~ Happy Reading~
💚💚💚
•
•
•
"Mata lo buta apa?"
Jika kalian menebak itu nathan, maka kalian salah.. Itu Nareka.
Semua orang disana tentunya terkejut dengan logo di jaket Nareka dan vano, dan satu lagi dong, si nathan.
"Ranel ternyata guys hahahaha" Tawa asahery yang menggema bagaikan Mulut tetangga.
Vano yang geram pun menarik kerah asahery yang masih tertawa remeh "Maksud Lo apa, Anjing!"
Kania yang melihat itupun menghentikan Vano agar tidak kelewat batas "Udah- udah, jangan berantem!" Tariknya ke lengan Vano.
Dug
Bukan, itu bukan Nareka ataupun neila, itu nathan yang mengambil tongkat bisbol yang ia rebut dari neila untuk memukul kaki asahery.
"HEYY!" Neila berujar panik memegang kerah belakang nathan dan menariknya ke belakang.
"Anak setan mati, ntar lu di gentayangin iblisnya" Kesal Neila menabok pelan tangan nathan.
Namun tarikan itu terlepas saat asahery menarik kerah nathan dan membogemnya dengan brutal.
Bughh
Bughh
Paw
Bughh
Vano yang melihat itu maju menendang perut asahery dan menarik kerah nathan, nathan kayak lagi di ajang tarik tambang jadinya.
"Brengsek! Berani banget lu nyari gara-gara, minimal berani cari istri lah kocak!" Vano maju dan memukuli anggota kenzio, yahh daripada bonyok Nareka sama nathan bantu lah nonjok-nonjok.
"Itu abang gue apa setan gue ya? Atau ketuker?" Bingung Neila, perang neii!.
Kania menabok pundak Neila panik "Heh bego! Itu gimana hentiin mereka asyu! Banyak warga ntar"
"WOY! Yok beli es krim, gue yang traktir!" Teriak Neila.
Dan berhasil menghentikan mereka dan menatap minat ke arah Neila, membuang kerah-kerah yang mereka pegang dan mendekat ke arah Neila.
Neila mengusap hidungnya dengan jempolnya dan menatap Kania yang cengo. Ibaratnya Neila bilang 'easy' macam Bruce Lee.
"Yokk.. Di kedai es krim semasta yak!" Ucap Vano mengapit kepala Neila di ketiaknya.
"Ketek lu bau bangke asuu~ AAAAA" Rengek Neila ingin melepas dari maut.
"Bentar!! Beli dessert dulu, baru es krim" Henti Kania di arah jalan Neila sama Vano yang mau pergi duluan.
"Haa? Dimana njir?" Tanya Vano.
"Ntuuuu, di depan monyet yang lu pukulin" Tunjuk Kania ke kedai depan anggota kenzio yang sudah tepar.
"Oww, ntar gofood aja, gue beliin ntar, sekarang ayo ke kedai es krim" Kata Vano mengapit Kania di lengan satunya.
"BANGKE, BAU NERAKA!" Teriakan penyiksaan Neila.
KAMU SEDANG MEMBACA
RANEL FAM
De TodoHanya sebuah cerita dari sebuah keluarga, Tidak untuk menyinggung orang lain, namun jika ada kesamaan nama, tapi gak mungkin, mohon dimaklumi. BOOK SPESIAL ALIEN JANGAN PLAGIAT, BAHKAN BIKIN CERITA KAYAK GINI!! MURNI CERITA DARI AUTHOR!! JANGAN SIDE...
