Seokjin kembali menawarkan bantuan kepada Jeongguk namun ia menolaknya secara halus.
"Tidak apa-apa Hyung, aku bisa mengurus semuanya"
Jeongguk menepati janjinya, ia mengurus semuanya dengan sangat bagus. Saat itu adalah pagi hari, dan baby mungil belum mandi. Disamping Jeihan ada tempat khusus untuk bayi kecil. Seokjin terus memperhatikan. Tangannya yang lincah dan telaten memandikan membuat nya tak percaya bahwa didepan nya ini adalah adiknya.
Mula-mula nya Jeongguk menyiapkan perlengkapan mandi bayi mulai dari Bak mandi, handuk bersih, sabun bayi, kapas, waslap lembut, dan pakaian nya. Sebelum itu ia memastikan apakah air nya terlalu panas atau tidak, kira kira hangat suam-suam kuku, sekitar 37-38°C. Untuk lokasi mandi Jeongguk sudah memastikan dengan benar jendela atau pintu sudah tertutup dengan baik agar bayinya tidak merasa kedinginan Dan juga ia tidak lupa memastikan apakah tali pusar bayinya sudah kering dan lepas. (Tidak boleh memandikan bayi dengan air jika tali pusar belum lepas dan kering). Setelah semua persiapan selesai langkah selanjutnya yaitu memandikan.
Dengan hati hati Jeongguk meletakkan bayinya ke dalam bak mandi secara perlahan, Mulai dari kaki, lalu perlahan lahan ia membaringkan bayinya didalam bak mandi. Dengan satu tangan ia menyangga kepala dan badan bayi kecilnya. Dan tangan yang satunya digunakan membersihkan tubuh bayi.
Langkah pertama untuk membersikan wajah bayi yaitu mengunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk membersihkan mata, hidung, dan mulut bayi.
Jeongguk mengusap tubuh bayinya dengan lembut, Mulai dari kepala, leher, dada, perut, punggung, dan kaki. Dan gunakan sabun bayi secukupnya, ia mengaplikasikan terlebih dahulu ditangannya baru kemudian mengusapkan nya ke kulit bayinya. Ia membersihkan area lipatan dengan hati-hati seperti Ketiak, leher, belakang telinga, dan kemaluan bayinya itu. Selanjutnya ia membilas tubuh bayi kecil dengan air bersih. Selanjutnya memastikan apakah masih ada sisa sabun yang menempel atau tidak. Kemudian Jeongguk mengeringkannya dengan handuk lembut
Setelah Mandi Jeongguk memakai kan Baju bayi mungil dan Berbicara dengan nada yang lembut dan menyanyikan lagu dengan suara tenang. Selesai memandikan Jeongguk menyiapkan susu untuk bayi kecilnya.
Semua tingkah Jeongguk direkam oleh seokjin diingatan nya. Ini adalah yang pertama kalinya seokjin menatap Jeongguk dengan penuh kekaguman bahkan namjoon yang merupakan ayah Taehyung saja tidak bisa melakukan hal ini.
"Apa Taehyung tahu Jeongguk" tanya seokjin ditengah tengah Jeongguk yang memberikan susu kepada baby mungil.
"Aku belum memberitahu nya Hyung" jawab Jeongguk enggan.
Jeongguk takut, ketika ia melihat Jeihan dan baby mungil ditangannya Taehyung akan sangat membencinya. Mengingat betapa Taehyung Yang berusaha memberikan jarak untuk keduanya. Ia benar-benar tidak ingin berpisah dengan anak anaknya.
"Kau harus memberitahu nya Jeongguk, ia adalah ibunya. Pasti ia khawatir dan cemas"
"Jangan beritahu ia terlebih dahulu Hyung, biar aku yang mengatakannya sendiri. Dan jangan khawatir pulanglah" ucap Jeongguk memohon kepada seokjin.
Seokjin mendekati Jeongguk dan memeluknya, ia akan memberikan kesempatan ini lagi kepadanya. Sebelum pergi seokjin memerintahkan Jeongguk untuk makan. Ia mengiyakan.
Diruangan ini hanya ada mereka bertiga, baby mungil masihlah digendongan Jeongguk. tak berselang lama Taehyung masuk.
"Hiksss.... Jeihan. Apa yang terjadi padamu nak" ucap Taehyung sambil meraba-raba tubuh anaknya. Wajahnya yang pucat membuat Taehyung terluka.
"Maafkan mommy sayang" ucapnya lagi, Taehyung memeluk tubuh Jeihan dan menangis di pelukannya.
"Hikss Mommy janji, ini tidak akan terjadi lagi. Tolong bangun!! Jangan buat mommy takut " jelas Taehyung.
Jeongguk yang menatap anak dan istrinya memendam tangisnya. Pandangan Taehyung beralih ke sudut ruangan ada Jeongguk dan bayi kecilnya. Keduanya saling menatap satu sama lain. Perasaan keduanya kacau, Taehyung menangis tersedu-sedu.
"Jeongguk, anakku ...."Taehyung menangis mengadu.
Ia benar benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini, rasanya waktu berhenti, dunianya senyap. Naluri keibuannya benar benar rapuh. Semangat hidupnya hilang. Separuh jiwanya entah kemana.
Di tempat tidur lain Taehyung tertidur pulas akibat kelelahan, Jeihan masih belum sadar. Jeongguk menjaga anak dan istrinya, tidak lupa bayi kecil digendongan nya. Sebelum tidur Taehyung menyuruh Jeongguk untuk pulang dan ia menolaknya.
"Pulanglah Jeongguk, aku akan mengurus mereka" ucap Taehyung.
"No baby, aku akan disini bersama mu dan anak-anak" tolak Jeongguk tegas.
Bayi kecil menangis dan Jeongguk menyerahkan ke Taehyung, kebetulan susu yang disiapkan sudah habis.
"Sepertinya baby mungil lapar" ucap Jeongguk.
Taehyung langsung menarik tubuh baby mungil ke pangkuan nya dan mencium singkat bayinya. Baru sebentar ditinggal ia benar benar merindukan nya. Jeongguk memperhatikan dan tersenyum. Jeongguk masih bertahan diposisi nya, dan Taehyung menatap nya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Taehyung.
"Aku ingin menyusui nya" ucap Taehyung.
Seketika Jeongguk paham, ia malu langsung mengalihkan pandangan nya dan membelakangi Taehyung. Taehyung melihat gelagat Jeongguk, apa ia tidak akan pergi?? Taehyung berdehem cukup lama sampai baby mungil menangis, seperti nya Jeongguk memang tidak mau pergi dari ruangan itu.
