rebutan

140 11 5
                                        

hari ini terasa berbeda bagi eric karena saat ini dirinya tengah berjalan seorang diri di area sekolah. apalagi semenjak knight of the road dan dragon shadow terlihat bersatu eric tidak pernah berjalan sendiri karena pasti setidaknya ada satu atau dua orang yang menemaninya, bel jam istirahat akhirnya berbunyi tanpa sengaja eric berpas pasan dengan changmin dan chanhee

eric tersenyum melihat si kembar secara reflek eric melompat mengangetkan si kembar lalu merentangkan tangannya tidak lupa mengeluarkan suara aneh yang menarik perhatian beberapa orang

" OIII KE KANTIN YOO " teriak eric

changmin tertawa melihat energi eric yang luar biasa, berbeda dengan changmin yang terlihat senang chanhee justru mengangkat sebelah alisnya bingung

" julid amat tuh muka " sindir Eric kepada chanhee

" apasih muka gue biasa aja " chanhee bersedekap dada

changmin membawa tangan kiri chanhee kedalam genggamannya yang hangat, changmin hanya ingin menghindari kemarahan chanhee kepada eric karena saat ini keadaan chanhee sedang sensitif

" ngapain sih lo " sarkas chanhee

" gue laper " changmin berkata lembut ke arah chanhee

chanhee melepaskan tangan changmin dari tangannya lalu berlalu pergi tanpa sepatah katapun membuat changmin menunduk sedih

eric beralih merangkul pundak changmin

" lo lagi ada masalah sama cakra? " eric bertanya dengan nada yang hati hati karena takut menyinggung perasaan changmin

changmin menunduk sedih semenjak pertikaian mereka kemarin chanhee terus menghindarinya hanya didepan kedua orang tua mereka saja chanhee bersikap biasa saja selebihnya chanhee selalu menghindararinya

" gue bingung mau ngomong apa tapi ada satu hal yang lo harus tau, lo ga sendiri kita semua bakal terus ada disamping lo apapun keadannya "

" setelah kejadian keos di rumah sakit? " eric terdiam, eric bukannya tidak tahu perubahan apa saja yang ada didalam pertemanan mereka semua, eric hanya ingin bersikap biasa saja untuk memastikan kembali bahwa mereka baik baik saja

" kita jenguk dirga ke rumah sakit sepulang sekolah yu "

" gue takut cakra makin jauhin gue " lirih changmin

" AHH SIALAN KENAPA JADI GINI BRENGSEK " teriak eric kesal melepaskan rangkulannya ditangani changmin lalu berlari menjauh sesekali menendang udara kesal

changmin menatap sendu ke arah eric yang berjalan menjauh, perasaan changmin saat ini semakin merasa bersalah atas apa yang terjadi selama ini jika saja changmin lebih keras menahan doyoung dan andai saja jika changmin dulu tidak bertemu dengan doyoung saat itu apakah doyoung masih baik baik saja namun semua itu hanya andai saja bagi changmin

pandangan changmin bertemu dengan hyunsuk yang perlahan berjalan ke arahnya lalu menarik pelan tangan changmin ke rooftop sekolah sesampainya disana hyunsuk menatap ke arah lapang dimana banyak siswa siswi yang berlalu lalang hanya kesunyian yang menemani mereka berdua, menikmati kesunyian dengan hembusan angin yang menerpa wajah mereka seolah olah angin itu membantu mereka berdua untuk memecahkan keheningan

" kak maaf " changmin yang pertama kali mengeluarkan suaranya yang terdengar seperti bisikan lembut

hyunsuk tersenyum lalu menatap ke arah changmin sebelum memegang pundak anak itu

" maafin kakak sama yang lain ya? maafin juga omongan ajun yang keterlaluan ya? kaka tau kaka ga pantes minta maaf sama kamu setelah kejadian di rumah sak... " ucapan hyunsuk terhenti ditenggorakannya ketika changmin memeluknya erat dengan tangisnya yang pecah, ini kali pertama hyunsuk melihat changmin menangis

Berandalan  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang