Dari kecil kurang bahagia, sudah dewasa juga hanya melanjutkan hidup seadanya.
Kapan bisa terlepas dari lingkaran derita yang seolah tidak ada habisnya.
Siapa yang sebenarnya gagal? Bapak sebagai orang tua atau justru aku sebagai anak.
Bisa jadi kita berdua yang sama sama gagal.
Pada akhirnya hidup adalah menerima hidup untuk melanjutkan hidup.
Aku belajar merelakan luka luka yang kupunya untuk jadi pengingat diri. Dan luka luka yang pernah kurasa tidak boleh ikut serta di hidup anak anakku nanti.
Pak, aku juga ingin seperti anak lain. Yang tidak perlu menjadi dewasa lebih cepat karena dipaksa keadaan. Aku juga ingin di besarkan dengan pelukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kertas Pendengar
Cerita Pendek... hmm kalian mau cerita disini? yuuk cerita engk bisa lewat komentar bisa lewat DM pribadi ko... nanti cerita kalian kalau diijinkan kutulis di setiap part cerita ini... "betapa kehancuran rumah itu sangat berpengaruh kepada mereka yang mengalam...
