Side Story 2

475 33 0
                                        

Setiap hari ada ada saja tingkah jahil dan nakal taehyung kepada nya, walaupun begitu Jeongguk tidak pernah melaporkannya kepada seokjin dan yoongi. Rumah yang ia tinggal berasa sangat hidup. Entahlah apakah ia gila hanya saja jika taehyung tidak mengganggu nya sehari saja ada yang kurang dari hidupnya. Dan Jeongguk menyadari bahwa ia membutuhkan taehyung di sampingnya.

"Maaf, tuan tadi tuan taehyung menitipkan pesan bahwa hari ini ia tidak pulang"

"Kenapa tidak pulang? " Tanya Jeongguk penuh selidik.

"Katanya tadi ada kerja kelompok, tapi bibi kurang jelas karena tuan muda dijemput oleh teman-temannya"

"Dengan siapa dia pergi bi? "

"Mohon maaf, Soal itu bibi kurang tau tuan" Ucap bibi jang.

"Ya sudah tidak apa-apa bi"

Bibi Jang menunduk memberikan hormat kemudian pergi dari sana.
Jeongguk baru saja pulang dari tempat kerjanya, hari ini ia sangat kelelahan pasalnya ada project perusahaan yang ia investasi kan penuh menggelapkan uang miliknya. Dan Jeongguk beberapa hari ini sedang mengatasi masalah tersebut.

perasaan Jeongguk tidak karuan, kediaman nya sekarang terlihat sangat luas dan sepi biasanya ada suara taehyung di rumah ini. Ya walaupun berisik tapi ia alasan jeongguk cepat-cepat ingin pulang ke rumah ini.

Tengah malam taehyung pulang tak lupa dengan wajah yang babak belur, hari ini ia berkelahi dengan salah satu teman sekolah nya. Balapan yang seharusnya ia menangkan harus kalah karena kecurangan. Taehyung menolak untuk kalah, akhirnya ia menghajar lawannya. Berakhir dengan temannya yang patah tulang.
Ia tidak peduli, ia sangat marah saat ini.

"Sudah jam berapa ini kim taehyung?!" Itu suara Jeongguk. Ia menunggunya pulang sedari tadi.

"Urus saja urusan mu, aku sudah dewasa sialan" Kesalnya.

Suara pintu terbanting, Taehyung masuk ke kamarnya. Jeongguk menghampirinya dan taehyung benar-benar kesal. Ia sudah mengunci pintu kamar ini dari dalam dan bagaimana jeongguk bisa masuk. Oh benar, ini adalah rumahnya.

"Apa kau tidak punya sopan santun, masuk kamar seseorang sesuka mu" Ucap taehyung sarkas.

"Ini tentang mu. sebaliknya, apa tidak sopan pulang tanpa memberi salam kepada yang lebih tua"

"Aku tidak peduli dan aku tidak ingin berdebat dengan mu" Jawab taehyung dengan nada tinggi.

Jeongguk menarik pergelangan tangan taehyung dengan paksa. Taehyung melawannya, jeongguk sudah diujung emosi nya.

"Patuh padaku kim taehyung! " Bentak jeongguk.

Taehyung memberontak dan itu menyulut emosi jeongguk. Ia menggendong tubuh taehyung untuk masuk ke kamarnya tidak lupa mengunci pintu.

"Apa yang ingin kau lakukan sialan! "

"Saya tidak akan menyakitimu dan patuhlah untuk kali ini. Luka dan memar di tubuh mu harus segera diobati" Ucap jeongguk.

Entahlah apa yang dipikirkan jeongguk saat ini, seharusnya ia marah kepada taehyung. Tapi ia tidak tega. Jeongguk membawa kotak p3k di tangannya.  Taehyung mengabaikan perintah jeongguk dan berjalan keluar. Namun pintu tertutup dan kuncinya ada ditangan jeongguk.

"Kamu tidak bisa keluar"

Taehyung marah dan mengamuk, apa yang jeongguk inginkan. Jeongguk menarik tangan taehyung dan memaksa nya untuk duduk. Ia tidak akan bertanya apa yang taehyung lakukan di luar sana. Ia pernah melewati masa remaja tentu ia tahu apa yang taehyung lakukan.

"Diam dan jangan bergerak! " Perintah jeongguk.

Mau tidak mau taehyung mendengarnya. Ia mengadu kesakitan.

"Apa kau tidak pernah mengobati luka seseorang, ini sakit dan kau menyakiti pergelangan tangan ku" Ucap taehyung karena sejak tadi ia merasa jeongguk tidak pandai dalam hal ini. Sudah setengah jam berlalu jeongguk masih bermain dengan tangan taehyung. Ia frustasi dan memukul bahu Jeongguk.

"Lepas. Biar aku saja yang mengobatinya. dasar tidak berguna" Ia kira jeongguk bisa.

"Saya bisa" Ucap Jeongguk.

Dan beberapa menit setelah itu selesai. Terus apa maksudnya memegang lama tangannya?.

"Tidur saja disini tae" Ucap jeongguk kali ini dengan nada lembut.

"Tidak mau! " Tolak taehyung.

Jeongguk hanya menghela napasnya, taehyung benar-benar keras kepala.

"Buka pintunya" Pinta taehyung.

"Kalau saya tidak mau " Jawab Jeongguk seolah sedang mempermainkannya.

Taehyung kembali emosi dan memukul jeongguk. Sedang yang dipukukli tertawa gemas.

"Apa yang kau tertawakan kakek tua, apa kau sudah gila" Hardik taehyung.

"Yah sudah gila, tinggallah bersama orang gila ini" Jawab jeongguk.

Taehyung menggindik ngeri, jeongguk seperti orang gila menurutnya. Sebaliknya Bagi jeongguk keponakannya ini benar-benar lucu dan menggemaskan. Ia suka jika taehyung setiap hari seperti ini. Rasa lelah yang Ia rasa setelah bertemu dengan keponakannya langsung sirna. Taehyung adalah sumber tenaganya.

{END} UNCLE JEON || K.VTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang