GS!!
Zara as haruto
Arga as jihoon
Rio as jeongwoo
Zara, cewek savage tapi penakut akut, terpaksa pindah ke sebuah rumah tua di pinggir kota yang terkenal angker. Bukannya takut dan langsung kabur, Zara malah nantangin semua hantu yang ada di sana. Alasannya? Biar dia bisa cepat-cepat pindah lagi karena rumah itu warisan neneknya yang nyentrik abis dan Zara nggak betah jauh dari mall dan wifi kencang. Tapi, Zara nggak nyangka, salah satu "penghuni" rumah itu ternyata hantu ganteng super nyebelin yang punya selera humor receh dan hobi banget bikin Zara naik darah. Belum lagi, ada kutukan aneh di rumah itu yang bikin Zara dan si hantu nggak bisa jauh-jauh, dan anehnya, interaksi mereka malah menimbulkan perasaan yang nggak terduga. Antara takut, kesel, dan... kok jadi deg-degan gini?!
"Demi skincare mahal gue, ini rumah apa kandang kebo?!" Zara menggerutu sambil menyeret koper branded-nya yang rodanya udah mau copot di jalan setapak penuh kerikil. Rumah warisan neneknya ini bener-bener out of the box. Bukan cuma tua, tapi juga kelihatan kayak bekas syuting film horor low budget. Jendela pecah, cat mengelupas, dan aura mistisnya udah kerasa dari gerbang reyot.
Baru aja Zara menginjakkan kaki di teras berdebu, tiba-tiba ada suara melengking tepat di telinganya. "Hoooo..."
Zara langsung melonjak kayak anak kucing kaget. Dia celingukan, tapi nggak ada siapa-siapa. "Oke, ini pasti cuma suara angin," gumamnya mencoba menenangkan diri, padahal jantungnya udah dugeun-dugeun nggak karuan.
Pas dia lagi berusaha membuka pintu yang engselnya karatan, suara itu muncul lagi, kali ini lebih dekat dan lebih... nyanyi? "Hoooo... baby one more time..."
Zara memutar bola mata. "Sialan! Ini hantu kurang kerjaan apa gimana?" Dengan keberanian yang entah dari mana datangnya, dia berteriak, "Woi! Kalau mau nakut-nakutin, yang serem dikit napa?! Britney Spears udah old school tahu!"
Tiba-tiba, dari balik pilar muncul sesosok... cowok ganteng?! Eh, tapi badannya agak transparan gitu. Dia nyengir lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya. "Yah, selera musik gue emang agak vintage. Nama gue Arga, dan lo pasti Zara, si cucu nyentrik yang katanya nggak percaya hantu."
Zara melongo. Hantu? Ganteng? Nyebelin? Ini mimpi buruk apa fanfiction absurd?
Zara menatap Arga dengan tatapan menusuk, mencoba mencerna fakta bahwa dia baru saja diajak ngobrol sama... hantu. "Lo... lo beneran hantu?" tanyanya masih nggak percaya, sambil mencubit lengannya sendiri. Sakit. Oke, ini bukan mimpi.
Arga menyandarkan punggungnya yang tembus pandang ke pilar. "Ya iyalah, masa sales panci? Lo lihat sendiri kan, gue agak glowing gini." Dia mengangkat tangannya, memperlihatkan efek transparan yang samar.
Zara bergidik geli. "Gue kira hantu tuh serem, kayak di film-film. Yang mukanya ancur, suaranya mendesis..."
"Yah, itu mah hantu mainstream. Gue mah hantu indie, selera humor gue juga beda," sahut Arga sambil terkekeh pelan. Tiba-tiba, dia menghilang dan muncul tepat di belakang Zara, membisikkan, "Boo!"
Zara kembali melonjak, kali ini sambil reflek memukul udara. "Sialan lo, setan alay! Bisa nggak sih lo nakut-nakutin yang beneran?!"
Arga muncul lagi di depannya, cengengesan. "Santai, neng. Ini baru pemanasan. Lagian, muka gue ganteng gini masa mau dibikin ancur? Nggak aesthetic banget buat feed neraka."
Zara memutar bola mata. "Neraka juga ada feed Instagram-nya emang?"
"Ya iyalah! Biar para demit bisa pamer OOTD (Outfit of the Damned) gitu," jawab Arga enteng.
Selama beberapa hari berikutnya, kehidupan Zara di rumah angker itu jauh dari kata tenang. Arga hobi banget ngasih prank nggak jelas. Mulai dari suara-suara aneh di malam hari (yang ternyata cuma dia nyanyi karaoke lagu-lagu lawas), memindahkan barang-barang Zara ke tempat yang nggak mungkin (dia nemuin sikat giginya di dalam kulkas!), sampai yang paling parah, tiba-tiba munculin bayangan laba-laba gede di dinding kamar mandi pas Zara lagi mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruto centric
Cerita Pendekkumpulan oneshoot haruto bersama para seme. yang homophobic harap skip! janlup vote & komen
