twenty five

566 50 1
                                        

Setelah bayi kecil tidur, Taehyung terlihat mengantuk. Dan Jeongguk memerintahkan nya untuk tidur.

"Tidur saja baby, aku akan menjaga kalian" ucap Jeongguk lembut.

Taehyung terlihat begitu kelelahan dan ia mengangguk setuju.

"Aku tidak akan lama, Bangunkan aku jika Jeihan sudah sadar dan saat kau mau pulang" ucap Taehyung.

Taehyung membaringkan tubuhnya dan tak berselang lama ikut tertidur.

Waktu pun berlalu Taehyung kaget dan langsung bangun, ia harus menyiapkan makanan untuk Jeihan dan bayi kecil.

"Sudah berapa lama ia tertidur?!" Batinnya.

Bukannya langsung bergegas Taehyung malah terkejut. Ia melihat Jeongguk mengurus anak anaknya, terlihat lihai dan mahir. di pangkuannya ada bayi mungil yang tertawa kecil karena lelucon Jeongguk dan Jeihan yang masih nyaman dengan pelukan hangat ayahnya. Keduanya berada dipangkuan ayahnya. Merepotkan dan cukup melelahkan.

"Apa sebaiknya ia tidak bangun" batinnya lagi.

"Mommy.. sudah bangun, ayo kemari" panggil Jeihan.

Kegiatan Jeongguk terhenti, kala Jeihan menyapa ibunya. Di tempat tidur itu Taehyung menatap Jeongguk. Taehyung ingin  menghampiri mereka, tapi disudut hatinya ia masih saja terluka. Senyum paksa mulai terbias diwajahnya dan Jeongguk menyadari nya .

Mau tidak mau Taehyung menghampiri mereka dan Taehyung mengangkat tubuh Jeihan digendongan ya.

"Berhenti mengganggu Daddy sayang, kembali ke tempat tidur yah" ucap taehyung.

"Aku tidak mengganggu Daddy mommy " balas Taehyung.

"Baiklah.. baiklah mommy percaya padamu" ucap Taehyung, kemudian ia menanyakan apakah ada keluhan yang ia rasakan saat ini dan putranya menjawab tidak ada.

"Mommy sangat khawatir sayang, mommy berjanji tidak akan mengulanginya lagi " jelas Taehyung. Jeihan menggeleng ini bukan salah ibunya. Ia salah karena tidak menuruti larangan ibunya untuk tidak makan eskrim. Taehyung memeluk tubuh anaknya dan memaafkan kesalahannya.

Sehabis itu Taehyung beralih ke arah Jeongguk, ia terlihat sangat berantakan dan kelelahan.

"Serahkan bayi kecil padaku, sepertinya ia mulai lapar lagi" ucap Taehyung. Segera Jeongguk menyerahkan putra kecilnya.

Cup

Cup

Cup

"Sayang mommy, cudahhh laparrr rupanya" ucap Tae.

"Lapalll... Lapalll" ucap baby mungil sepatah dua kata.

Entah kenapa ia merasa jika pada saat bayi kecil berada dipangkuan nya terlihat begitu besar, sedangkan saat berada ditangan ayahnya begitu kecil seperti bayi baru lahir.

Taehyung kembali berbicara kepada Jeongguk. Sebaiknya ia pulang beristirahat terlebih dahulu, melihat dirinya sendiri sepertinya ia belum beristirahat sama sekali. Pastinya Ia Kelelahan mengurus anak-anak. Jeongguk lagi-lagi menolak, ia ingin berada di sana bersama mereka. Taehyung menghela nafas ia menyerah biarkan Jeongguk melakukan apapun sesuka hatinya.

"Setidaknya Telponlah pembantu untuk membawakan mu pakaian baru, dan tidurlah disini anak anak masih membutuhkan ayahnya" ucap Taehyung tanpa menatap Jeongguk sama sekali. Ia kembali bergurau dengan bayi kecil dan Taehyung mengambil handphone nya disaku menghubungi seseorang.

"Bibi Jang, tolong masak yang banyak dan bawa kerumah sakit. MPASI bayi juga tolong disiapkan, aku akan mengirim pak Carlos ke rumah untuk menjemput mu" jelas Taehyung.

Taehyung menghandle semuanya dengan baik, Jeongguk pergi ke ruangan lain untuk mandi, tidak baik baginya jika mandi di ruangan jeihan saat Taehyung di sana. Ingin tapi Jeongguk sadar diri dengan posisinya.

Selesai berganti pakaian, Jeongguk terlihat bugar dan sehat. Namun Rasa lelah masih terasa, ia mengantuk saat ini. Taehyung menimang bayi kecil sejak tadi ia terus menangis dan merengek.

"Apa yang kau berikan padanya hari ini?" Tanya Taehyung.

"Tidak ada, kecuali susu yang disiapkan bibi Jang" jawab Jeongguk.

Taehyung khawatir ia sudah memeriksa keadaan bayinya tidak ada yang salah sama sekali kecuali ia terus menangis tidak seperti biasanya. Untungnya Jeihan tidak terganggu sama sekali. Taehyung masih menimang nimang bayinya, berharap segera diam. Namun sebaliknya ia semakin keras menangis. Jeongguk yang melihat itu menawarkan bantuan kepada Taehyung. Awalnya Taehyung menolak tapi tidak salahnya jika ia mencoba. Dengan cepat ia menyerahkan bayi kecil.

Baru saja dipangkuan Jeongguk, bayi kecil langsung terdiam. Malah ia tertawa saat ini. Taehyung tak percaya, apa putranya sedang mengerjainya. Suara ketukan pintu terdengar dari dalam, seperti bibi Jang sudah sampai.

"Nyonya, ini perlengkapan dan peralatan bayi yang sudah disiapkan serta makanan yang bibi bawa" ucap bibi Jang.

"Letakkan saja disana yah bi" tak lupa Taehyung memberi ucapan terimakasihnya.

"Mohon maaf nyonya, apakah mau disiapkan sekarang" tanya bibi Jang.

"Siapkan saja bi, kami mau makan sekarang" jawab Taehyung.

Selagi bibi Jang menyiapkan makanan, Taehyung menoleh ke arah Jeongguk dan bayinya, ia tidur begitu cepat. Ketiganya tertidur pulas, ia tak enak jika membangunkan Jeongguk. Taehyung menghentikan bibi Jang.

"Bi siapkan saja untukku, biar nanti aku yang menyiapkan makanan untuk mereka bertiga" cegah Taehyung.

"Baik, nyonya" jawab bibi Jang.

{END} UNCLE JEON || K.VTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang