15.Perasaan yang Terungkap

19 2 0
                                        

.

Tidak selamanya kita bisa menyembunyikan perasaan,maka dari itu'ungkapkan dan berjuanglah'"

"Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa."

Happy reading😊













Setelah kejadian tempo hari Kyura menjadi sosok yang lebih kalem kepada Ardio. Kyura mencoba untuk tidak bertingkah untuk sementara waktu. Namun, kekaleman Kyura ini hanya bersifat sementara dan selebihnya Kyura akan menjadi sosok seperti semula.anggap saja Kyura melakukan ini untuk sekedar menjinakkan Ardio yang sudah marah. Lagipula gatal sekali mulut Kyura kalau tak menyahut perkataan Ardio yang menurutnya terlalu menyebalkan

Awalnya kyura ingin marah kepada Ardio,tapi walau bagimanapun dia juga bersalah karna telah berkata seperti itu kepada Ardio yang sudah menjadi majikannya sekitar 4 bulan yang lalu. Kyura merasa sedikit bersalah sekarang,Kyura pikir tidak seharusnya dia terlalu ngotot membela diri padahal faktanya dia memang bersalah.

"Ini bekal lo,gue udah buatin ayam goreng,tumis buncis sama sambel " Kyura menyodorkan kotak bekal dan tak lupa sebotol air mineral. Kyura sengaja memberi bekal Atdio berupa ayam tidak seperti biasanya yang hanya ada calon ayam alias telor. Kyura harap dengan begini Ardio akan melupakan kejadian semalam.

Tampa berbicara,Ardio menerima bekal kyura dan mengeluarkan selembar uang merah sesuai perjanjian.hal itu tentu saja diterima Kyura dengan sangat senang hati.tidak dapat uang hasil kerja di kafe,paling tidak Kyura dapat mencari nafkah dari memberi Ardio bekal. Lagipula lebih gampang membuatkan Ardio bekal ketimbang harus bolak balik bekerja mengantar pesanan.

Kyura ikut mendudukkan tubuhnya disamping Ardio. Sama seperti kemaren,Ardio memang sudah mengubah tempat istirahatnya  dari kantin beralih ke halaman belakang sekolahan untuk menyantap makanan,mungkin Ardio melakukan ini karena dia juga perlu sesuatu yang menyegarkan mata setelah matanya bosan menatap kertas berisi soal ulangan,lagipula disini lumayan sepi jadi mereka bisa bertenang diri sambil menghirup udara segar penuh oksigen

"Besok mau dibawain apa?,mau telor balado?,gulai ayam? atau rendang?.gue lagi baik hati nih mau ngasih makan lo makanan mahal"

"Serah"

"Okey"

Kyura memilih mengambil bekalnya didalam tas dan ikut makan dengan tenang. Kyura suka sekali dengan tempat seperti ini.andai saja dari dulu Ardio makan disini pasti Kyura akan sedikit lebih nyaman karna disini dia tidak menjadi pusat perhatian serta tatapan tidak suka dari kaum hawa karna selama 4 bulan ini Kyura selalu berada disekitar Ardio.

"DIOOO"teriak seseorang dan berhasil mengalihkan atensi Kyura dan Ardio mengarah kepada sang pelaku

"dari kemaren aku cariin ternyata kamu disini.kamu sengaja jauhin aku?.dari kemaren pas dikantin kata Azka suruh nunggu,tapi sampai masuk kelas kamunya malah gak dateng"ucap Anita dengan nada manjanya sambil menghampiri Ardio dan duduk disebelahnya.posisi Ardio tengah diapit Kyura disisi kanannya dan Anita disisi kirinya.

Situasi kali ini tentunya membuat Kyura tak nyaman dan berniat beranjak pergi.

"Gue pergi dulu,lo udah selesai makan juga kan?"Kyura segera membersihkan tempat makannya dan Ardio,setelah itu Kyura berdiri berniat untuk lekas pergi

"Diem disini"Ardio mencekal tangan Kyura

"disini udah ada Nita.kalian ngobrol aja. gue gak mau ganggu"

A REASONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang