Tiga Belas

2.3K 292 87
                                        

Nungguin update, ya? 👀

Niatnya mau libur pas puasa aja, eeeeh nggak taunya jadi kebablasan. 😒

Happy reading! Lop lop seladang setegalan sekebon sesawah. 💕💕💕💕💕💕💕💕💕

*
*
*

"Sedikit hint, dia bakalan berbalik ke kamu."

Bulan lalu, dengan yakinnya Magani mengatakan itu kepadanya. Nessa bahkan sudah melakukan apa yang disarankan Magani.

Dia sudah mengganti akun Instagramnya dengan nama asli. ✓

Dia mengikuti akun Instagram @ravgibran. ✓

Dia juga boom like pada postingan di feeds Instagram selama dua tahun terakhir yang pernah diposting Gibran. ✓

Dia bahkan mengirim email yang berisi rumus-rumus Fisika mulai dari rumus persamaan relativitas umum Einstein hingga rumus persamaan Schroedinger. ✓

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

Tidak ada. Tidak ada apa pun yang terjadi. Akunnya tidak kunjung di-follback. Email yang dikirimkannya juga tidak dibalas. Lalu, tiba-tiba saja dia mendengar kabar yang luar biasa mengejutkan hatinya.

Gibran pulang. Kepulangannya bukan  sekadar untuk bertemu dengan perempuan itu. Dia pulang karena berencana ingin melamar perempuan itu.

Melamar perempuan itu.

Tiga kata yang sekonyong-konyong membuat hatinya terasa bekertak. Berderak-derak. Lalu, patah. Ternyata sudah sedalam ini perasaannya pada laki-laki itu. Saat dia baru menyadari seberapa dalam perasaannya, nyatanya semua sudah terlambat. Gibran telah menentukan pilihannya. Tak ada lagi kesempatan yang tersisa untuknya.

"Meooong ...." Suara eongan Gigemi mengalihkan perhatiannya.

Nessa mengelus kepala kucing itu lembut. "Aku harus pulangin kamu hari ini."

Semalam Gibran sudah sampai di rumah. Pagi ini, Nessa harus mengembalikan Gigemi pada pemiliknya. Dia tidak mungkin menahan Gigemi untuk terus berada di sini karena bagaimanapun kucing ini bukan miliknya.

"Meooong."

"Aku suka kebersamaan kita selama setahun ini. Kamu bahagia tinggal sama aku di sini, kan?"

"Meooong."

"Tapi, kamu harus pergi dari sini."

"Meooong ... meooong."

Tiba-tiba saja mata Nessa berkaca-kaca. Kehadiran Gigemi memberikan ruang tersendiri di hatinya. Meski berat, dia harus mengembalikan kucing ini pada pemiliknya.

Nessa menguatkan dirinya untuk bangkit. "Ikut aku!"

Gigemi sontak mengekor di belakangnya saat Nessa berjalan menuju pintu kamar, menuruni tangga, melewati halaman, lalu berhenti ketika sudah keluar dari pintu gerbangnya.

Nessa menekuk kaki untuk berjongkok. Sejurus kemudian, dia menatap ke arah pintu gerbang di sebelah rumahnya yang terbuka sedikit. "Pintu rumah kamu terbuka. Kamu bisa masuk di situ," tunjuk Nessa kemudian.

"Meooong ... meooong."

"Itu rumah kamu."

"Meooong ... meooong."

"Dia pasti nyariin kamu."

"Meooong."

Nessa tak mengacuhkan eongan Gigemi. Dia menepuk-nepuk pelan puncak kepala kucing itu. "Pulanglah!"

Inertia (TAMAT - LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang