Terima kasih adalah kata termudah yang bisa kamu ucapkan untuk membahagiakan orang lain."
Happy reading😊
sekarang Kyura sedang menunggu Ardio di halte bus yang lumayan jauh dari sekolah,kyura menunggu disini karna menurutnya tempat ini lumayan aman dan dia tidak perlu melihat tatapan sinis dari siswi siswi apabila melihat Kyura satu mobil dengan Ardio,sebab Kyura tahu bahayanya dari konsekuensi sifat iri dengki keluar dari diri seseorang.
Setelah lama menunggu akhirnya ada mobil mewah berhenti didepan Kyura.Kyura tahu pasti mobil itu adalah milik Ardio karna tadi pagi cowok itu memakai mobil yang sama.
"Masuk!"
"Seatbeltnya dipake!"tegur Ardio kepada Kyura,padahal Ardio sudah hampir tancap gas tapi Kyura masih saja belum memakai sabuk pengaman. Kyura memang tidak pernah memakai sabuk pengaman ketika menaiki mobil karna dia tidak tahu cara memasangnya,bahkan selama menumpang dimobil Hani, Kyura sama sekali tidak pernah memakai sabuk pengaman.
"Biarin aja sih,lagian selama ini gue gak kenapa napa kok walau gak pakai seatbelt,buktinya tadi pagi gue selamat sampai kesekolah__hidup itu kudu slow jangan dibikin sus__" Kyura refleks menahan nafas dan mencondongkan badannya kebelakang karna gerakan tiba tiba Ardio yang dengan santainya memakaikan sabuk pengaman untuknya.
"Gue gak mau lo mati dan jadi bangkai dimobil gue,dasar kampung"Kyura mulai berafas lega setelah dio menarik tubuhnya hingga menjauh darinya.rasanya jantung Kyura menjadi berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya karna terlalu terkejut
"gue emang kampungan,jadi lo jangan deket deket sama gue karna takutnya nanti ketularan"Kyura bergegas membuka sabuk pengaman yang sudah tepasang dan berniat untuk pergi,bukan karna marah atau tersinggung,hal ini demi menutupi rasa gugupnya yang mendadak muncul,namun alangkah malang nasibnya karna sabuk pengamannya tidak bisa lepas.
Sungguh kampungan sekali Kyura!
"Diem!,bisa kan" Ardio langsung tancap gas sedangkan Kyura memalingkan wajahnya kearah jendela.
"mau kemana sih Yo?,kok lama sih,lo gak ada niatan buat nyulik dan jual gue ke om om supaya lo makin banyak duit kan?"
"Daripada jual ke om om lebih baik gue jual organ tubuh lo"
"Atau lo beneran mau jadiin gue tumbal pesugihan?. Dosa yo,mending tobat. Ashadu__"
"Diem!!"
Tidak lama kemudian mobil Ardio berhenti dan Ardio langsung membukakan sabuk pengaman Kyura.
"Nungguin apa lagi,cepet turun!,atau lo ngasih kode buat dibukain pintu?,jangan ngarep!"
"ini juga mau turun,sabar dikit kek" Kyura segera turun dan ternyata mereka berhenti disebuah restoran "Lho ini ngapain kita di restoran?"
"laper,mau makan"
"Jadi gue gimana?,gue ngapain?"
"Temanin gue makan"
"Lo mau traktir gue?"mata Kyura langsung berbinar karna untuk pertama kalinya Ardio mengajaknya ke restoran
"Ya nggak lah,bayar sendiri" rahang Kyura langsung terbuka lebar karna saking syoknya dengan pengakuan Ardio.apa apaan ini?,kenapa Ardio mengajaknya kesini tapi Ardio malah tidak mau memberi Kyura makan?
Emang Ardio pikir Kyura mempungai banyak duit sampai bisa makan di restoran mewah?
"gue gak punya banyak duit Yo,lagian gue udah seminggu gak kerja"
KAMU SEDANG MEMBACA
A REASON
Teen Fiction"WE NEVER MEET A WRONG PERSON,EVERYTHING HAS A REASON" ~~~~~Teruntuk kamu yang selalu betah bersemayam disudut pikiran~~~~~
