terungkap

231 16 2
                                        

jam dinding sudah menunjukan jam satu dini hari lorong lorong rumah sakit tampak lenggang hanya terdengar langkah kaki perawat yang masih berlalu lalang, jam dinding terus berdetak pelan seolah menghitung waktu yang semakin terasa lambat dari biasanya disepanjang lorong ruang tunggu sudah berjejer dengan rapi kursi yang hanya diduduki oleh hyunsuk, jihoon, haruto dan junkyu

teman temannya sudah pulang karena mendapatkan teguran dari seorang perawat karena terlalu banyak orang yang menunggu doyoung, teman temannya sempat berdebat dengan perawat itu namun tetap saja teman temannya kalah karena tidak mau ada pertikaian lain akhirnya junkyu meminta untuk mereka pulang dengan dalih akan mengabari mereka ketika ada hal apapunyang terjadi

sebenarnya junkyu sudah meminta haruto untuk pulang begitupun dengan hyunsuk yang meminta jihoon untuk pulang namun keduanya menolak dengan alasan mereka ingin menemani keduanya alhasil saat ini haruto sedang memejamkan matanya dengan kedua tangan yang tidak pernah melepaskan tangan junkyu sedangkan jihoon sedang memejamkan matanya dengan kepalanya yang menyender kepada bahu hyunsuk

" udah ngabarin papa belum? " hyunsuk menoleh ke arah junkyu yang sedari tadi menunduk dengan mata yang sesekali terpejam lelah, melihat junkyu yang menggeleng hyunsuk berinisiatif untuk memberi tahu keadaan doyoung yang sebenarnya namun hyunsuk tampak terlihat ragu tiba tiba terlintas di pikirannya sejak kemarin papa si kembar yang berusaha mencari keberadaan doyoung bahkan papa si kembar mengarahkan orang orangnya untuk mencari ke setiap penjuru untuk menemukan doyoung

hyunsuk menggadahkan kepalanya pusing memikirkan bagaimana keadaan doyoung dan bagaimana reaksi papa si kembar jika mengetahui ini, hyunsuk menghela napas entah apa yang akan terjadi kedepannya dengan si kembar maupun dengan teman temannya terlebih dengan juyeon dan chanhee yang terlihat lebih emosi, hyunsuk mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi papa si kembar

hyunsuk menggadahkan kepalanya pusing memikirkan bagaimana keadaan doyoung dan bagaimana reaksi papa si kembar jika mengetahui ini, hyunsuk menghela napas entah apa yang akan terjadi kedepannya dengan si kembar maupun dengan teman temannya terlebi...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


hyunsuk terdiam menatap layar ponsel yang menampilkan room chat antara dirinya dengan papa si kembar, hyunsuk tidak menyangka jika papa si kembar akan segera datang ke rumah sakit bahkan tanpa menunggu lama pesannya langsung dibalas ketika menyangkut tentang doyoung perlahan kekhawatiran hyunsuk kepada papa si kembar berkurang

beberapa saat papa si kembar terlihat berlari dari arah pintu masuk penampilan papa terlihat sangat berantakan perlahan langkah papa si kembar melambat begitu mendekati junkyu, papa melihat ke arah junkyu yang terlihat jauh dari kata baik namun pandangannya terpaku pada tangan junkyu yang memiki bercak darah yang sudah mengering 

" jun gimana keadaan dirga " junkyu tersentak mendengar suara papa yang tiba tiba ada didepannya

" papa ngapain disini " junkyu menatap nyalang ke arah papa

" jun papa mohon " mata papa kini terlihat berkaca kaca melihat betapa keras kepalanya junkyu

junkyu memalingkan pandangannya sungguh junkyu tidak tega melihat keadaan papa yang terlihat kacau meskipun saat ini junkyu dalam keadaan marah kepada papa namun tak bisa dipungkiri bagaimanapun papa tetaplah papa salah satu orang yang junkyu sangat sayangi, junkyu menghela napas lalu menunduk

Berandalan  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang