Cast:
(GS)
Haruto as Hazellyn Alea Sagama (Hazellyn)
Jeno as Juan Manuel Orion (Juan)
Hyunsuk as Hariz Thama Arasha (Hariz)
Jihoon as Jovan Andreas Putra (Jovan)
Yoshi as Jaden Zaleo Ethan (Jaden)
Junkyu as Juna Almaraja Bramasta (Juna)
Jaehyuk as Josiel Geralio Gibran (Josiel)
Jaemin as Jeremy Alvarez Arsenio (Jeremy)
Asahi as Sasa Alfea Dealova (Sasa)
Doyoung as Daniella Adiva Zealoves (Daniella)
Haechan as Hanna Gleoviska Lavendra (Hanna)
Jeongwoo as Justin Refandra Ganendra (Justin)
Junghwan as James Galaksa Reynando (James)
Mark as Mahendra Dicaprio Aldebaran (Mahen)
Renjun as Raina Alana Athanius (Raina)
Chenle as Clarissa Messya Ambara (Clarissa)
Jisung as Jerome Geano Putra (Jerome)
***
"Hazellyn!" Suara cempreng Sasa menggema di ruang tengah kosan Bu Lina. "Lo liat nggak sih postingan terbarunya Anya Geraldine? Duh, body goals banget!"
Hazellyn yang lagi nyeruput es teh di sofa cuma ngangguk sambil scroll layar ponselnya. Cantik-cantik gini, Hazellyn lebih suka rebahan sambil nonton drakor daripada ngikutin trend terkini.
"Eh, ngomong-ngomong," Sasa melirik ke arah pintu, "itu si Juan kok belum kelihatan batang hidungnya ya? Biasanya jam segini udah nongkrong di sini sambil bikin lawakan recehnya."
Belum selesai Sasa ngomong, pintu depan kebuka dan muncullah sesosok cowok ganteng dengan senyum lebar yang menampilkan deretan giginya yang putih. Siapa lagi kalau bukan Juan Manuel Orion, si biang lawak kosan.
"Assalamualaikum, para penghuni surga dunia!" seru Juan sambil melangkah masuk.
"Waalaikumsalam," jawab anak-anak kosan serempak, kecuali Hazellyn yang cuma melirik sekilas.
"Pada lagi ngapain nih? Jangan pada kangenin gue ya," kata Juan sambil nyengir.
"PD banget lo, Juan!" celetuk Daniella yang lagi latihan dance di pojokan ruangan.
"Ya iyalah, Daniella. Kegantengan gue ini udah level internasional," balas Juan sambil mengedipkan sebelah matanya.
Hariz yang lagi asyik memetik gitar di balkon cuma geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis. Sementara Jovan yang baru selesai latihan basket langsung nimbrung.
"Eh, Juan, lo tau nggak bedanya jam dinding sama lo?" tanya Jovan sambil smirk.
Juan langsung memasang muka berpikir keras. "Hmm, apa ya? Jam dinding buat liat waktu, kalau gue buat diliatin?"
"Salah! Jam dinding ada angkanya, kalau kamu ada di hati aku," gombal Jovan sambil tertawa.
Sontak seisi ruang tengah langsung riuh dengan sorakan "cie-cie". Juan cuma bisa cengo sambil garuk-garuk kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruto centric
Short Storykumpulan oneshoot haruto bersama para seme. yang homophobic harap skip! janlup vote & komen
