Sebenarnya aku paling males ikut campur urusan orang. Tapi, nyuruh dia gerak itu macam kayak nunggu sloth nyebrang jalan. Lelet banget. Ngeselin. Nguji kesabaran. Plus geregetan sendiri.
So, mau nggak mau, aku yang harus gerak. Anggap aja aku ini katalisator di antara kalian.
Oke, aku nggak tahu kamu udah move on atau belum. Paling nggak, aku ngasih tahu beberapa hal yang nggak kamu tahu selama nggak ada di sini.
Satu, kucingmu yang namanya kayak cacing kremi itu tinggal sama dia dari hari Senin - Jumat. Bukan mamamu yang minta ngerawat kucingmu. Tapi, dia sendiri yang nawarin. Padahal, dia bukan pecinta kucing, tapi mau-maunya ngerawat kucingmu. Orang tenang dan teratur kayak dia, ternyata bisa panik juga pas kucingmu lagi sakit.
Dua, dia yang anti medsos sampai bikin akun Instagram dengan nama palsu. Tujuannya buat apa coba? Cuma buat stalking akunmu.
Tiga, entah kamu ngerasa heran atau nggak waktu nomor dia dimasukkan ke grup keluarga yang ada kamu di sana. Kalau tebakanku sih, dia yang minta Kak Arion buat masukin ke grup.
Empat, dia yang nggak suka selfie, herannya langsung mau kuajak selfie abis wisuda. Dia nggak masalah waktu tahu mau kuposting buat SG. Sebelum ini, tahu sendiri, kan? Mana mau dia kayak gini.
Oke, segitu aja kayaknya cukup. Nggak dijelasin pun, aku yakin, kamu bakalan tahu alasannya kenapa dia tiba-tiba jadi begini.
Magani mengecek kembali DM yang dia kirimkan pada Gibran sejak hari kemarin. Hingga pagi ini, DM itu belum juga dibaca oleh laki-laki itu.
Karena tak kunjung ada pergerakan dari Nessa, pada akhirnya Magani terpaksa harus turun tangan. Menunggu Nessa bergerak itu seperti menanti seekor kungkang yang tengah menyeberang di jalanan ramai.
Magani mendengus kasar. "Jangan-jangan dia beneran hapus aplikasi Instagram, makanya DM-ku nggak dibaca?" tanya Magani bergumam sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inertia (TAMAT - LENGKAP)
Fiksi UmumSelalu ada banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran seorang Gemintang Kanessa Adhitama. Apa? Mengapa? Lalu, bagaimana?Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dalam benaknya seakan seperti milyaran bintang yang mengelilingi pusat galaksi. Namun...
