18.

1.3K 80 23
                                        

Pagi  itu Rinz dan Sutsujin bangun dengan suasana hati yang jauh lebih baik. Setelah malam penuh kehangatan dan deep talk, hubungan mereka terasa lebih kuat. Dan seperti biasanya, Rinz nggak bisa menahan diri buat menggoda Sutsujin.

Di dapur, Rinz berdiri dengan rambut masih acak-acakan, tapi senyumnya lebar. Ia melihat Sutsujin yang lagi menuangkan susu ke mangkuk sereal.

"Wah, pacarku rajin banget pagi-pagi. Mau bikin sarapan buat aku, ya?" goda Rinz sambil menyandarkan diri di meja.

Sutsujin cuma melirik sekilas, lalu menyerahkan mangkuk serealnya. "Nih, makan aja. Aku tahu kamu bakal bilang laper juga."

Rinz tertawa kecil dan mengambil mangkuk itu. "Kamu tuh ya, perhatian banget. Pasti karena aku pacar kesayangan kamu, kan?"

Sutsujin menghela napas sambil tersenyum kecil. "Siapa lagi yang bisa aku sayang selain kamu? jangan ga jelas deh rin."

Rinz langsung mendekat dan menatap Sutsujin dengan senyum nakal. "Aku kok ngerasa kurang ya. Coba bilang aku ganteng dulu, biar semangat makannya."

Sutsujin menggeleng sambil mencoba menahan tawa. Tapi, akhirnya ia menyerah. "Kamu ganteng sayangg,  Gantengg banget. Sekarang makan, jangan drama."

"Nah, gitu dong," kata Rinz puas sambil mulai makan. Tapi nggak lama, ia melirik Sutsujin yang duduk di depannya, tatapannya penuh cinta.

"Ko, aku bahagia banget sama kamu, tahu gak?" ucapnya tiba-tiba.

Sutsujin yang lagi minum susu berhenti sejenak, menatap Rinz dengan ekspresi bingung tapi tersenyum. "Aku juga bahagia, Rin. Cuma kadang capek juga, sih, kalau kamu terlalu manja."

"Gitu gitu kamu suka, kan? Ngaku aja," balas Rinz cepat.

Sutsujin cuma tertawa pelan, lalu mendekat dan mencubit pelan pipi Rinz. "Iya, suka banget. Kamu itu nyebelin, tapi aku nggak bisa nggak sayang."

"Dengar tuh, satu dunia," kata Rinz sambil pura-pura bicara ke udara. "Baby ujin sayang banget sama aku!"

Sutsujin hanya tersenyum lebar karena ulah pacar nya yang bucin itu. "Apasih rin, jangan ga jelas deh."

Sepanjang pagi itu, mereka terus saling menggoda. Dari rebutan remote TV sampai saling melempar bantal di ruang tamu. Meski sederhana, momen seperti ini adalah hal yang bikin mereka makin cinta setiap harinya.

---



Rinz dan Sutsujin duduk bersebelahan di sofa, menikmati suasana tenang sambil menonton acara televisi yang menampilkan konser musik tahun baru. Sutsujin tampak tenang dengan tangan yang terlipat di pangkuannya, sementara Rinz bersandar sedikit ke belakang, sesekali melirik pacarnya dengan senyum kecil. Hawa hangat di ruang tamu membuat segalanya terasa nyaman, seolah dunia di luar tak penting.

Namun, di tengah keheningan itu, suara notifikasi ponsel Rinz memecah suasana. Ia meraih ponselnya dari meja, mendapati pesan dari Skylar yang mengajaknya tahun baruan di rumah. Rinz menghela napas pelan, lalu menoleh pada Sutsujin, ia ragu untuk membahasnya.

 Rinz menghela napas pelan, lalu menoleh pada Sutsujin, ia ragu untuk membahasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bercanda || Rinz SutsujinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang