21. Ingkar?

15 0 0
                                        

.
H

appy reading😉








Sudah terhitung hampir sebulan Kyura sekelas dengan Ardio dan itu berarti makin berat pula cobaan yang Kyura terima.semenjak sekelas dengan Ardio Kyura tahu lebih banyak hal tentang cowok itu. Ardio yang dulunya Kyura pikir tidak pernah belajar ternyata setelah mereka sekelas Kyura mendapatkan sebuah fakta kalau cowok itu selalu serius dan fokus dalam memperhatikan guru yang sedang menerangkan,bahkan Ardio sering maju kedepan untuk menjawab soal yang selalu membuat semua siswa tercengang karna jawabannya tidak pernah keliru,terlebih lagi Ardio selalu punya caranya sendiri untuk memecahkan soal matematika yang terbilang rumit menjadi lebih sederhana. Ditambah lagi kini Ardio juga jarang membolos,bahkan tulisannya pun lebih rapih daripada Kyura.

"Nanti malem jam set 8 lo wajib datang ketaman deket tempat kerja lo" Kyura langsung menengok kesamping dan ternyata disampingnya sudah ada Ardio yang baru saja meletakkan ranselnya

"Hah?,ngapain gue ketaman malem malem.nanti malah diculik sama om om"

"Gak ada om om yang doyan sama lo,pokoknya gue tunggu,jangan sampai gak dateng!!" Ardio beranjak dan melangkah menuju pintu kelas dan disamping Ardio sudah ada Azka

"Eeh LO MAU KEMANA?"

"BOLOS. JANGAN LUPA BAWA PULANG TAS GUE"

"Kumat lagi tuh cowok"gumam Kyura sambil geleng geleng kepala

****

""""""

Kyura memutuskan untuk berjalan kearah meja yang selalu ditempatinya semenjak menjadi babu dadakan Ardio. Helaan nafas rendah mulai terdengar dari mulutnya,wajanya berubah sendu saat menatap meja orang lain yang diisi oleh beberapa orang yang tengah asik mengobrol sedangkan Kyura hanya seorang diri. sebenarnya dia sangat lelah menjalani rutinitas seperti ini,menjadi babu Ardio berarti Kyura juga harus merelakan waktu santainya dan waktu untuk sekedar mengobrol bersama sahabatnya, akhir akhir ini Kyura sangat jarang sekali bisa bergaul karena Kyura selalu disibukkan menjadi pelayan orang lain,siang hari dia dia jadi pelayan Ardio sedangkan malamnya Kyura harus menjadi pelayan di kafe. Sungguh miris sekali

"Woy Ra"tegur Alfiz yang tiba tiba datang dan membuat Kyura terlonjak kaget

"Ngapain kesini,tumben"

"Emang gak boleh kalau gue nyapa temen?,by the way Dio mana?"

"bolos"

"Bagus kalau gitu___ tadi,pas liat lo sendiri,gue inisiatif pesan dua nasgor. mau?"

"Cuman orang bego yang nolak makanan didepan mata. gratis kan?"

"Iya lah .lagian beberapa hari yang lalu gue dapet gaji pertama,jadi gue mau traktir lo dan gue juga punya sesuatu buat lo" Alfiz menyodorkan nasgor kepada Kyura dan Kyura menerimamya dengan senang hati,setelah itu Alfiz mengeluarkan sesuatu didalam saku celananya

"Jangan dipandang dari harga ya Ra, gue kasih ini karna gue baru dapet gaji pertama"

"lo lupa ya kalau gue miskin?,kalau gue mandang harga berarti gue kayak orang gak tau diri._____ makasih ya Al,gelangnya bagus"

"Biar gue pasangin"dengan cepat Alfiz mengambil lagi gelang yang ada ditangan Kyura dan memakaikannya "cocok juga ternyata pilihan gue"

A REASONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang