"Bi arahkan Jeongguk ke kamarnya" ucap Taehyung saat tiba di rumah nya.
"Baik nyonya" ucap bibi Jang.
"Ke arah sini tuan" ucap bibi Jang.
"Tidak perlu terlalu formal bi" ucap Jeongguk.
Taehyung memasuki kamarnya. Anak anak ia serahkan ke bibi jang. Kondisi Jeihan juga sudah membaik. Setelah selesai membersihkan diri taehyung membaringkan tubuhnya. Ia benar-benar sangat lelah. Beberapa saat Suara dengkuran halus terdengar, tanpa disadari ia tertidur.
Di sisi lain saat ini jeongguk sedang bermain bersama anak-anak nya. Jeongguk tidak bisa tidur, ia ingin menghabiskan waktunya di sini. Ia khawatir apakah besok ia masih bisa seperti ini. Bermain, bernyanyi dan menceritakan banyak hal bersama mereka. Ini bukanlah akhir baginya untuk bersama anak-anak nya. memang benar masih ada hari esok hanya saja hari ini berharga bagi nya. Setiap detik, dan jam nya sangat bermakna.
Lama bermain Jeihan pun mengantuk, melihat anaknya yang mengantuk ia pun segera mengarahkan nya ke ke tempat tidur. Di gendongan nya Jeihan tertidur lelap. Apa ia terlalu bersemangat hari ini, sampai lupa waktu. Anaknya terlihat lelah.
"Bi, arahkan saya ke kamar nya" Ucap jeongguk ke bibi jang.
"Baik tuan" Jawab bibi jang.
Di sini lah ia saat ini, dikamar putranya. Satu hal yang ia pahami bahwa putranya memiliki cita-cita sebagai astronot luar angkasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa saat yang lalu bibi jang sudah pergi. Jeongguk merebahkan tubuh putranya, sangat pulas tak terusik apapun. Dalam diam jeongguk melamun, satu pertanyaan besar menghantui nya. apa perannya di sini?!! Taehyung bahkan tidak membutuhkan nya. Ia berencana untuk tidur bersama Jeihan sesaat setelah mendengar suara taehyung ia pun pergi.
Turun dari tangga ia melihat taehyung yang sedang berkutat di dapur. Jeongguk segera menghampiri taehyung. Taehyung terkejut sejak kapan jeongguk memperhatikan nya.
"Eoh, kamjagiya. Kau membuat ku terkejut saja" Ucap taehyung yang mana tangan satunya sedang memegang gelas berisi air kopi. Hampir mengenai tangannya tapi ia segera menghindari nya.
"Apa kau membutuhkan sesuatu? " Tanya taehyung.
"Aku ingin tidur! " Ucap jeongguk melas. Jujur penampilan jeongguk sangat tidak terawat.
"Tidur saja, bibi jang sudah menunjukkan kamarnya pada mu bukan? " Jawab taehyung.
Jeongguk mengangguk. terus apa masalah nya jika mengantuk silahkan tidur. Apa sesulit itu.
"Aku ingin tidur denganmu! " Jelas jeongguk jujur.
Taehyung melongo mendengar ucapan jeongguk. Segera taehyung menolak, jeongguk kelelahan sampai mengucapkan kata kata aneh itu pikir nya. Ia mengabaikan nya namun jeongguk menarik tubuh taehyung ke dekapan nya. Dekapan itu sangat erat. Taehyung mencoba untuk melepaskan diri tapi gagal.
"Berhenti melakukan hal-hal aneh jeongguk" Tegas taehyung.
Jeongguk mengabaikan ucapan nya, dan semakin mendekat kan wajahnya di wajah taehyung, disamping pundaknya terdengar suara jeongguk menangis lirih. Taehyung membeku. Pelukan jeongguk semakin erat.
"Tae" Ucap jeongguk.
Tangannya menggenggam erat jemari taehyung, seolah-olah takut kehilangan. Jeongguk masih nyaman dengan posisinya sedangkan taehyung mulai kesal.
"Lepaskan!! Jeongguk" Ucap taehyung lagi.
"Maafkan aku, aku mengakui kesalahan ku tae, ku mohon jangan hukum aku dengan siksaan ini. Aku tidak sanggup" Jelas jeongguk dengan menangis dipundak taehyung. Tangannya masih menggengam tangan taehyung dengan erat.
"Aku ingin bersama kalian, kumohon berikan kesempatan lagi padaku. Aku akan menjadi perisai untuk kalian. Bahkan aku akan menyerahkan nyawa ku untuk kalian, apapun itu akan ku lakukan asal kalian mau menerima ku" Sambung jeongguk.
Jeongguk kehilangan keseimbangan akhirnya ia jatuh. Taehyung panik segera berteriak memanggil bibi jang. Panas jeongguk tidak turun turun dari semalam, taehyung menemani nya.
"Baby, maafkan aku" Ucapnya berulangkali. Ia gelisah dan juga takut. Panas dingin membuatnya menggigil. Jeongguk demam tinggi. Taehyung ingin sekali memukulnya namun ia merasa kasihan.
"Bi, biarkan saja dia. Demamnya pasti akan turun"
"Tapi nyonya kenapa AC dihidupkan, bukan kah ini akan membuat tuan jeongguk semakin sakit"
"Apa sebaiknya dimatikan saja bi, suhu tubuhnya saat ini sangat panas aku ingin mendinginkan nya"
"Menurut bibi matikan saja AC nya nyonya dan biarkan udara di luar jendela masuk"
"Bukankah udara di luar sedang dingin bi, takutnya udara yang masuk membunuhnya"
Bibi jang setuju, udara diluar saat ini sedang badai salju.
"Ya sudah bi, atur saja suhu AC sedang jangan sampai itu terlalu dingin"
"Siap nyonya"
Bibi jang pergi mempersiapkan air hangat dan bubur untuk jeongguk. Taehyung berencana untuk pergi dari ruangan itu namun jeongguk bangun dan menarik tubuhnya ke tempat tidur. Deru nafas jeongguk sangat dekat, bahkan panas tubuhnya membuat taehyung seperti akan terbakar.
"Jangan pergi!" Pinta jeongguk.
"Hangat" Ucap jeongguk semakin menyatukan tubuhnya. Rasa dingin yang menjalar membuat jeongguk mengigil hebat.
"Susu baby, aku mau susu" rengek jeongguk sambil mencoel payudara taehyung. Ia seperti anak kecil yang menangis tidak dibelikan mainan. Atau seperti baby mungil yang menangis karena lapar.
(Bayi besar kamu pengen nen loh tae🤭 lagi demam loh itu. Susui tae)
Taehyung segera memukul kepala jeongguk, ia pikir jeongguk sedang berpura-pura bahkan saat sakit pun ia masihlah pria mesum berotot. Kepala jeongguk benjol tapi niatnya tetap teguh ia ingin di susui oleh taehyung.