Kali ini, kepanikan datang dari satu kekosongan.
Glasyer tidak ribut karena perang. Bukan pula karena wabah, atau bencana alam.
Di Aranacht Kingdom, sebuah ruang penyimpanan suci ditemukan terbuka. Tidak rusak. Tidak hancur. Hanya... kosong.
Artefak yang selama ini dijaga dengan sistem magis berlapis, simbol stabilitas dan ancaman sekaligus, telah menghilang tanpa jejak.
Auriel’s Bow.
Tidak ada suara alarm. Tidak ada ledakan.
Yang tersisa hanya ketakutan yang menyebar pelan, dingin, dan tak terkontrol.
Ruang interogasi dipenuhi hawa tegang yang menusuk lebih tajam dari udara luar. Api obor di dinding menyala tidak stabil, seolah ikut gelisah.
『Minister』
Diluc: Mustahil!! Bagaimana kau bisa menghilangkan benda sepenting itu, hah?!
Pria di hadapannya tersentak. Bahunya kaku, napasnya berantakan. Matanya bergerak liar, mencari sesuatu yang bisa dijadikan pegangan.
"A-aku benar-benar tidak tau...! saat aku berpaling, seketika artefak itu menghilang"
Langkah Diluc maju satu tapak. Bayangannya menelan tubuh pria itu.
Diluc: Kau berusaha berbohong, ya? Itu tidak berguna! Ayo ikut aku ke penjara!
"T-tolong... jangan lakukan itu.. Aku tidak tau apa yang terjadi..! Sungguh!"
Diluc tidak menjawab permohonan itu. Rahangnya mengeras, suaranya turun, tapi tekanannya justru makin berat.
Diluc: Katakan itu di depan hakim, Bung
Keheningan jatuh sebentar.
Bukan jeda yang menenangkan, melainkan jeda sebelum sesuatu yang lebih buruk.
Diluc menarik napas panjang, seolah mencoba menahan sesuatu yang lebih besar dari amarah.
Diluc: Jika benda itu sampai jatuh ke tangan yang salah, tamatlah dunia ini! Mereka akan menggunakan kekuatan magis yang terdapat di dalamnya, dan memulai kehancuran dunia...
Tatapannya tajam, menusuk, penuh kecurigaan.
Diluc: Bagaimana bisa kau tidak melihat siapa yang mencurinya!
『Artifact Keeper』
Choi berdiri di sana bukan sebagai pencuri, tapi sebagai seseorang yang sedang dihancurkan oleh tanggung jawab yang runtuh di tangannya sendiri.
Choi: Sungguh... aku berani bersumpah atas nama Nocturnal kalau bukan aku yang mencurinya
Choi: Lagipula kenapa aku harus mengambil benda itu? Aku saja tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membuka sistem penjagaannya
Diluc tidak terlihat diyakinkan. Justru sebaliknya.
Diluc: Dan kenapa bisa sistem itu kalah dalam sekejap mata?
Nada suaranya dingin, tapi ada tekanan terselubung di baliknya.
Choi: Sudah kubilang aku tidak tau!
Satu langkah. Satu gerakan cepat...
Diluc mencekik leher Choi.
Udara seakan terhenti.
!!
Cengkeraman itu keras. Terlalu dekat. Terlalu personal.
Diluc: Jaga ucapanmu, tolol. Kau di sini sebagai tersangka, jangan sesekali kau menaikkan nada bicaramu padaku, mengerti?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Elder Scroll V: Skyrim [The end of Journey]
Action[Season 4] • Awal mula adanya cahaya kehidupan setelah berakhirnya The Ragnarok. 『Disclaimer❗ Cerita ini adalah karya penggemar dan tidak berafiliasi dengan Bethesda Softworks.』
![The Elder Scroll V: Skyrim [The end of Journey]](https://img.wattpad.com/cover/376216445-64-k649276.jpg)