Dari luar markas Xavieros terdengar bunyi dentuman motor.
"Nah itu pasti mereka," ujar Arlan.
"Gimana Dik? Lo siap?" tanya Marvin. Dika mengangguk.
Sepulang dari menghantar anak cewek, mereka membawa Dika ke markas dengan mengelabui mata-mata yang ditugaskan mengawasinya. Setakat ini masih belum ada pihak musuh yang tau dimana keberadaan markas Xavieros.
Terliat dari pintu, Nadia masuk bersama Nathan di samping nya. Mereka berdua duduk di kursi khas untuk mereka sebagai pemimpin.
"Dik lo gapapa?" tanya Nadia begitu dia duduk.
"Gue gapapa, Laura gimana?" tanya nya kembali.
"Dia baik-baik aja, sekarang lagi tidur sama yang lain," balas Nadia.
"Sekarang lo boleh cerita semuanya. Kita akan dengarin." ucap Marvin.
"Ini dimulai waktu gue dekat sama Sky. Dia sering nanya ke gue soal lo semua. Dan gue juga selalu bilang ke dia, kita cuman teman. Dan gue gak tau soal kalian yang menjadi mafia."
"Sampe suatu hari, Sky ngejebak gue tidur sama cewek lain. Sumpah, waktu itu gue gak ingat apa-apa, yang gue inget pas bangun tidur, di samping gue ada cewek," ucap Dika mendesah.
"Lo kenal sama cewek itu?" tanya Nadia dengan nada serius.
Ardika mengangguk menjawab, "cewek itu Selena." balasnya menunduk.
Sontak kesemua mereka membulatkan mata mendengar ucapan Ardika. Jadi Dika udah pernah tidur sama Selena?
"Sky ngancam gue, kalau dia akan cerita semuanya ke Laura. Nad, lo tau gue sayang sama Laura. Gue nggak mungkin khianatin dia. Gue dijebak Nad. Gue nggak mau kalau sampe Laura sakit gara-gara gue," suara Dika tenggelam timbul karna tangisannya.
"Gue udah pernah nolak, tapi dia malah ngancam bakal celakain Laura kalau gue ngga nurut apa kata nya. Gue takut Nad, gue takut Laura kenapa-napa." Ucap Dika sambil menjambak rambutnya sendiri karna frustasi.
Nadia menghela nafas dan menatap sayu pada sahabatnya, dia bangkit berdiri dan duduk disamping Dika sambil mengusap punggung cowok itu.
"Udah gapapa, kalau gue di tempat lo, gue pasti lakuin hal sama buat nyelamatin orang yang gue sayang," pujuk Nadia.
"Tadi Sky nyuruh lo buat apa? Gue dengar lo sebut nama Arlan?" Tanya Nadia dengan lembut.
"Dia minta gue buat nyuri laptop nya. Katanya ada informasi penting di situ," balas Dika.
"Brengsek! Ternyata mereka yang coba borgol sistem yang gue bikin," ujar Arlan menggeram marah.
"Sekarang lo udah aman, lo nggak usah dengarin apa kata nya. Biar ini menjadi urusan kita," ucap Nathan bangkit berdiri.
Serentak dengan itu, terdengar bunyi tembakan dari luar. Lalu satu dari anak buah nya berlari masuk dengan muka panik.
"King markas diserang, di luar ada banyak musuh,"
Sontak semuanya berdiri dan menatap Dika.
"Periksa dia," arah Marvin pada Anton.
Anton dengan segera memeriksa seluruh tubuh Dika. Lalu dia menemui alat pelacak di sembunyikan di sebalik kerah bajunya.
"Sialan! Lo ngejebak kita huh?!" bentak Anton marah.
"Maafin gue, gue harus lakukan ini demi ortu gue. Mereka di jadikan sandera oleh Sky dan Selena. Maafin gue," tangis Dika mengengsot duduk ke lantai.
"Dika!" seru Nadia tidak percaya. Menatap kecewa pada sang sahabat.
"Gue kecewa sama lo Dik," ucap Arlan membuang nafas kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Secret Wife
Fiksi Remaja( ON REVISION ) Nadia Akhbar seorang pelajar universiti. Jiwa nya tiba tiba termasuk ke dalam satu novel "My Girl Selena". Lebih parahnya dia menjadi watak sampingan yang memegang watak 'isteri rahsia sang antagonis'. Dia menjadi Nadine Celeste, se...
