Ext Chapter 4

49.5K 1.1K 30
                                        

Tiga tahun sudah berlalu sejak kematian Dika.

Nadia sering mengunjungi makam sahabatnya. Seperti hari ini dia datang lagi bersama Nathan dan teman-temannya yang lain.

Nadia duduk bersimpuh di samping makam Dika.

"Dik, hai aku datang lagi. Aku kangen banget sama kamu," ucap Nadia. Tanpa sadar airmatanya jatuh ke pipi.

"Kamu apa kabar di sana? Dik aku nggak tau ini udah berapa kali aku bilangin ini ke kamu. Tapi, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih udah nyelamatin aku. Kamu hebat Dik," ucap Nadia.

"Dik, aku kangen tau sama kamu. Kamu kenapa sih tega banget tinggalin aku, aku udah gada teman ribut lagi," celetuk Mina bersama air mata nya.

"Makasih ya Dik, udah mau jadi sahabat kami. Makasih uda menjadi pahlawan kesiangan buat Nadia," ujarnya lagi.

"Kita kangen sama kamu Dik," ucap Nadia dan Mina serentak. Lalu kedua sahabat itu berpelukan dengan juraian air mata.

"Dik, maafin aku ya. Aku gabisa halang Laura buat pergi. Dia udah pergi Dik, dia pergi membawa luka di hatinya. Dia pergi ninggalin kita semua. Tapi kamu tenang aja, dia pernah bilang ke aku. Dia akan tetap terus hidup buat kamu. Kamu akan tetap ada di hatinya. Kamu cinta pertama dan terakhir buat dia," ucap Clara sayu.

"Maafin dia yang nggak pernah datang buat jengukin kamu. Katanya, kamu tetap hidup dihatinya," ucap Siska yang sudah menangis sedari tadi.

Keempat gadis itu berceloteh seolah-olah Dika bisa mendengarkan mereka.

"Sayang kita harus pergi, Benji uda nangis di dalam mobil. Mama gak bisa bujuk dia," ucap Nathan memujuk sang isteri.

"Dik aku pergi dulu ya, anak buah kamu itu suka ribut kayak kamu juga. Ntar aku datang lagi bawa dia temuin kamu," ucap Nadia pamit.

"Kita juga Dik, kamu istirahat ya. Yang tenang di sana." ucap Mina menyapu arimata di pipinya.

"Kita pergi ya Dik," ucap Clara dan Siska serentak.

Mereka semua berlalu pergi dari situ. Yang tinggal hanya lah Nathan sendiri.

"Dika, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih udah nyelamatin Nadia. Kamu tenang aja, aku akan jaga mereka semua meski nyawa aku jadi taruhannya."

Tiga tahun berlalu cukup pantas. Nadia sudah melahirkan anak sulung nya, kini anak sulung nya sudah berusia 3 tahun. Dan sebentar lagi dia akan melahirkan anak keduanya.

Begitu juga dengan Mina, Clara dan Siska. Keempat sahabat itu hamil pada waktu yang sama. Tapi bagi ketiga nya itu adalah kehamilan pertama.

Nadia adalah orang pertama melahirkan di antara mereka. Anak keduanya juga laki-laki. Dia menamakan nya Zachary Alejandro.

Setelah itu di susuli oleh Clara dan Siska.
Kedua nya juga melahirkan anak cowok.

Clara memberikan nama pada anaknya Martin, sementara Siska memberikan nama anaknya Anthony. Masing-masing di ambil dari nama ayah mereka. Marvin dan Antonio.

Terakhir sekali Mina, yang melahirkan anak cewek. Alexis Kirana namanya.

-------------------------------------------------------------

Empat tahun kemudian,

Saat ini mereka keempat wanita, Nadia, Mina, Clara dan Siska sedang duduk di satu taman sambil memperhatikan anak-anak mereka yang sedang leka bermain bersama.

"Nad, andai aja Laura masih disini. Formasi kita bakalan lengkap," ucap Clara dengan nada sayu.

"Gimana kabarnya sekarang? Masih belum bisa dihubungi?" tanya Nadia.

Siska menggeleng. "Gada yang tau dia kemana. Ini sudah 7 tahun, tapi sama sekali gada kabar dari dia," balas Siska.

"Gue kangen masa-masa kita dulu." ucap Mina menunduk sedih.

Nadia membuang nafas nya. "Gue juga," lirihnya menatap langit.

"Mumy, liat tuh Zach ganggu Lexis lagi," seorang anak cewek yang kecil datang mengadu padanya.

"Diapain sama Zach?" tanya Nadia memangku gadis kecil itu.

"Dicium disini," balas gadis kecil itu menunjuk ke arah pipi kanannya.

Sontak mereka semua ketawa, "masa nggak mau di cium sama pangeran tampan," celetuk mina mencubit pipi anak kecil nya.

"Lexis gak mau sama Zach," celetuk anak kecil itu.

"Lho kenapa, anak mumy ganteng lho," balas Nadia bercanda.

"Dia bawel," balas nya. Membuat mereka semua ketawa terhibur dengan tingkah nya.

"Jodohin aja mereka berdua. Gue gemes liat mereka berdua." celetuk Clara.

"Ide yang bagus tuh," balas Mina tersenyum.

"Boleh juga, lagian gue sayang banget sama Lexis, pengen juga punya anak cewek." balas Nadia menyetujui.

"Lexis mau ngga nikah sama Zach?" tanya Clara pada anak kecil itu.

"Ngga, lexis tidak suka." Balas anak kecil itu memanyunkan bibirnya.

Lalu datang seorang anak cowok mendekati mereka.

"Lepasin mumy aku!"

"Nggak mau!"

"Ini mumy aku. Bukan mumy kamu!"

"Ini mumy aku juga!"

Kedua nya bertengkar merebutkan Nadia.

"Lho Min, itu anak kamu nggak liat kamu ada di sini," celetuk Siska.

"Tau ahh, itu anak lebih suka main sama Nadia daripada gue," balas Mina tertawa kecil.

"Fiks sih ini, harus dijodohin keduanya."

"Gitu tuh kayaknya."

Keempat sahabat itu terus saja bercanda dan saling bertukar cerita. Sehingga suami mereka datang menyertai mereka.

"Nat, aku sama Mina mau jodohin Zach sama Lexis," ucap Nadia membuat Nathan tercengo.

"Lho, malah dijodohin anak kita Nat," celetuk Arlan.

"Iya biar hubungan kita gak terputus iya kan Min,"

"Benar lo Nad." Balas Mina.

"Sayang, nanti saja kita bicarain hal ini ya. Anak-anak masih kecil," balas Nathan.

"Makanya dari kecil harus dijodohin biar gede mereka gak cari pasangan lain," ucap Nadia.

"Lagian mereka cocok kok." Balas Clara membela sahabat nya.

"Iya Nat, udah ikutin aja," balas Siska.

"Terserah kamu sayang," balas Nathan mengalah. Lagipula sejak kapan dia bisa menolak permintaan isterinya. Yang ada nantinya dia nggak di kasih jatah!

Marvin dan Anton sudah menahan ketawa mereka, memikirkan Nathan akan berbesan dengan Arlan. Yang mana keduanya yang punya sifat bertolak banding.

Seiring berjalan nya waktu, tidak sadar anak anak mereka sudah besar. Dan mereka pun hidup aman damai tanpa ada kemunculan musuh. Perniagaan mereka sentiasa berjalan dengan lancar.

Nathan dan Nadia akhirnya mengundurkan diri dari Xavieros karna kini klan itu dipimpin oleh anak sulung mereka, Benjamin.

Itulah akhir kisah dari Nadia dan Nathan. Yang meninggalkan suka, duka, tawa dan luka di sepanjang hidup di dunia bawah. Yang akan meneruskan kisah mereka adalah Zachary dan Alexis.

---------------------- T.A.M.A.T ----------------------

Antagonist Secret WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang