Private Holmes Detectives - Pejabatnya Shinichi.
Shinichi sedang memeriksa laporan yang diberikan Heiji ketika pintu kantornya terbuka dengan kasar, nyaris membanting dinding. Dia refleks menoleh, dan napasnya tertahan melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.
Shiho.
Wajahnya tegang, matanya tajam, namun di balik kemarahan yang terpancar, ada sesuatu yang lain—kekecewaan yang begitu dalam.
Shinichi terkejut “Shiho? Kenapa—”
Shiho marah, suaranya dingin “Jangan pura-pura tidak tahu, Kudou-kun!”
Dengan gerakan penuh emosi, Shiho melemparkan sebuah fail ke atas meja Shinichi. Kertas-kertas di dalamnya berhamburan, beberapa meluncur ke lantai, tapi Shinichi tidak perlu membacanya untuk tahu apa isinya.
Tatapan Shiho menembus dirinya seperti belati, membuat tenggorokannya terasa kering.
Shiho suara bergetar, penuh luka “Sejak kapan kamu- sejak kapan kau tahu tentang ini?”
Shinichi menghela napas panjang, jemarinya mengepal di sisi meja. Dia tahu bahwa saat ini pasti akan datang, tapi melihat Shiho berdiri di depannya dengan kemarahan yang begitu nyata… membuat segalanya jauh lebih sulit.
Shinichi lirih “Shiho… Aku hanya tidak ingin kamu menderita lebih dari yang sudah kamu alami.”
Shiho terkekeh pahit, matanya berkilat marah.
Shiho marah, mengepal tangan “Itu bukan hakmu untuk tentukan meskipun kamu tunanaganku! Aku berhak tahu! Ini tentang keluargaku, Shinichi! Keluargaku!”
Shinichi mendongak, rahangnya mengeras. Dia ingin menjelaskan, ingin mengatakan bahwa semua yang dia lakukan adalah demi Shiho. Tapi apa pun alasannya, bagi Shiho, ini tetap pengkhianatan.
Shiho menatapnya tajam sebelum menggeleng pelan, suaranya lebih rendah namun penuh emosi yang mendalam.
Shiho: “Dan yang lebih buruk… kau bahkan berani menggunakan nama ‘Irene’—sebuah nama yang kau sembunyikan dariku. Aku mengira itu nama wanita lain, tapi ternyata… itu nama kode untukku, bukan?”
Shinichi membeku. Shiho sudah mengetahui semuanya.
Shinichi pelan, hampir berbisik. “… Iya.”
Shiho mendengus, menutup matanya sesaat. Ketika dia kembali menatap Shinichi, sorot matanya penuh dengan perasaan yang bercampur—kemarahan, kesedihan, dan sesuatu yang lain yang sulit diartikan.
Shiho lirih, penuh luka. “Bodoh… Kenapa kau tidak pernah memberitahu aku?”
Shinichi menghela napas, lalu dengan hati-hati melangkah lebih dekat. Dia mengangkat tangannya, ingin menyentuh Shiho, namun gadis itu segera mundur selangkah, membuat dadanya terasa sesak.
Shinichi: “Karena aku tahu kamu akan melakukan sesuatu yang bodoh. Seperti menyelidiki sendiri tanpa meminta bantuanku.”
Shiho membuka mulut, hendak membantah, tapi kata-kata itu membeku di tenggorokannya. Karena dia tahu Shinichi benar.
Tapi itu tidak berarti dia bisa memaafkannya begitu saja.
Ketegangan di antara mereka begitu pekat hingga nyaris terasa mencekik. Hingga tiba-tiba—
BANG!
Suara tembakan memecah keheningan.
Cermin di belakang Shinichi pecah berkeping-keping. Instingnya langsung mengambil alih, dan dalam sekejap, dia meraih Shiho, menariknya ke bawah meja.
Shinichi terkejut “Menunduk!”
Peluru lain menghantam meja, membuat serpihan kayu berhamburan. Napas Shiho memburu, tapi bukan karena ketakutan—melainkan karena amarah yang semakin membara.
Shiho berbisik, geram. “Mereka menemui kita…”

KAMU SEDANG MEMBACA
Have you Fallen in Love with me yet ?
FanfictionShinshi FanFiction Kali ini alur ceritanya sedikit berbeza. ______________________________________________________ Tik Tik Tik Tik..... Bunyi detikan kiraan bom mula membesar seisi ruangan. letusan bom yang dikatakan hanya serangan ringan sebentar...