twenty

536 41 0
                                        

Jeongguk mempercepat hentakan nya. Membuat Taehyung menggelinjang.

"Ouchhh ugh Aku mau keluar junghhkh"

"Bersama taehhhh"

"Aghh"

"Akhhh"

"Lebarkan kaki mu taehhh, Yahh seperti itu sayanghhngg"

Jeongguk berhenti ditengah puncak kenikmatan membuat Taehyung kecewa dan terkejut.

"Ouchhh Apah yangh kamu lakukan aughhhkhh"

"Katakan padaku"

"Oughhh itu semakin panas dan besar didalam sini.. akhhh"

"Akhh Lakukan sesuatu Junghhh"
Taehyung menggerakkan holenya sendiri. Sedangkan Jeongguk menahannya.

"Katakan..Kau akan menetap disini baby"

"Oughhhh Akhhhh sialann, aku tidak kuatt lagiehh"

"Katakan dulu Tae"

"Yahhh. Gukkkihhh"

"Ahhh" Jeongguk mempercepat tusukan nya. Mereka berdiri dan suara keduanya sangat keras.

"Ughhh Terlalu dalam"

"Akhhhhh..."

Taehyung berakhir pipis dan cairan kental keduanya menyatu. Jeongguk kembali melakukan nya lagi. Awalnya di tempat tidur berpindah keseluruhan ruangan. Cairan mereka ada dimana mana.

Terakhir didepan pintu masuk di pagi hari lalu Jeongguk melakukan nya disana dimana pengendara yg lewat akan selalu memperhatikan mereka.

"Hentikanhh Jeongguk hentikan" mohon Taehyung.

"Harus ku apa kan kau Tae. Agar orang lain tau kalau dirimu milikku"

Di halaman depan Jeongguk masih melakukan nya. Saat ini Jeongguk kesulitan mengeluarkan nya. Belum ada sesiapa pun yg lewat. Jeongguk melakukannya didepan Halaman mereka yang terbuka bebas.

"Oughhhh.. sakittt itu muncrat jeongghhh"

"Dadyhhhh Malu"

"Ajkggggg berhenti, Ada orang yang lewat" ucap Taehyung sambil mengigit bibirnya.

"Arggg Biarlah itu bukan urusan mereka taehhh"

Di kursi halaman Jeongguk menghimpit Taehyung. Dan menghentakkannya

"Arggggghhhhhhb" desah jeongguk melepas semua benih benih nya didalam perut Taehyung.

"Bayi.. jadilah bayi" ucap jeongguk.

" Tidak akan ku biarkan Taehyung dimiliki orang lain kecuali orang itu adalah aku" batin Jeongguk.

Cinta adalah tentang keinginan untuk melihat pasangan bahagia, bahkan jika itu berarti membuat pengorbanan. Sedangkan obsesi berakar pada kebutuhan untuk memiliki atau mengontrol pasangan. Obsesi sering kali berfokus pada pemenuhan ego atau keinginan pribadi, bukan kesejahteraan pasangannya.

Perselingkuhan ini dari awal salah nya sendiri, ini murni kesalahpahaman yang timbul dari buah keegoisan nya. Ada garis tipis antara memuji seseorang dan menggoda mereka. Jika Anda sedang menjalin hubungan, Anda tidak bisa main mata atau menggoda orang lain secara online atau offline. Bahkan jika pasangan Anda mungkin tidak pernah mengetahuinya, ini tetap dianggap selingkuh secara non fisik.

Jeongguk tak bisa menentang statement ini. Apa yang dilihat Taehyung saat ia di london adalah benar dan kesalahannya yang seharusnya ia jelaskan dan komunikasi kan dengan Taehyung. Pada akhirnya yang egois disini adalah Jeongguk sendiri. Jeongguk memeluk erat tubuh Taehyung, tak berani melepaskan pelukannya.

Sinar matahari mengenai mata Taehyung membuat matanya terpaksa terbuka. Diatas tempat tidur itu Taehyung pun bangun. Kepala dan seluruh badan nya terasa sakit dan remuk. Berapa lama Jeongguk menggempur nya dan hari apa ini. Disamping nya Jeongguk tertidur pulas Taehyung menatapnya dengan tatapan malas dan juga jijik. Saat beralih ke tempat tidur Jeongguk terbangun.

"Sayang, kamu sudah bangun" ucap Jeongguk.

"Kemari aku akan mengantarmu" ajak Jeongguk. Taehyung langsung menepis tangan Jeongguk dan beranjak ke kamar mandi sendiri. Walau langkah kaki nya tertatih tatih. Jeongguk menelan kekecewaan nya ia merasa Taehyung masih menolak nya.

Setelah selesai mandi Taehyung melihat Jeongguk menunggu nya dimeja makan. Sambil tersenyum Jeongguk mempersilahkan Taehyung duduk namun melihat itu Taehyung hanya melewati nya. Kunci mobil sekarang digenggaman nya. Jeongguk menghentikan Taehyung.

"Mau kemana Tae?" tanya Jeongguk.

"Bukan urusan mu" dorong Taehyung.

Taehyung membuka pintu langsung ditarik Jeongguk.

"Apa kamu ingin menemuinya?? Jawab pertanyaan ku Tae" tanya Jeongguk yang saat ini marah. Nya itu merujuk kepada pembelanya disidang perceraiannya.

Taehyung melepaskan genggaman Jeongguk dan berteriak.

"Ya, aku ingin menemui nya" jawab Taehyung.

"Dia kekasihku lalu apa salahku" lanjut nya.

"Setelah berhubungan intim dengan ku Tae, kamu ingin menemuinya" jelas Jeongguk.

"Aku tidak menginginkan mu dan kau memaksa ku"

"Berhenti menemui nya dan ayo makan bersama tae"

Taehyung menutup telinga nya dan pergi meninggalkan Jeongguk sendirian. Jeongguk terhuyung kepala nya berdenyut sakit. Taehyung tak menganggapnya ada dan jika pun ada baginya ia hanyalah sampah yang menjijikkan yang sangat cocok untuk dibuang.

Pertengkaran keduanya tidak berhenti sampai disana. Taehyung dan anak anak kini tinggal terpisah untuk sementara waktu anak anak ia titipkan dirumah orang tua nya. Waktu libur sekolah cukup panjang. Perihal orang tua apakah mereka tahu, tentu saja mereka tahu. Itu sebabnya Jeongguk dilarang mengunjungi kediaman orang tua Taehyung. Jujur saja ini benar benar berdampak buruk terhadap Jeongguk.
Dibenci oleh orang tua istri dan anaknya memberikan pukulan yang keras untuk nya.

Selama itu Jeongguk terus berusaha menghubungi Taehyung dan setiap kali nya ia kecewa.

"Hari ini sudah seminggu lebih dari terakhir mereka berhubungan intim. Tepat hari ini kemungkinan Taehyung mulai mengalami gejala awal kehamilan" ucap Jeongguk penuh harapan.

"Kudengar dari pelayan ia belum juga datang bulan, bisa jadi ia hamil. Ku mohon untuk kali ini, biarkan anak ku tumbuh diperut Taehyung. Agar aku dan Taehyung bisa rujuk kembali " pinta jeongguk.

Dasar ayah yang egois, sampai akhir baginya anak hanyalah alat untuk menutupi kesalahannya dan juga keegoisan. Anak bukanlah investasi yang bisa diatur semena-menanya. Jeongguk aku membencimu.

{END} UNCLE JEON || K.VTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang