Ada yang masih belum tidur? 👀
Alhamdulillah kita kembali dipertemukan di bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita lebih baik dari tahun kemarin. Semoga juga kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
Yang minta update cepet, nggak bisa ya. Karena saya juga kerja. Kita saling mengerti. Neken vote sama dengan dukung karya ini kalau emang layak didukung. Dukung buat yang ikhlas aja kok, nggak ada paksaan. 😉
Happy reading! ♥️♥️♥️
***********
Seseorang melambaikan tangannya ketika Nessa berjalan keluar dari Gedung Balairung. Iring-iringan para wisudawan-wisudawati yang melewati jalan keluar ini sedikit menghambatnya untuk segera mendekati sosok itu. Senyum semringah terus tersemat di bibir sosok itu. Di tangannya ada sebuket ukuran sedang berisikan cokelat kesukaannya.
"Congrats, Gemintang Kanessa Adhitama, S.Si," ucap sosok itu seraya merentangkan kedua tangannya.
Nessa tersenyum. Dia lantas menyambut rentangan tangan itu untuk dipeluknya. "Makasih, Parisya Magani yang S.Si-nya masih otewe."
Magani sontak mendengus. "Bisa becanda juga kamu?"
Nessa hanya tersenyum seraya melepas pelukannya pada sahabatnya itu. Magani terpaksa tidak bisa mengikuti wisuda pada September tahun ini karena skripsinya baru sampai bab 4. Kemungkinan dia baru bisa wisuda pada Februari tahun depan.
"Nih, buat kamu," ucap Magani seraya menyerahkan sebuket berisi berbatang-batang cokelat kepadanya.
"Thanks, Gani."
"Besok kalau aku wisuda, kasih aku buket bunga beneran. Jangan kasih aku buket yang isinya cokelat."
"Aku tahu kamu nggak suka cokelat. Nggak mungkin juga aku ngasih sesuatu yang nggak kamu suka."
Nessa menekuri buket cokelat dalam dekapan tangannya. Buket ini mengingatkannya pada buket yang pernah diberikan Gibran saat Nessa menjadi pemenang olimpiade sains nasional waktu itu. Cokelat dengan merk yang sama, bedanya hanya pada jumlah dan hiasannya.
"Keluargamu nunggu di mana?" tanya Magani mengalihkan perhatian Nessa.
Nessa memandang sekitar mencari keberadaan orangtuanya. Di antara ramainya orang, sulit menemukan ayah dan ibunya di tempat ini. Tadi, kedua orangtuanya itu ikut masuk ke dalam gedung sebagai tamu undangan. Sementara Arion dan Lovita menunggu di luar. Dua kakak perempuannya tidak bisa ikut mengantarnya ke sini karena anak bungsu mereka sama-sama tengah demam.
"Itu Kak Arion, kan?" tunjuk Magani saat pandangannya menangkap sosok Arion yang berdiri di bawah pohon besar bersama Lovita.
Nessa mengikuti arah yang ditunjuk Magani. "Iya. Kita ke sana, yuk!"
"Kamu aja yang ke sana. Aku mau nemuin temen kita yang wisuda hari ini. Aku belum ngucapin selamat ke mereka."
"Oh, ya udah."
"Tapi, kita belum foto berdua. Kita foto dulu."
Nessa menurut saat Magani mengarahkan ponselnya sedikit ke atas agar mereka bisa selfie. Ketika menyadari aplikasi kamera yang dibuka adalah Instagram, Nessa sontak bertanya, "Kamu mau bikin SG?"
"He'em. Siapa tahu dia ngintipin SG-ku."
"Dia masih lihatin SG-mu?" tanya Nessa spontan. Selama memiliki akun Instagram, Nessa belum pernah melihat unggahan apa pun di Instagram laki-laki itu. Entah di feeds ataupun di story.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inertia (TAMAT - LENGKAP)
Ficción GeneralSelalu ada banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran seorang Gemintang Kanessa Adhitama. Apa? Mengapa? Lalu, bagaimana?Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dalam benaknya seakan seperti milyaran bintang yang mengelilingi pusat galaksi. Namun...
