5.Seatap Bertiga

29 4 3
                                        


"Hidup adalah mimpi bagi mereka yang bijaksana, permainan bagi mereka yang bodoh, komedi bagi mereka yang kaya, dan tragedi bagi mereka yang miskin." - Sholom Aleichem.

"Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar,pada suatu saat akan dibayar lebih dari apa yang ia kerjakan" - Napoleon Hill.

Happy reading😊

Usai pulang sekolah Kyura tengah memperhatikan Ardio berdiri didepan rumahnya,sedangkan Kyura bersembunyi dari kejauhan,meski sudah lebih dari satu jam agaknya Kyura masih enggan menghentikan aktivitasnya memerhatikan Ardio ditemani sebatang es kiko rasa strawberry di kedua tangannya  yang baru saja dia beli, Kyura tampak sangat menikmati seakan kejadian dihadapannya adalah pertunjukan hiburan,karena Kyura memang sangat terhibur melihat Ardio tampak gelisah dan dapat dipastikan cowok itu sudah seringkali berdecak kesal.

"Samperin aja deh,kasian juga udah lama gue kerjain" segera Kyura membuang pelastik bekas es kikonya kedalam tong sampah,lalu dengan gerak santai berjalan kearah Ardio

"Kyura" belum sempat Kyura memanggil Ardio yang sudah ada dihadapannya namun niat Kyura terhenti saat terdengar suara tengah memanggilnya yang membuat Kyura spontan menoleh kebelakang dan mendapati tetangga yang sering membantunya selama dijakarta. Namanya Mbak Ratih

"ada apa ya mbak?"

"Mbak cuman mau nanya,siapa dia?"tunjuk Mbak Ratih kearah Ardio sedangkan Ardio hanya diam "kamu gak bawa sembarang cowok kan?"

"engga kok mbak,dia itu anu itu dia sepupu saya dikampung,dia gak bisa bayar kos jadi terpaksa nginep disini karna gak ada tempat lain,saya kasihan karna cuman saya kerabat satu-satunya dia disini dan temennya juga gak ada yang mau nampung dia"bagai ikut casting di sebuah chanel TV Kyura mulai unjuk bakat membuat ekspresi sendu agar Mbak Ratih percaya,sementara disisi lain Ardio tampak memelototi Kyura sebagai bentuk protes. Sebenarnya Kyura tak ingin berbohong namun situasi sedang memaksanya,tak mungkin dia mengakui kalau Ardio hanyalah siswa yang bersekolah ditempat yang sama dengannya,dan tak mungkin pula Kyura mengembalikan Uang yang telah diberikan Ardio kemaren malam karena sekarang Kyura tak punya banyak uang.

"coba mbak bayangin,seorang anak merantau kekota pengen sekolah gak punya uang dan diusir dikos kosan"

"kasian banget kan Mbak?,makanya saya sebagai sepupu mau tampung dia daripada dia harus tidur dijalan. Cuman beberapa hari kok,gak lama"tangan Kyura sudah  koar koar menarik sisi belakang baju Ardio sebagai bentuk kode supaya Ardio tetap diam.

"Tapi tadi pagi Mbak liat dia pakai mobil mewah"

Nah kan mampus lah sudah Kyura!

"Minjem"jawab Ardio yang syukurnya bisa diajak kerjasama.

"si mas gaya gayaan banget minjem mobil mewah,lebih baik cepeten mas cari kerja dan cari kosan baru supaya gak ngerepotin sepupunya,lagian masnya kan ganteng dan tinggi,kan bisa jadi model atau kerja apapun yang manfaatin visual,punya tampang cakep itu dimanfaatin mas, jangan digunain cuman buat narik lawan jenis doang"

"jaman sekarang cewek kalau milih calon suami itu gak sekedar liat tampang tapi juga liat isi dompet,beli beras gak bisa cuman ngandelin muka cakep, __yaudah Ra,Mbak mau pulang dulu,warung gak ada yang jagain"

"I iya bu"setelah Mbak Ratih tidak terlihat lagi,Ardio segera menarik tangan Kyura secara paksa.

"Lepas dulu gue mau buka kuncinya"

A REASONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang