar menghadap ke arahnya.
"Apa?" Tanyanya bingung, Jisung sudah mengamati kesayangannya seperti yang diminta si empu, tapi tetap ia tidak menemukan perubahan fisik yang berarti pada tubuh Chenlenya. Chenle tetap Chenle, tetap menjadi satu - satunya yang terkasih baginya. Kecuali jika perubahan itu ada pada sikap si manis, mungkin Jisung akan lebih khawatir tentang itu.
"Ini loh tangan aku jadi berisi banget, pipi aku tambah chubby!" Rengeknya pada yang lebih tua dengan menunjukkan pergelangan tangannya.
"Apaan sih, kurus gini kok, makan yang banyak dong sayangku. Mau aku ambilin cemilan ga buat nemenin kamu nonton?" Ucapnya mengalihkan, berusaha tetap lembut menghadapi yang lebih muda. Tangannya bergerak mengusap pergelangan tangan si manis yang masih terjulur.
"Ih nanti aku makin cepet gendut kalau makan banyak sama ngemil terus!" Rengeknya menjawab tawaran sang suami.
"Gapapa lah, memangnya kenapa sih, sayang? Yang penting kan kamu sama baby sehat." Jisung masih berusaha meredakan rasa insecure yang dialami si manis saat ini.
"Tapi aku udah beda dari yang dulu." Park Chenle, salah satu manusia yang keras kepala dan tak mau kalah.
"Makin ngaco ya kamu, aku ga suka kamu kaya gitu." Sungguh, saat ini Jisung merasakan amarah yang cukup meningkat dalam dirinya setelah mendengar ucapan Chenle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Youth || jichen
Fanfiction"Ji-" "Sayang, you're enough for me." !js top !cl bot cw // bxb, mpreg, marriage life, ageswitch tw // childhood trauma homophobic DO NOT INTERACT, this is not your place.
