twenty two

624 58 3
                                        

Pengharapan apa yang harus ku maklumi dan kuinginkan. Semuanya sudah hancur berantakan. Kesempatan mungkin harus ku coba tapi jejak kaki menuju itu sangat penuh batu, kerikil dan kaca. Bahkan sebatang besi terasa menembus jantung. Manusia tetaplah manusia hanya saja tak terduga.
Rambut boleh hitam tapi isi pikiran kepala manusia berbeda.

Selesai memandikan putra bungsunya,, Taehyung bergabung dengan orang tuanya. Ia kira Jeongguk sudah pergi nyatanya ia masih disana. Jeongguk memberikan nya senyuman, Taehyung tak peduli.

"Sayang, besok acara perpisahan kakak kelas bukan. Eomma sudah menyiapkan kado perpisahan untukmu"ucap Taehyung.

"Serius mommy?!" Jawab Jeihan senang.

"Tapi, bagaimana mommy tahu?" Tanya jeihann ke Taehyung.

"Aku mommy mu Jeihan, kegiatan sekolah mu mommy yang handle tentu saja mommy tahu. Terutama..." Ucap Taehyung menghentikan kalimatnya melirik Jeihan serius.

Jeihan terdiam dan Taehyung membisikkan sesuatu membuat pipi Jeihan merona.

"Ahh ayolah mom jangan seperti itu"rengek Jeihan setelah mendengar bisikan Taehyung.

Percakapan keduanya sepenuhnya mengabaikan sosok di hadapan mereka terutama kedua orang tua Taehyung.

Jeongguk cemburu dengan keakraban ibu dan anak itu. Sudut hatinya lagi lagi terasa sakit. Ia mencoba untuk tersenyum. Seokjin yang melihat itu lagi lagi merasa kasihan. Ia tidak diajak sama sekali, menelan makanan saja terasa sakit.

"Tae.." panggil seokjin.

"Nee, eomma..." Jawab Taehyung.

"Tadi bukannya kamu bilang, Jeihan akan mengikuti acara perpisahan kakak kelasnya. Bukankah semoga orang tua wali diharuskan untuk ikut "

"Itu benar eomma, rencananya aku dan bayi mungil akan ikut" jawab Taehyung.

"Bagaimana dengan Jeongguk?" Tanya seokjin.

"Ini cuma perpisahan kakak kelasnya eomma, bukan acara perpisahan Jeihan. Aku sudah menanyakan hal ini kepada Jeihan. Tidak apa jika aku dan adik ya saja yang ikut dan Jeihan juga tidak mempermasalahkan nya" jelas Taehyung.

Jeongguk hanya diam menatap ke arah Taehyung, jauh dilubuk hatinya ia merasa sangat kesakitan. Taehyung benar benar tidak membutuhkan nya.

"Menurut eomma, lebih baik Jeongguk ikut Tae kar..."

"Tidak eomma...", potong Taehyung menatap Jeongguk.

"Akan sangat aneh jika orang lain harus ikut " tambah Taehyung.

"Baby ... Aku"

"BERHENTI.." lerai namjoon.

"Ayo kita lanjutkan makan dan membahas masalah itu nanti.. dan kalian berdua ikut ke keruangan APPA. Biar Jeihan bermain dengan seokjin" jelas namjoon.

"Maaf APPA, aku harus pergi setelah ini. Karyawan ku baru saja menghubungi ku ada masalah di toko " tolak Taehyung.

"Minta bantuan Jimin untuk menyelesaikannya, ini penting masalah kalian berdua nak"

"Tidak bisa APPA" tolak Taehyung.

"Jangan melawan perintah APPA Tae"

"Aku tidak mau membahas nya APPA, apalagi dengan-nya "tunjuk Taehyung ke arah Jeongguk. Melihat Jeongguk saja Taehyung sudah benci setengah mati apalagi harus diam di satu ruangan dengannya.

Untungnya Jeihan dan seokjin sudah selesai makan meninggalkan mereka bertiga dimeja makan.

"Baby, jangan melawan namjoon Hyung" ucap Jeongguk.

"Tutup mulut mu, apa hak mu bicara seperti itu " lawan Taehyung. Menatap Jeongguk penuh kebencian dan amarah.

Plakkk

Namjoon tidak sengaja menampar wajah Taehyung, Taehyung dibuat terkejut.

"APPA membelanya?!" Ucap Taehyung dengan kecewa.

"Nak.. APPA tidak.."

"STOP!!! Aku kecewa padamu APPA" ucap Taehyung.

Taehyung beranjak pergi namun dihentikan, Taehyung menepis dan mendorongnya Jeongguk hingga terjatuh.

Di taman Taehyung terlihat tergesa-gesa menghampiri ibunya.

"Sayang ayo kita pulang", panggil Taehyung.

"Baik mommy" jawab Jeihan berlari ke arah Taehyung .

"Tunggu mommy dimobil ya sayang" ucap Taehyung lagi.

"Baik mommy tapi,.. "

"Tidak ada tapi tapi.. mommy pamit dulu sama Nenek ya sayang "

"Baik mommy" Jeihan meninggalkan area taman.

"terima kasih eomma sudah menjaga Jeihan untukku" ucapnya ke seokjin.

Seokjin terkejut, pipi anaknya ada bekas cap tangan dan itu terlihat sedikit membengkak. Siapa yang berani menampar wajah putra kesayangannya ini.

"Baby jangan seperti ini" tarik Jeongguk. Taehyung menepisnya.

"Apa kau yang menamparnya Jeongguk" murka seokjin.

Tepat disitu namjoon datang, "aku yang menamparnya" jawab namjoon.

"Apa alasannya kau menampar putra ku namjoon" teriak seokjin, ia lepas kendali.

Selama ini ia tidak berani memukul atau pun menampar Taehyung. Sampai sekarang pun tidak ada goresan sama sekali mengenai putranya

"Taehyung tidak mendengar ucapan ku" jawab namjoon

"Walaupun begitu tidak seharusnya kau menampar nya, dia putra kita"

Keduanya bertengkar dan Taehyung langsung menarik pergelangan tangan Jeongguk.

"Apa tidak cukup menghancurkan ku dan sekarang orang tua ku. Apa tidak cukup bagimu" marah Taehyung.

"Baby, aku tidak menginginkan nya. Aku butuh bantuan namjoon Hyung. Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini" Jeongguk mencoba menjelaskan.

"Terus apa yang kamu pikirkan"

"Tidak seharusnya kau mengganggu kehidupan kami dan sebaiknya kau pergi dari sini" usir Taehyung.

"Maafkan aku baby, ini salahku" ucap Jeongguk serta sujud meminta maaf di hadapan Taehyung. Ia menangis. Jeongguk tidak tahan lagi, ia ingin bersama Taehyung dan juga merawat anak anaknya ia benar benar tersiksa

"Maafkan aku Tae" isak Jeongguk. Ia rela sujud meminta maaf.

"Aku benar benar merasa bersalah, maafkan aku" ucap Jeongguk lirih sambil menangis.

{END} UNCLE JEON || K.VCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang