"Mencintai dengan tulus adalah ketika kamu tetap memilih dia, bahkan saat kamu tahu kamu bisa pergi kapan saja."
Lokasi Rahasia - Titik 7-Emerald
Good morning for China Tiongkok
Pagi yang indah, dingin, dan segar membuat orang kembali beraktivitas.
Linyi yang baru saja mandi, mengenakan baju putih lengan pendek, jaket hitam, dan celana hitam, tertidur di sofa kamar tempat Jennie dirawat. Wajahnya terlihat tenang meski tubuhnya masih memikul amarah dan kesedihan.
Tiba-tiba, Jennie mulai berteriak ketakutan dalam tidurnya. Matanya tertutup, namun air mata mengalir deras. Linyi terbangun dan langsung berlari ke ranjang.
"Ruby, sayang?" Linyi memegang Jennie yang menggigil.
"Tolong aku..." ucap Jennie dengan suara gemetar.
"Aku di sini, sayang," bisik Linyi sambil menahan tangan Jennie yang ingin mencabut infusnya. Ia memeluk erat tubuh Jennie.
"Jangan nangis..." Linyi tak bisa menahan air matanya.
"Sepertinya dia trauma..." batinnya.
"Aku akan bunuh kau... siapa pun yang menyakitinya..." gumamnya tajam. Ia menatap lurus ke depan dengan penuh dendam.
"Kau harus membalasnya," ucap Linyi pada dirinya sendiri sambil terus menenangkan Jennie.
"Udah, sayang... aku di sini. Aku nggak akan biarin siapa pun nyakitin kamu lagi."
"Tzuyu, kamu udah siap?" tanya Sana sambil menyisir rambutnya.
"Tunggu... kamu udah telpon Chen buat jemput kita belum?"
"Belum."
"Ya udah, telpon dulu."
"Kamu aja. Malas, ah."
"Nelpon aja malas," gumam Tzuyu sambil meraih ponselnya.
"Gue bukan malas, cuma malu aja karena kejadian kemarin..." batin Sana.
"Halo, Chen? Kamu di mana?" tanya Tzuyu.
"Baru sampai depan hotel. Turun aja, gue tunggu."
"Oke, kami turun sekarang."
Mereka keluar dari hotel, menuju lift. Saat turun, Tzuyu sesekali menoleh ke belakang.
"Kamu ngerasa ada yang ngikutin kita nggak?"
"Nggak ada lah. Ini hotel bintang lima, nggak mungkin ada penyusup. Yuk, Jennie udah nunggu."
-------------------
Di sisi lain, Taehyung mulai menuruni tangga darurat.
"Mereka udah di lift. Kalau gue ikut lift juga, bakal ketahuan. Turun tangga aja."
Dengan kecepatan tinggi dan ketepatan luar biasa, Taehyung menuruni tangga satu per satu, mengejutkan tamu hotel yang melihat.
Sesampainya di lantai bawah, dia bersembunyi di balik pilar. Nafasnya berat.
"Capek? Ini nggak sebanding sama sakit di dada gue... dan isi kepala yang isinya cuma Jennie," batin Taehyung.
Saat dia hendak melangkah keluar, seseorang menahan lengannya.
"Taehyung?" panggil wonyoung
Taehyung menoleh. Matanya tajam. Wajahnya dingin.
"Ngapain lo di sini?" tanya Wonyoung muncul bersama Yujin dan lala
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐀𝐄𝐍𝐍𝐈𝐄
Fanfic🌌 "Ketika Cinta dan Takdir Tidak Berjalan Seiring..." 🌌 Apa jadinya jika seorang pria dingin, kejam, dan tertutup-yang bahkan menjauh dari keluarganya dan membangun dunianya sendiri-dipertemukan dengan gadis polos, tulus, dan penuh cinta? Kim Taeh...
