Topeng

709 28 3
                                        

Jihoon menghela nafas berat, sangat berat, dia membuka halaman selanjutnya dimana diceritakan tentang 10 pemuda yang tinggal dalam satu atap namun mereka bukan keluarga, mereka saling dekat, sangat dekat sampai satu hari ada seorang gadis yang masuk kedalam rumah itu dan menghancurkan semuanya, dia adalah gadis yang memiliki dendam pada satu orang, dirinya sebagai tokoh utama.

Semuanya menghakimi sang tokoh utama, dengan memiliki kepribadian yang tempramental dan juga urakan membuat mereka percaya jika sang tokoh utama benar-benar melakukan hal tak terduga pada gadis itu, melakukan tindakan tak senonoh bahkan melakukan hal mencela.

Mereka menghakimi tanpa menghubungi polisi, gadis itu seolah memegang kendali, kuasa berada ditangannya apalagi yang dia dekati adalah 2 donatur terkaya sekaligus pemegang tahta tertinggi.

Dia habis, dia mati dan itu secara mengenaskan, dibunuh secara perlahan dengan hal paling menyiksa, mental dan fisiknya hancur meninggalkan dendam yang membara.

Energi Jihoon seolah terserap, kali ini dia merasakan hal luar biasa ketika membaca buku halaman selanjutnya.

Jika sebelumnya Jihoon merasa kesal mungkin sekarang Jihoon merasa dirinya ingin sekali menghancurkan gadis manipulatif yang telah menghancurkan persahabatan 10 orang itu.

Meskipun dia harus merelakan harga dirinya.








*

*

*

“Lee Haera, anak dari seorang pelacur yang berambisi untuk menggeser tahta nyonya Park Rose, kau salah jika aku begitu bodoh untuk tidak mengetahui kehadiran mu, aku punya pilihan lebih baik kau pergi sekarang atau masih ingin bermain ular tangga dengan ku?”

Jihoon memundurkan langkahnya, pemuda itu tersenyum, terlihat mengejek, Jihoon bersiul, berjalan memutari gadis itu lantas berdiri tepat dibelakang gadis itu.

“Sampah selamanya akan tetap menjadi sampah, jangan pernah bermimpi untuk bisa masuk kedalam istana dan menghancurkan berlian yang sudah ada pemiliknya, aku peringatkan, kau akan hancur bersama ibumu seorang pelacur itu!”

Kedua tangan Haera terkepal kuat “Kau yang akan hancur, aku yang akan menghancurkan kalian berdua, aku akan membunuh kalian berdua tanpa tanganku sendiri, kita lihat saja siapa yang akan lebih dulu tersingkirkan!”

Jihoon tertawa sarkas “Bahkan meskipun itu hanya seujung kuku, kalian tidak sebanding dengan ku, miskin, pelacur, menjijikan, bermimpi saja setinggi tumpukan sampah, maka aku akan membuang kalian pada dasar jurang!”

Haera berbalik tangannya terangkat akan melayangkan tamparan namun Jihoon telah lebih dulu menahan tangan gadis itu.

“Mari bermain ular tangga, kau berusaha untuk menaiki tangga dan aku yang akan menjadi ular untuk membuatmu tetap berada dibawah!”

Wajah Haera semakin memerah, amarah terlihat jelas pada mata gadis itu.

PLAK!

“JIHOON!”

“Ini?” Jaehyuk buru-buru merebut tabung obat itu.

“Bukannya ini obat perangsang?”

Semuanya tentu saja tercengang.

“Astaga!”

Jihoon langsung berdiri, menarik beberapa lembar foto yang ada ditangan Junkyu.

“Ji jangan dilihat!”

“Ceritakan semuanya pada kami tentang Jihoon, semuanya yang kau ketahui!”

Haera menyeringai dalam diam, melihat Junkyu dan Hyunsuk secara bergantian.




*

*

*








“A-aku sudah bilang tidak, tapi dia terus memaksa hiks.. padahal aku takut, katanya karena suasana sedang sepi, aku takut..”

Dengan berderai air mata Haera menceritakan semuanya, kedua tangan Hyunsuk terkepal kuat, terlihat memendam amarah.

“Itu tidak mungkin, Jihoon tidak mungkin melakukan hal itu!”

Suara Yoshi membuat keadaan semakin mencekam, tampaknya sekarang ada dua kubu, yang berpihak pada Jihoon dan yang berpihak pada Haera.

“Hanya karena kau menyukainya tidak seharusnya kau terus membela tukang cabul seperti dia!”

“BAJINGAN TUTUP MULUT MU!”

Yoshi menepis tangan Haruto “Sampai Jihoon benar-benar diculik dan tuduhan tidak berdasar dari mu jalang sialan, maka aku akan benar-benar membunuh mu!”

“Yoshi sudah, kita cari Jihoon sekarang!”

Yoshi bergegas begitu saja memasuki rumah yang tertinggal diruang tamu hanya Hyunsuk, Asahi dan Jaehyuk.

Haera menyeringai, dia puas.








*

*

*







“YOSHI STOP!”

“KEMARI SIALAN AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUH MU!”

Tubuh Yoshi yang kecil ditahan oleh Junghwan dan Jeongwoo namun keduanya juga kewalahan, tenaga Yoshi seakan bertambah berkali-kali lipat.

Mereka semua kacau, Asahi dan Jaehyuk terdiam tak percaya, Haera syok, sedangkan Junkyu masih terdiam dengan tatapan kosong, bercak merah darah masih membekas pada kemeja putihnya.

Dia yang menemukan Jihoon, dia yang merasakan betapa dinginnya tubuh ringkih itu.

“Kenapa hah?”

Yoshi tertawa sarkas dengan air mata membanjiri kedua pipinya “Apa kau masih ingin membela mereka? memojokkan Jihoon? berkata jika ini hanya drama? setelah Jihoon hampir mati atau mungkin Jihoon tidak akan pernah sama lagi setelah ini!”

Hyunsuk meraup wajahnya, frustasi, dia tidak menyangka semuanya akan terjadi.

4,1 kword+

Kembali masuk dengan akhir yang menyedihkan, di novel kali ini yang dimasukinya Jihoon bertekad untuk memberikan ending yang luar biasa, menjebak wanita itu agar berada diposisinya.

“Sampah selamanya akan tetap menjadi sampah, jangan pernah bermimpi untuk bisa masuk kedalam istana dan menghancurkan berlian yang sudah ada pemiliknya, aku peringatkan, kau akan hancur bersama ibumu seorang pel- itu!”

Kedua tangan Haera terkepal kuat “Kau yang akan hancur, aku yang akan menghancurkan kalian berdua, aku akan membunuh kalian berdua tanpa tanganku sendiri, kita lihat saja siapa yang akan lebih dulu tersingkirkan!”

Jihoon tertawa sarkas “Bahkan meskipun itu hanya seujung kuku, kalian tidak sebanding dengan ku, miskin, pel-r, menjijikan, bermimpi saja setinggi tumpukan sampah, maka aku akan membuang kalian pada dasar jurang!”

Bxb.

Jihoon Harem.

22+

book a trip to the s.gameTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang