25. Big Problem

3 0 0
                                        


"Hidup bukanlah masalah yang harus dipecahkan, tetapi kenyataan yang harus dihadapi."

"Masalah adalah ujian menuju kedewasaan. Tidak ada alasan menyalahkan orang lain. Benahi diri sendiri dan jadilah pribadi yang dewasa."

Happy reading😊












"Pagi Dio,udah sembuh ya?"tanya Kyura ketika masuk kelas dan disebelah tempat duduknya sudah ada Ardio yang sedang mencatat sesuatu dibukunya.

Hari ini Kyura sangat senang karna tadi malam dia mendapat kabar dari Juwita kalau dia dan Deon akan segera menikah. Pernikahan privat yang hanya dihadiri keluarga besar

"Lo gak liat gue udah bisa sekolah"

"Tadi cuman basa basi sama majikan,emang gak boleh?" Ardio hanya diam sedangkan Kyura sudah menarik bangku disebelah Ardio untuk didudukinya

"Hoodie lo nanti gue balikin,soalnya lupa dicuci"

"Gak perlu"

"Seriusan?,emang lo gak sayang?.jangan sampe nyesel lho.____inget ya,barang yang udah dikasih jangan diambil lagi nanti dosa lo nambah banyak"

"Lo gak liat kalau gue lagi sibuk, diem!!.jangan ganggu"sepertinya mode maung dari Ardio keluar lagi setelah sembuh dari sakit.yang perlu dilakukan Kyura saat ini hanyalah berhati hati karna sifat sensitif Ardio sudah aktif kembali.

"sorry,silahkan lanjutkan"

Ponsel Kyura tiba tiba berbunyi dan dilayarnya sudah tertulis nama tantenya

"Assalamualaikum mbak"

"Waalaikumussalam,hari ini mbak kejakarta nemuin kamu,ada yang mau mbak sampaikan,jadi kalau sudah pulang sekolah jangan keluyuran atau mampir kemana mana dulu"

"Emang ada apa mbak?,tumben nemuin kyura,padahal jauh lho,ini tentang ibu ya?,ibu gak sakit lagi kan?"

"Gak usah banyak tanya,nanti mbak jelaskan pas dirumah"

Sambungan telepon terputus secara sepihak,membuat Kyura mendadak dilanda penasaran dan gelisah secara bersamaan. Kedatangan tantenya secara tiba tiba Terasa begitu janggal. Namun Kyura mencoba mengabaikan dan berfikir positif


"Hari ini lo pesen bubur aja ya,takutnya sistem pencernaan lo lagi gak bagus"

"Emhh" Ardio menyodorkan uang dan kyura langsung menerimanya lalu berjalan menuju stand yang menjual bubur

"Nih,silahkan dimakan"

"Suapin"

"Apa?"

"Lo gak liat dari tadi tangan gue udah cape kebanyakan nyatet"

"Yaelah ngeles aja lo,kalau mau disuapin ya tinggal minta,jangan pake acara ngorbanin tangan jadi kambing hitam"sahut Sastra sambil terkekeh pelan

"Iya nih akang Dio bisa aja modusnya wkwk cekacekaka"tambah Azka

"tangan gue beneran lagi sakit"

"Iyadeh Yo,anggep aja gue percaya"

"Cepet suapin gue!"suruh Ardio kepada Kyura yang sedari tadi hanya terdiam ditempat

"Tapi gue malu,lo makan sendiri aja ya?.pasti bisa kok,orang ringan gini cuman ngangat sendok sama bubur dikit.gak nyampe satu ons"

"kalau lo gak nyuapin,gue gak mau makan"ancaman Ardio membuat kyura terdiam sesaat. Ditatapnya Ardio dengan sebuah delikan sesaat. Sungguh sangat kekanakan sekali seonggok manusia didepannya ini. Terlihat sekali Ardio ingin menunjukkan sifat  semaunya memerintah seseorang,seakan orang lain berada dibawah kuasanya dan berkewajiban melakukan apapun yang diperintahknya. Ardio berlagak seperti seorang raja

A REASONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang