Aku selalu terlihat benar di mata mereka.
Pintar, penuh perhitungan,
terlihat berpendirian kuat dengan segala argumen yang aku punya.
Aku tak pernah kehabisan kata-kata,
selalu tahu kapan harus berkata sesuatu yang tepat.
Tapi aku tahu,
seperti biasa, mereka hanya melihat apa yang aku tunjukkan—
bagian yang sudah terstruktur, yang mudah dipahami.
Namun kamu,
kamu yang lebih dekat,
kamu mulai melihat hal-hal kecil yang ku sembunyikan—
bagaimana aku bisa terlalu memikirkan segala hal,
sampai lupa untuk merasa.
Kamu melihatku lebih dari sekadar penampilan luar,
melihatku yang kadang malah kesulitan mengungkapkan perasaan
karena terlalu logis dan terstruktur.
Ada sisi lain yang berhasil kamu lihat tentangku
aku yang lebih suka sneakers ketimbang heels,
lebih sering mengutak-atik masalah daripada berbicara tentang perasaan.
Di matamu, aku aneh.
Tapi aneh yang kamu pilih untuk diterima,
karena kamu tahu, ada lebih banyak dariku
selain semua yang orang lihat.
Aku mungkin bukan perempuan seperti yang kebanyakan orang harapkan—
tapi entah kenapa, kamu selalu membuatku merasa tepat,
seperti aku adalah diriku sendiri,
tanpa harus mengubah apapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejenak
PoetrySebelum jarum detik berdetak Dijalan yang hampa Sebentar ku bersinggah
