.
Happy reading😊
Mata Kyura tak hentinya dibuat takjub saat melihat kemewahan ruman keluarga Ardio,dimulai dari halaman luas yang terdapat kolam renang,lantai marmer yang indah sampai berbagai furnitur mewah yang mengisi rumah. Terdapat pula banyak lukisan yang Kyura yakini harganya bernilai fantastis. Kyura seakan melakukan tour saat di tuntun menuju kamar Ardio oleh seorang perempuan paruh baya yang minta disebut Bu Ratih
Mungkin kah ini gambaran nyata mansion di dunia per Wattpad an yang pernah Kyura baca?
Saat sampai didepan pintu berwarna hitam,tangan bu Ratih berniat mengetuk pintu, namun sebelum itu terjadi,seseorang berjas putih terlebih dahulu membuka pintu berniat ingin keluar.
"Demamnya masih tinggi,namun kondisinya sudah mengalami peningkatan. Pastikan Ardio rutin meminum obatnya sampai habis"
"Aden selalu ngeyel kalau urusan makan pas sakit,paling dia cuman mau minum jus atau susu. Nyerah ibu kalau bujukin aden makan" terlihat raut begitu Khawatir diwajah bu Ratih yang sudah mulai keriput. Terlihat jelas kalau bu Ratih benar benar sangat peduli terhadap Ardio.
"Usahakan walaupun hanya dua sampai tiga suap. Perutnya jangan sampai kosong saat menelan obat"
"Baik dokter. Saya usahakan"
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Mari saya antar kedepan"dokter itu hanya menganggguk
"Silahkan masuk nak,saya permisi mengantar dokter dulu"ujar Bu Ratih dan dia langsung pergi meninggalkan Kyura setelah tersenyum ramah
Dengan ragu Kyura melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam,bahkan Kyura terus saja memeluk tas Ardio yang dibawanya karna terlalu gugup
begitu masuk Kyura disuguhkan dengan pemandangan kamar yang luas dan didominasi dengan warna hitam serta abu abu. Aroma parfum yang sering Ardio kenakan juga menyeruak di indra penciuman Kyura.
Kyura mengedarkan penglihatannya hingga dia melihat sosok yang tengah rebahan dengan seluruh badan ditutupi selimut tebal,saat Kyura semakin mendekat,maka semakin erat pula pelukan tangan Kyura pada tas Ardio. Kyura sangat gugup karna ini pertama kalinya dia masuk kedalam kamar seorang cowok.
"Dio,gu..gue"Kyura mencoba menenangkan dirinya yang kini merasa bersalah ketika melihat Ardio yang tergeletak dikasur "gue mau minta maaf,gue tau gue salah,tapi itu beneran gak disengaja,waktu itu gue beneran lupa.maafin gue ya?"dengan perlahan Kyura melangkah kearah kasur Ardio,kemudian dia meletakkan tas Ardio disamping kasur
"Lama"
Kyura dibuat meringis saat mendengar suara lirih Ardio. Terbiasa dengan suara bentakan Ardio membuat Kyura agak aneh saat mendengar suara parau cowok didepannya.
"gue emang telat,bahkan telat banget dateng kesana,tapi gue emang gak sengaja.gue sadar gue salah,makanya gue kesini buat mastiin kesalahan lo, dan maaf gara gara gue lo jadi kaya gini. Sumpah gue gak maksud buat gak dateng"Ardio hanya diam tak berniat menjawab atau menyangkal ucapan Kyura
"Gue udah nelpon lo tapi gak lo angkat. Gue juga telopnin Azka mau nanyain kabar lo,tapi semalem dia gak aktif dan tadi malem dia juga gak ngangkat telpon gue"
Kyura akui kalau dulu dia memang sering menyumpahi Ardio supaya sakit atau ji'un,tapi itu dulu dan itu hanya ocehan asbun saat dia merasa kesal, dan Kyura bersumpah kalau dia tidak ingin Ardio benar benar sakit apalagi sampai meninggal.
"Lo cuman nelpon gue sekali"
"Loh,emang harus berapa kali?"
Ardio hanya berdecak sambil membuang muka,yang membuat Kyura mengerutkan keningnya karena kebingungan
KAMU SEDANG MEMBACA
A REASON
Novela Juvenil"WE NEVER MEET A WRONG PERSON,EVERYTHING HAS A REASON" ~~~apa memang harus pakai cara ini dulu biar gue bisa narik perhatian lo?~~~~
