Sayangnya yang diharapkan Jeongguk gagal. Taehyung selalu memakai kontrasepsi tidak memungkinkan untuk nya hamil. Ini adalah pencegahan yang ia lakukan dengan kesengajaan. Ia tahu Jeongguk menempatkan mata mata disamping nya. Dan mulai dari sana Taehyung mempermainkannya.
Ingat, Taehyung masihlah remaja yang suka dengan kebebasan. Sejak menikah ia mengesampingkan keinginan dan kebiasaan nya. Hanya fokus untuk membesarkan anak anak dan juga merawat suaminya. Tapi mulai saat ini, Taehyung tidak akan menahan nya lagi.
Ugal ugalan dijalanan dan berkumpul dengan teman-teman nya dulu sewaktu sekolah membuat Taehyung semakin menjadi-jadi. Seolah lupa dengan kewajibannya ia tetaplah seorang ibu untuk anaknya.
"Oh benar dimana kunci motornya" cari Taehyung.
Drttttt
Drtttttt
Drtttttttt
Taehyung menatap ponselnya, pesan itu lagi Taehyung memblokir kontak pengirim dan beranjak ke garasi. Hari ini ada balapan motor dan bagi siapa yang menang ia akan mendapatkan hadiah besar.
Bagi Taehyung hadiah bukan lah tujuan nya, saat ini yang ia inginkan adalah menikmati hari hari bersama dengan teman teman nya sampai waktu itu tiba.
Jimin, Minggu, dan yang lainnya menunggu Taehyung. Sampai di markas mereka Taehyung memulai balapannya.
Oh iya Jimin dan Suga sudah menikah, tentu saja saat ini suaminya tidak tahu jika Jimin ikut balapan. Lagi pula keduanya juga sedang terlibat percekcokan. Bagaimana dengan mingyu ia masihlah jomblo abadi. Lebih tepatnya di jomlo kan semenjak cinta nya bertepuk sebelah tangan dengan teman masa kecilnya.
"Sial, siapa yang menelpon" ucap Taehyung.
Saat mengangkat telpon wajah Taehyung berubah perlahan lahan ia menjauh ke arah yang berlawanan.
"Nee. Eomma. Apa terjadi sesuatu"
Tanya Taehyung.
"Kamu dimana Tae?, jeihan merindukanmu. Kapan kamu akan menjemput mereka berdua" tanya eomma diujung telepon.
Disudut hatinya ia sedih, hampir saja ia melupakan anak anaknya. Dengan nada lembut Taehyung berucap.
"Eomma, besok aku akan menjemput mereka"
"Baiklah kalau begitu, tapi jika itu masih mengganggu pekerjaan mu biarkan mereka bersama eomma dulu nee" jelas eomma.
"Tidak apa-apa eomma, besok siang aku akan menjemput mereka" ujarnya.
"Baiklah, jangan tidur larut malam dan eomma menyayangimu Tae"
"Nee, eomma. Aku juga menyayangimu " balas Taehyung sambil menutup teleponnya.
"Tae, siapa yang menelepon" tanya Jimin.
"Tidak ada, eomma menyuruhku untuk menjemput anak anak. ayo kita lanjutkan" jawab Taehyung.
"Kajjja... Tenang saja besok kita akan berangkat menjemput mereka. Aku juga merindukan mereka berdua " ucap Jimin sambil tersenyum.
Bukan tak paham dengan kehidupan Taehyung, Jimin sangatlah pengertian padanya. Tapi untuk saat ini biarlah Taehyung menikmati waktunya yang berharga. Melihat Taehyung bersemangat akan hidupnya menghilang kan tekanan batin yang ia rasakan setidaknya membuat Taehyung lupa akan penderitaan yang dialaminya.
Selesai balapan Taehyung langsung langsung pulang ke apartemen yang dimilikinya. Bukan tak mungkin, setelah menikah dengan Jeongguk ia tak memiliki apapun. Jauh sebelum menikah dengan Daddy nya itu. Taehyung diam diam mengumpulkan beberapa aset yang ia dapatkan dari hasil usaha kera kerasnya sendiri semasa lajang.
Hari ini Jeihan lebih tepatnya anak kesayangan Taehyung akan dijemput oleh ibunya. Sebelum kerumah orang tuanya Taehyung membeli beberapa cemilan untuk putra bungsunya. Pukul 12:00 waktu Korea Taehyung sudah tiba dirumah orang tuanya.
Pada saat memasuki rumah ia tanpa sengaja melihat sosok yang tidak ia sukai. Yupss Jeongguk ayah Jeihan sedang berbicara dengan orang tuanya Taehyung. Taehyung sangat membenci dan tidak menyukai hal itu. Namun didepan anak anak ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah tidak sukanya.
"Baby?" Panggil Jeongguk.
Mendengar panggilan yang di ucapkan dari bibir pria yang menyelingkuhi ya membuat Taehyung ingin memukulnya. Dengann erat ia menahan kepalannya. Mengabaikan Jeongguk dan langsung menghampiri anak-anaknya.
"Sayanggg mommy menjemput kalian!" Ucap Taehyung sepenuhnya mengabaikan kehadiran Jeongguk.
Orang tua Taehyung paham, saat ini ia tidak menyukai kehadiran Jeongguk dirumah ini. Seokjin mengajak Jeongguk bicara mengalihkan perhatian nya pada Taehyung. Jujur disudut hatinya Jeongguk benar benar ingin bergabung dengan mereka.
"Mommy.. kenapa lama sekali menjemput kita" tanya Jeihan.
" Oh.. ayolah boy mommy kalian ini berkerja, jadi maklumi mommy yah" jelas Taehyung.
"Baiklah.. mommy" ucap Jeihan memeluk Taehyung. Ia tahu kondisi mommy nya saat ini.
Diruangan lain, Jeongguk mendengar itu semua. Suami seperti apa dia, istri dan anak anaknya harus mengalami hal ini. Ini salahnya dan ini adalah dosanya. Orang tua Taehyung melihat Jeongguk penuh iba, ia yakin ada alasan mengapa jeongguk melakukan hal itu. Sebenarnya ia juga terluka melihat anak kesayangannya dibuat seperti itu tapi melihat Jeongguk ia merasa iba dan kasihan.
"Daddy ayo kesini" ucap anak paling kecil.
Jeongguk ingin menghampiri mereka, namun tak sempat Taehyung sudah menarik anak anaknya.
"Sayang.. kenapa mommy mencium bau yang tidak sedap dari tubuhmu... Apa baby mungil sedang pipis?" Tanya Taehyung.
"Nee.. mommy itu sangat bau. Jeihan sudah memintanya untuk mandi tapi tidak mau" jelas Jeihan.
"Bauu.. bauuuu" ucap putra kecilnya.
Taehyung langsung mengangkat tubuh anaknya dan mengarahkannya ke kamar mandi.
"Jeihan ajak nenek makan, mommy mau memandikan adikmu terlebih dahulu. Dan jangan pilih pilih" perintah Taehyung.
"Hemmm... Baiklah mommy" jawab Jeihan dengan enggan.
