Pagi telah datang sinar mentari seakan malu malu mengintip lewat celah jendela, mengusik dua gadis yang sedang tertidur sambil berpelukan.
Zhou shiyu menggeliat pelan tat kala mentari mengusik tidur nyenyaknya, matanya ia paksa untuk terbuka.
Helaan nafas terdengar semar dikamar itu, kalah dengan deru nafas wang yi yang tampaknya tak terganggu sama sekali dengan binar mentari yang menerobos masuk.
Gadis bertubuh kecil bergerak dengan perlahan berusaha melepaskan pelukan dari gadis yang lebih besar darinya.
" Mau kemana " Ucap wangi dengan suara seraknya tanpa membuka matanya.
Shiyu tersenyum " Aku, akan membuat sarapan, lalu siap siap dan pergi ke kantor "
" Pergi bersamaku "
Shiyu menggeleng pelan " Kamu, datanglah lebih siang, cukupkan tidurmu "
Wang yi mengeratkan pelukannya, tak menjawab apapun membuat shiyu menghela nafasnya pelan, gadisnya tak ingin dibantah dan shiyu sadar akan hal itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 tapi wangyi tak menunjukan tanda tanda akan bangun, sedang diujung sana ponsel shiyu berdering terus menerus.
Lagi helaan nafas itu terdengar lagi, tapi kali ini terdengar lebih berat.
" Kenapa ? Kamu gelisah, ponselmu ? Kamu khawatir ? " Ucap wangyi yang kini sudah membuka matanya
" Yiyi, dibanding dengan ponselku aku lebih mengkhawatirkan kamu, kamu melewatkan sarapanmu " Shiyu menatap mata tajam itu dengan sayu membuat si empunya tersenyum tipis
" Jadi "
Shiyu mengerutkan bibirnya " Bangun, mandi dan aku akan menyiapkan sarapan untukmu
Wang yi mengangguk " Terimakasih "
Cup
Wang yi mencium bibir tipis itu, hanya kecupan biasa tapi mampu membuat shiyu terdiam pipinya merona merah hingga ketelinga sedangkan sipelaku sudah pergi meninggalkan shiyu seorang diri dengan jantung yang terus menerus berdetak tak karuan.
Dan pagi ini, disaksikan binar mentari, ciuman pertama bagi keduanya berlangsung.
Meski hanya kecupan, tapi mampu merubah hari keduanya lebih ringan.
Berharap hari hari selanjutnyapun akan lebih baik, untuk keduanya.
.
.
..
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
JENGGALA
Teen Fictionwang yi biarkan aku menjelma sebagai bunarmu amerta dalam hatimu akan ku jaga daksamu dengan baik meskipun kau ucapkan hidupmu bak jenggala gelap dan sunyi, dan mungkin binarku tak mampu menembusnya, aku akan tetap memaksa aku akan terus menjaga bi...
