Topeng (2)

199 8 2
                                        

Benar perkataan Yoshi bahwa Jihoon tidak pernah sama lagi, keadaannya sangat buruk, Jihoon tidak mengamuk, Jihoon tidak menangis histeris tapi dia hanya terdiam dengan tatapan kosong, tapi justru hal itu yang membuat mereka sakit, melihat bagaimana dulu Jihoon yang senang membuat ulah, yang senang mencari masalah kini seperti mayat hidup yang tidak punya keinginan untuk melakukan sesuatu hal, singkatnya Jihoon depresi berat.

Pemuda itu hanya diam didalam kamar, mengurung diri tanpa mau bertemu siapapun, namun beberapa dari mereka bergantian untuk menjaganya ketika malam tiba, tertidur di kasur sebelah meskipun hampir setiap malam Jihoon selalu mengigau, meracau tidak jelas seperti sedang kesakitan.

“Kamu bisa keluar dan kalau Hyungsuk sudah pulang bilang aku mencarinya”

Haruto memberikan anggukan, dia menutup pintu kamar dengan rapat, selepas Haruto keluar, Junkyu berjongkok, pemuda itu menggenggam tangan yang terasa dingin, gemetar dan juga pucat.

“Kita tidur ya?”




“Mereka bergerak lebih cepat dan ikut campur terlalu jauh tentang masalah ini, Jihoon aku akan benar-benar membunuh mu dan ibu mu!”

Suara itu terdengar lirih tapi penuh akan tekanan, memberikan peringatan.

“Kita lihat siapa yang akan lebih dulu tersingkirkan, jalang!”

l
“Apa kamu akan tetap berdiri disitu? atau ingin makan dibawah?” Junghwan berucap pedas, nadanya menyindir.

“Seperti anjing!” Dan Haruto menyahut, gelak tawa ketiga anak sekolah itu membuat ruang makan yang semula hening kini ramai.

Tanpa tahu bahwa semuanya tidak berjalan sesuai rencana.

.

.

.

Kembali masuk dengan akhir yang menyedihkan, di novel kali ini yang dimasukinya Jihoon bertekad untuk memberikan ending yang luar biasa, menjebak wanita itu agar berada diposisinya.

“Sampah selamanya akan tetap menjadi sampah, jangan pernah bermimpi untuk bisa masuk kedalam istana dan menghancurkan berlian yang sudah ada pemiliknya, aku peringatkan, kau akan hancur bersama ibumu seorang pel- itu!”

Kedua tangan Haera terkepal kuat “Kau yang akan hancur, aku yang akan menghancurkan kalian berdua, aku akan membunuh kalian berdua tanpa tanganku sendiri, kita lihat saja siapa yang akan lebih dulu tersingkirkan!”

Jihoon tertawa sarkas “Bahkan meskipun itu hanya seujung kuku, kalian tidak sebanding dengan ku, miskin, pel-r, menjijikan, bermimpi saja setinggi tumpukan sampah, maka aku akan membuang kalian pada dasar jurang!”

Bxb.

Jihoon Harem.

22+

Topeng bagian kedua

Tbc

book a trip to the s.gameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang