Terdapat adegan kissing, jika tidak berkenan membaca bisa dilewati, tidak menyebabkan kehilangan alur.
~Happy reading~
💚💚💚
•
•
•
Sorenya adem banget walau hati author sedang tidak baik-baik saja. Mari kita lanjutkan chap ini dengan si babu kania.
Kania anaknya sebenarnya mageran tapi dia jalan di pinggir jalanan yang sepi, dia berjalan santai dengan jaket denim melapisi kaos tipis berwarna putih miliknya, tentunya jaket milik kekasihnya.
Dengan senyum manisnya, ia berjalan menuju sebuah taman yang menurutnya tempat kenangan terbaik miliknya.
Tepat disebuah bangku taman yang menghadap kearah jalan raya dan diseberang nya terdapat sebuah kedai es krim yang viral di sebuah aplikasi tok tok.
Kania mendekat ke bangku tersebut dan mendaratkan dirinya ke bangku taman dan menyandarkan kepalanya ke belakang tepat di pinggir bangku taman.
Entah kenapa dibuat sebuah bangku taman di trotoar, bahkan taman terdapat dibelakang bangku.
Kania tak peduli itu, ia hanya peduli dengan kenangan yang ia dapat dari tempat ini, kenangan yang menggelitik perut yang membuat ingin terbang.
Kekehan manis terdengar dari mulut Kania, ia tersenyum manis saat kenangan-kenangan itu muncul.
Flashback on..
Kania berlari dengan sangat kencang Akibat ini adalah edisi terbatas varian es krim terbaru di 'kedai semasta' sebuah kedai terkenal di tok tok, ia tak mau kelewatan.
Dengan langkah perlahan yang kencang memudar pelan, kekecewaan terlihat di raut wajahnya saat melihat kata 'close' di kedai tersebut.
Dengan hati yang hancur bagai ditikam teman dari belakang, Kania menyebrangi jalanan yang ia lihat terdapat bangku taman disana.
Ia menjatuhkan dirinya di bangku tersebut dengan menatap kosong ke arah kedai yang tutup.
"Sial!"
Kekesalan itu ia lampiaskan dengan menendang krikil yang ia lihat di sekitaran trotoar tersebut.
Kania merasa kesal akibat ke exited nya yang tidak bisa ia kurangi, membiarkan dirinya sepulang sekolah tanpa berganti baju dan berlari seperti kesetanan takut kehabisan.
Ia mendongak menatap ke langit-langit yang tertutup pohon-pohon rindang yang membawa ketenangan bagi Kania, ia menutup matanya merasakan ketenangan yang dia kuasai setelah kekesalan nya tadi.
Tess
Sebuah cairan dingin menetes di hidungnya menyebabkan ia membuka mata yang langsung menatap sebuah Retina berwarna hitam legam yang menatapnya teduh.
"Lu ngapain disini, cill" Ucap orang itu yang langsung mendudukkan diri disamping kania.
"Cal cil cal cil!!" Kesal Kania tapi langsung teralih dengan sebuah ember eskrim penuh akan rasa, varian terbaru kedai semasta.
Tatapannya yang kesal langsung berubah menjadi berbinar-binar ke arah Vano yang menatapnya dengan alis terangkat satu.
"Kenapa? Mau? Nih" Vano menyodorkan ember kecil penuh es krim itu ke arah Kania yang langsung diterima dengan senang hati oleh Kania.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANEL FAM
SonstigesHanya sebuah cerita dari sebuah keluarga, Tidak untuk menyinggung orang lain, namun jika ada kesamaan nama, tapi gak mungkin, mohon dimaklumi. BOOK SPESIAL ALIEN JANGAN PLAGIAT, BAHKAN BIKIN CERITA KAYAK GINI!! MURNI CERITA DARI AUTHOR!! JANGAN SIDE...
