11

39 11 133
                                        

~Happy reading~
💚💚💚


#pulang sekolah

Jika kalian bertanya pulang sekolah adalah hal yang dinanti oleh para siswa? Tentunya tidak wahai teman-teman.

Kenapa tidak? Karena disekolah adalah tempat healing terbaik daripada dirumah karna pastinya sibuk dengan tugas rumah ataupun kerjaan seperti para anggota kita ini.

"Hufttt.."

Dengan tangan terkepal menyembunyikan keringat juga getaran, helaan nafas yang sudah berkali-kali dihembuskan membuat kania masih tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang semakin keras berdetak.

Jika ditanya, maka bayangkan jika kalian diposisi kania sekarang.. Yang dimana didepan kalian ada segerombolan anak-anak yang diyakini anggota kenzio, sebenarnya kania sudah menghubungi yang lain, tapi..

Jarak antara kania dan yang lain jauh sekitar 5 Kilo, dan itu cukup lama jika mereka berlari ataupun berjalan bahkan ngesot sekalipun.

Tapi sepertinya pembuat masih dipihak kania, lihatlah seorang gadis dengan petantang-petenteng menggunakan tongkat bisbol seperti sun go Kong berjalan ke arah kania.

Jika kalian tebak itu neila, maka kalian benar.

"Lu ngapain kesini, kakak ipar?" Tanya neila membuat sang lawan bicara memutar bola matanya malas.

"Gue niatnya mau beli dessert yang viral di tok tok, tapi tuh segerombolan hama ada di onoh, gimane gue mau lewat" Balas kania.

"Gini loh kakak iparku tersayang.." Ucap neila dengan senyuman manisnya "ntu dessert letaknya jauhnya 5 KILO dan lu kesini JALAN KAKI kurang kerjaan amat lu" Kesalnya.

Kania yang mendengar itu hanya menampilkan deretan gigi manisnya.

"Dahlah, Lewatin aje, kalo macem-macem kita buat satu macem" Jelas neila membuat kerutan didahi kania.

"Apaan tuh?"

"Lari"

Perkataan neila membuat kania semakin kesal, yang tadinya jantungnya berdisko ria, sekarang ber dangdut ria.

"Lah gunanya lu bawa tongkat bisbol itu apa, monyet!" Sarkas kania.

"Biar keren ajalah, lagian gue ini neila bukan monyet.. Belum bagi-bagi makanan gue" Kata neila lalu mengambil sebuah kacamata hitam yang bersengger di saku nya dan memakainya dengan begitu santainya.

"Terserah"

Mereka berjalan seperti anak yang tersesat dari hutan lebat, terlihat dengan jalannya yang tegang dan nampak begitu jelas kegugupan di muka mereka.

Hingga ketegangan itu menjadi kesal dikarenakan salah satu segerombolan genit itu atau seluruhnya?

"Hai maniss"

Suara yang membuat kania dan neila begitu mual, seperti ada cacing yang merayap ke atas tenggorokan nya.

"Jangan jual mahal dong" Salah satu anggota dengan jaket bernama Hyun do datang menghampiri mereka bedua dan hendak mencolek dagu mulus neila tapi neila menepisnya dengan tongkat bisbol nya.

"Woooo agresif sekali guys" Ucap salah seorang anak bernama asahery kalo gak salah penglihatan si kania.. Pikiranya pun melayang dengan asah pisau.

"Jangan macem-macem ya buntut kudanil!" Ancam neila membuat tantangan bagi orang didepannya.

"Gak akan macem-macem kok maniss, cuman 1 macem doang" Kata orang disamping asahery yang neila yakini nama orang itu Jo hiin.

"Nih congor berani banget godain gue" Kata neila santai, padahal dirinya sudah dag dig dug serr.

"Hahahaha..."

Semua yang mendengar omongan neila pun tertawa terbahak-bahak.

"Tawa lu jelek, sini gue pakek in masker" Kania menunjuk asahery lalu mengambil masker ditas nya dan memasangkan dengan.. Kemiringan 180°

"Nahhh.. Cocok buat jamet"

Dengan kesal asahery melepas maskernya kasar dan mendekati Kania yang dihalangi tangan seorang buaya.

"Berani banget lu" Kata buaya itu yang tak lain adalah vano yang baru saja sampai.

Asahery menepis tangan itu dengan kasar "siapa lo? Mau jadi pahlawan makhluk aneh ini?" Tanyanya.

"Yang aneh itu adek gue, yang mau lu deketin pacar gue! Ngapa lu!" Balas vano membuat neila ingin mementingkan kepalanya dengan tongkat bisbol.

"Lo cuman sendiri, jangan ngacau." Kesal jo hiin.

"Mata lo buta apa?"

...

Beberapa orang berkumpul di sebuah lab yang sebenarnya bukan lab tapi.. Alatnya lebih komplit dari lab yang sebenarnya.

"Identifikasi percobaan 15 gagal" Chazel berujar lalu merebahkan diri ke sofa.

"Gilak nih gua, gilakkk" Rengek Rika sudah diujung tanduk.

"Mantap!! Gue udah mau nyusul kakek gua" Kata hegar yang sudah putus asa.

"Cocot youuuu" Kesal Rika melesakkan sebuah paprika kedalam mulut jegar.

"Coba pakek formalin, mana tau berhasil" Usul tifani

"Hancur lah fan! Dimane-mane nyari identifikasi itu pakek Luminol" Terlihat atas kepala Rika sudah mendidih.

"Kakk~~ gimana ini~~" Rengek indah yang ternyata ikut andil dalam proses yang tidak baik bagi kesabaran setipis angin.

"Lu tanya gua? Kimia gue aje 70 suruh kayak begono" Raniya menjawab dengan senyumannya.

"Jawaban lu aja yang kagak masuk diakal wehh! Pinter lu tuh, cuman jawaban lu terlalu tepat sampe guru pun gak tau lu nulis apaan" Kata Naza meluruskan, meluruskan menuju mala petaka.

"Kayaknya kita butuh Larutan phenolphthalein" Kata chazel lalu mengotak atik dus larutan kimia.

"Hah apa? Penelope?" Bingung Fitri.

"Pelenolep ege" Koreksi Pinka seraya menoyor fitri.

"Phenolphthalein kakak-kakakku sayang" Jawab indah dengan senyuman manisnya.

Mereka berdua pun hanya cengengesan.

GEDUBRAK

Sebuah pintu yang tertutup harus terbuka paksa dengan aisyah yang menendangnya.

"Ngapa ngab?" Tanya fitri.

"Capek gua anjing, si tua keriput mata satu dakjal itu ngasih gua hukuman lari keliling lapangan 30x bareng yaya" Jelas aisyah lalu merebahkan diri di sofa.

"Iya wehh, cuman gara-gara nabrak anaknya si Michelle" Adu yaya merebahkan diri disamping aisyah.

"Lu juga ngapain nabrak si Micelar water?" Tanya fitri dengan nada kesal.

"Biasa, tuh anak ngelonte in si helion" Paparnya.

"KETEMUUUU!!!" Teriak histeris Rika membuat semua sorot mata tertuju untuknya.

"Siapa?" Tanya raniya.

"Profesor Vientiane" Jawab chazel

Mereka semua saling tatap dan tahu waktu nya untuk apa.

"Siasat."

...

...

TBC

Oke sudah i saja.. Draft terakhir ini teh. Dahlah bayu

💚💚💚

RANEL FAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang