"antara dua dunia¹⁸🌍

52 1 0
                                        

"Jangan habiskan hatimu untuk orang yang bahkan tak ingin memegangnya."

"

Halo! Lo siapa dan apa maksud foto yang kau kirim tadi malam?!" ujar Wonyoung kesal saat menelepon seseorang.

"Kamu gak perlu tahu siapa aku. Seharusnya kamu berterima kasih, karena aku udah tunjukkan langsung cowok yang kamu idam-idamkan selama ini ternyata sudah jadi milik orang lain," jawab suara di telepon itu.

"Kamu gak tahu aku kayak apa," ucap Wonyoung dingin.

"Kalau aku udah benci sama orang, aku bisa membunuhnya. Kalau tanganku tergores sedikit, pelakunya harus hancur. Dan kalau lukanya lebih dalam? Maka dia gak pantas hidup," lanjutnya tajam.

"Sadis banget. Psikopat girls," sindir suara itu.

"Bantu aku, maka masalah keuanganmu selesai," ujar Wonyoung tenang.

"Sekarang aku ada di pihakmu. Aku bakal terus memantau siapa cewek itu," balas orang itu.

"Anak pintar, suka duit. Aku suka," ucap Wonyoung sinis.

"Apa pun demi anak terkaya pemilik perusahaan terbesar di Korea dan China," kata orang itu lagi.

"Wow, sepertinya kamu kenal aku lebih dari yang aku kira," jawab Wonyoung sambil menutup telepon.

"Apakah kamu yakin mau kerja sama dengan dia?" tanya Yujin khawatir.

"Gimana kalau dia penghianat?" lanjutnya.

"Dia cuma cewek biasa. Cukup lemah buat aku. Kalau dia penghianat, gak mungkin dia kirim foto itu ke aku," jawab Wonyoung tenang.

"Dia cuma wanita pecundang gila duit."

"Tapi tetap hati-hati ya," pesan Yujin.

"Santai aja. Seorang Wonyoung lebih licik dari seekor kancil," jawabnya percaya diri.

------------------------------------------------------
"Nah, gaya yang tangguh!" seru Jennie sambil memotret Linyi.

Cret... crett...

"Ganti gaya!" teriak Jennie.

Cret... crett...

Jennie terus memotret Linyi yang berpose anggun di dekat taman dengan wajah menawan.

"Mana coba, liat?" tanya Linyi.

"Wow, perfect!" puji Linyi.

"Siapa dulu dong fotografernya?" jawab Jennie dengan gaya imut.

"Sekarang gantian, aku foto kamu!" ajak Linyi.

"Gak ah," tolak Jennie.

"Eh, gak adil dong. Gantian!" paksa Linyi.

"Ayo cepat!"

"Ya udah dehh," Jennie akhirnya mengalah.

"Perlihatkan gummy smile kamu itu!" seru Linyi.

Cret... crett...

"Ganti gaya! Pake wajah cemberut," kata Linyi.

"Hah? Cemberut? Gak mau ah, jelek," jawab Jennie.

"Aku suka liat kamu cemberut, gemesin banget," ujar Linyi.

"Apasih, lebay banget," kata Jennie.

"Cepet Ruby~," desak Linyi.

"Yaudah deh, kamera punyaku juga. Bisa aku hapus nanti kalau jelek," ucap Jennie.

Cret... crett...

𝐓𝐀𝐄𝐍𝐍𝐈𝐄Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang