"Seung, lo dari kemarin nyariin Sunghoon kan?"
"Liat deh, ini bukannya Sunghoon ya yang lagi sama Jay?"
---
destined
---
"Hey, ngantuk ya?" atensi Jay memang sedari tadi terbagi antara jalanan di depannya dan sosok yang berada di kursi penumpang tepat di sebelahnya.
Sunghoon yang diajak bicara hanya menggeleng pelan menanggapi pertanyaan Jay barusan.
Memang bukan mengantuk sih, mungkin lebih tepatnya lelaki itu lemas.
Terkuras energinya setelah seharian menghabiskan waktu dengan Jay.
Senang? Tentu saja, Jay memperlakukannya dengan baik, bahkan sangat baik.
Jauh berbeda dengan seseorang yang untuk mengingat namanya saja Sunghoon malas.
Tapi, apa yang salah, perasaannya ada rasa yang sulit ia ungkapkan.
Hampa, atau merindu, entahlah.
"Sini nyender ke bahu Kakak, kalau kesitu nanti kening kamu kena bentur kaca, Hoon." masih berusaha fokus dengan kemudi, Jay perlahan membawa kepala yang lebih muda untuk bersandar padanya.
Entah perjalanan mereka memang masih jauh dan memakan waktu cukup lama atau Jay yang sengaja membawa mobilnya dengan kecepatan pelan, alibi ingin lebih lama berduaan dengan Sunghoon.
Ada banyak hal yang ingin lelaki kelahiran bulan april itu bicarakan.
Tentang bagaimana rumit hubungan antara dirinya dan Heeseung yang Jay pikir mungkin Sunghoon baiknya tau.
"Lagi capek banget ya? Mau tidur aja atau mau sambil dengerin Kakak cerita?" tanya Jay sesekali mengusapi surai hitam Sunghoon.
Kepala dan tubuhnya ia angkat, penawaran yang menarik dan sejujurnya Sunghoon tunggu.
"Kalau mau nanya aja boleh?" lelaki itu membenarkan posisi duduknya, kembali merebah pada sandaran kursi.
Tentu saja ia cukup paham jika Jay benar-benar bisa keram jika selama perjalanan ini dirinya bersandar padanya.
"Boleh dong, mau tanya apa?" kali ini malah Jay yang penasaran, pertanyaan apa yang akan Sunghoon tanyakan padanya.
Walaupun ia sudah bisa menduga jika pertanyaan itu tidak akan jauh-jauh tentang Heeseung.
"Kak Jay... Deket banget ya sama Kak Heeseung?"
"Bunda Kak Heeseung bilang cuma Kak Jay satu satunya teman yang pernah diajak main ke rumahnya."
Terlalu jauh dari dugaannya walaupun tetap dalam jangkauan membuat Jay sedikit terkaget dengan pertanyaan yang barusan dilontarkan Sunghoon.
Jay berdehem sebelum menjawabnya.
Momennya seakan begitu tepat ketika Jay akan menceritakan segalanya namun Sunghoon malah lebih dahulu bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
destined x heehoon
Fanfictionsunghoon terlambat untuk menyesal karena tentang dirinya dan heeseung nyatanya hanya sebuah permainan dengan perasaan sebagai taruhannya. Ⓒlovintheice - twitter
