Haii readers, apa kabar?? maaff banget ya nge gantung sampe setahun... aku selama setahun ini fokus banget buat memperbaiki nilai² akuu, jadi ga sempet lanjutin book ini. tapi aku usahakan setelah ini aku bakalan rajin up, okee deh langsung aja ke Yosan yaa.
Pagi-pagi sekali Rio sudah memarkirkan motornya didepan rumah Sandy, 5 menit berlalu Rio tak kunjung melihat pujaan hatinya keluar dari balik pintu rumahnya. Akhirnya ia pun mengambil ponsel miliknya dan membuka apk hijau untuk mengirim pesan pada Sandy.
ROOM CHAT:
Rio: gue udh didepan, buru keluar
Tak ada jawaban dari Sandy, karena terlalu lama menunggu balasan dari pujaan hatinya, akhirnya ia pun menekan logo telfon.
SANDY POV
📞CALLED.....
Gue kebangun gara-gara hp gue bunyi, sial siapa sih pagi-pagi gini udah telfon gue. Ganggu banget.
Gue ambil hp gue dan gue angkat tanpa gue lihat siapa pelaku yang udah telfon gue pagi-pagi dan ganggu waktu tidur gue.
"Halo"
"Buruan, gue di depan"
Ucapan orang di telfon itu bikin mata gue langsung melek, yang awalnya masih ngantuk banget tiba-tiba langsung seger, gue kenal banget suara ini. Ini suara si Rio. Gue kaget plus bingung, bertanya-tanya dalam hati 'ngapain ni anak jam segini udah nangkring depan rumah gue'.
"Lo ngapain bego jam segini ke rumah gue, masih pagi ini"
"Ya jemput lo, masa iya gue kesini jemput mak lo"
"Gue belum mandi Jing, gue bangun aja gara-gara lo telfon gue"
"Yaudah buruan mandi, gue tunggu 10 menit"
"Gue-"
📞TUT TUT TUT...
Bocah babi, gue belum sempet jawab udah di matiin. sumpah gue males banget mau mandi, mana masih pagi banget, ini baru jam 06.12 jir, gelo kali si Rioanjing itu.
AUTHOR POV
Mau gak mau Sandy akhirnya memilih untuk bangun dari tempat tidur, dia berjalan ke arah kamar mandi dengan rasa malas yang setia menempel padanya.
Setelah mandi Sandy mulai bersiap dan turun ke bawah, dia mencari ayah dan mamanya. Ia melihat mama nya sedang memasak di dapur, dan mungkin ayahnya masih tidur. Ia menghampiri mamanya dan berpamitan.
"Mama, Abang berangkat dulu ya" Pamit Sandy.
"Loh tumben bang berangkat jam segini? kerasukan apa kamu?" Mama Ika terheran melihat anaknya yang molor ini tiba-tiba bangun pagi dan udah siap berangkat sekolah.
"Ck.. abang udah di jemput ma sama Rio, gatau juga tuh kunyuk kenapa jemput Abang se pagi ini" Jawab Sandy.
"Aduh aduh anak gantengnya mama, udah gapapa itung-itung biar pernah kamu berangkat pagi, biar ga telatt terus kamu itu" Mama Ika tersenyum ke arah Sandy.
"Iya deh ma, yaudah Abang berangkat dulu ya ma, titip salam buat ayah" Sandy menyalimi mama Ika dan mulai beranjak ke pintu depan.
Saat sudah di depan rumah dia segera menghampiri Rio dengan muka kusutnya.
Rio yang menyadari kehadiran seseorang langsung menoleh ke arah Sandy.
"Kenapa muka lo kusut begitu? Tanya Rio
"Ya menurut Lo aja Jing, ini masih pagi dan Lo udah nangkring disini, Lo ganggu waktu tidur gue ya nyet" Jawab Sandy kesal.
"Gue cuma mau ngajak Lo sarapan bareng" jawab Rio seadanya.
"Astaga, ya gak sepagi ini juga monyett" Sandy berusaha untuk menahan kekesalannya yang sudah mencapai level max.
"Udah buruan naik, keburu siang" Rio mengakhiri obrolan saat itu.
Sandy naik ke atas motor Rio. Honda CBR 250 RR berwarna hitam itu melaju meninggalkan pekarangan rumah Sandy, Membelah jalan dengan sangat lincah.
Motor itu kian menepi, dan berhenti di depan gerobak soto di pinggir jalan, dekat dengan sekolahnya. pagi ini cukup ramai pembeli, Rio memesan soto dan Sandy mencari tempat. Rio menghampiri Sandy di salah satu meja di dekat pohon.
Rio memandangi pujaan hatinya, 'indah' satu kata yang menggambarkan Sandy, ia tidak akan pernah bosan untuk memandangi pemuda yang di depannya.
Sandy yang merasa sedari tadi ada yang memperhatikannya pun mulai menaikkan kepalanya dan memandangi Rio, alisnya terangkat karena Rio sama sekali tidak berkedip.
"Nyet, Lo ngapain ngeliatin gue sampe segitunya? gue tau gue ganteng, tapi ya jangan gitu juga lo liatinnya, kata pedofil anjir" Kata Sandy.
"Gue cuma mau menikmati keindahan pacar gue aja, emang kenapa? gaboleh?" Jawab Rio.
"Aelah gatau deh terserah lo aja" Sandy kembali sibuk pada benda pipih miliknya.
Tak lama soto pesanan mereka pun datang, mereka segera memakan soto itu.
Rasanya nyaman ketika kita bisa merasakan sarapan dengan orang yang kita cinta, energi serasa di cas sampe full.
Setelah makanan habis dan Rio membayar, mereka bergegas berangkat ke sekolah agar tidak terlambat.
5 menit perjalanan dari tempat mereka sarapan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya, yaitu sekolah.
Rio turun dan melepas helmnya, begitu pun Sandy. Rio yang melihat rambut kekasihnya berantakan, dengan sigap dia merapikan rambut Sandy.
"Langsung ke kelas, jangan bolos" Peringatan dari Rio untuk Sandy.
"Bawel Lo, mau gue bolos apa engga itu terserah gue" Jawab Sandy.
"Kalau di kasih tau itu nurut. jangan banyak komplain" Rio menjitak kening Sandy.
"Sakit nyet" Ucap Sandy sambil memegangi jidatnya.
"Udah sana ke kelas, kalau nanti Lo nyari gue, gue ada di ruangan gue" Setelah mengatakan hal itu, Rio pun pergi meninggalkan Sandy.
Sandy hanya menggerutu kesal, dia mulai berjalan memasuki kelasnya, karena sebentar lagi bel sekolah akan berbunyi.
Sesampainya di kelas Sandy langsung duduk di kursinya, dia meletakkan kepalanya di lipatan tangannya.
KRINGG...
Alright students are time to enter the first hour, please to immediately enter their respective classes, because learning will start.
Guru di kelas Sandy sudah datang, Sandy celingukan mencari 2 tuyulnya, entah kemana 2 sohibnya itu, apa kah mereka janjian membolos? lantas mengapa mereka tidak mengajak Sandy juga?.
Tidak mau ambil pusing, Sandy lebih memilih untuk kembali meletakkan kepalanya pada lipatan tangannya, tak perduli pada guru yang sedang menyampaikan materi.
skip...
KRINGGG...
Time of first rest
Bel istirahat berbunyi, Sandy membawa kakinya melangkah keluar dari kelasnya, dan dia berjalan ke arah ruang OSIS. Saat di koridor..
Brukk...
Sandy kaget karena dia tiba-tiba di tabrak oleh seseorang, namun lebih kaget lagi karena sandy melihat siapa pelaku yang menabraknya itu.
"Sandy..." Seseorang itu menyebut nama Sandy, namun sangat lirih..
HAYOO SIAPAA YAA ITUUU
nahh udah habis aja nih chapnya, yang penasaran tunggu chap berikutnya ya, jangan lupa vote biar aku semangat up lagii.
BYEE READERS!!
KAMU SEDANG MEMBACA
YOSAN
RandomCerita ini murni dari karangan saya sendiri di larang plagiat Sandy badboy sekolah yang hobinya telat, dan suka bikin onar, suatu hari Sandy di pertemuan dengan seseorang yang bernama Rio, Rio adalah Ketos, Rio di kenal karena sifat dingin dan tegas...
