41.a big mistake

1K 264 19
                                        

Waktu terus berlalu, dan kini Lisa sudah memasuki ujian akhir semester. Sebentar lagi anak itu akan berpisah dari Seulgi. Membayangkannya, Lisa menjadi kurang semangat, sebab sang sepupu akan melanjutkan pendidikan di senior high school. Meskipun mereka berada di satu wilayah yang sama nantinya, tapi tentu saja mereka berbeda gedung. Dan karna hal itu, Lisa sekarang begitu menempel pada Seulgi

Seperti sekarang, Lisa tengah memeluk lengan Seulgi erat, seolah ia takut jika sedikit saja pelukan itu dirinya lepas, Seulgi akan menghilang. Memang ada saja tingkah si bungsu ini

"Adek, lepas dulu ya tangan Ugi, nih tangan udah mati rasa banget tau dek, lepas dulu ya, pleassssss" Lisa menggeleng tak setuju

"Enggak, adak mau meluk Ugi lama lama, nanti pasti adek sulit buat ketemu Ugi, soalnya gedung sekolah kita udah pisah" Seulgi menatap ketiga teman Lisa, seolah memohon bantuan, agar mereka mau membujuk Lisa untuk melepaskan pelukannya

"Lily, lepas dulu tangan Ka Uginya, anaknya mau makan tuuh" pinta Yeri

"Enggak, biar adek suapin Ugi aja, Ugi cukup duduk diam pokoknya" Seulgi menghela nafasnya lemah

"Dasar bayi gede posesif" gumam Seulgi menatap Lisa pasrah

"Ugi buka mulutnya, adek bakalan suapin Ugi, sampe makanan Ugi ini habis" Seulgi dengan pasrah menuruti kemauan Lisa tanpa protes sedikitpun. Ketiga orang yang memperhatikan keduanya, hanya bisa menahan tawa, apalagi melihat wajah masam Seulgi



🤍

Waktu menunjukan pukul delapan malam, dan kini keluarga Lee tengah duduk berkumpul di living room, sembari menonton siaran televisi. Lisa sedari tadi sangat fokus memainkan ponsel sang Mommy. Jennie begitu gemas melihat wajah polos adik bungsunya itu, dirinya juga mulai bercanda dengan si bungsu

"Fokus banget hmmm, padahal yang ngajak kita semua nonton juga adek, tapi yang ngajak malah fokus main ponsel, simpan dulu yukk ponselnya" gemas Jennie sambil menekan nekan pelan pipi Lisa yang berisi

"Adek mau main game ini sampai selesai dulu ka Nini"

"Enggak seru banget, iyaa kan everyone?" semuanya serentak mengangguk sambil memperhatikan Lisa dan Jennie, lalu setelahnya kembali fokus menatap televisi

"Simpan dulu ya, kita nonton bareng, kan jarang tuh kita sekeluarga kumpul begini, okeee sayang?" bujuk Jennie yang memang akhir akhir ini keluarga mereka begitu sibuk dengan urusan masing masing, sehingga waktu mereka untuk berkumpul bersama sekedar mengobrol dan menonton televisi pun jarang terjadi

"Hmmm sabar ka Nini, bentar lagi, adek udah hampir menang ini" tanpa mau mendengar ucapan Lisa lagi, Jennie lalu mengambil ponsel itu dari tangan si bungsu

Melihatnya, tentu Lisa tidak terima"kaka, ihhh siniin enggak ponselnya, adek udah hampir menang itu!" pinta Lisa dengan raut wajah kesalnya. Tapi Jennie justru tidak mau memberikan ponselnya

"Dengerin ka Nini, adek bisa main ponsel lagi, tapi setelah kita kelarin tontonan kita dulu ya, kan adek juga yang ngajak, kenapa justru sekarang adek malah fokus sama dunia adek sendiri?, enggak baik loh sayang begitu"

"Ihhh tapi kak, itu udah tinggal dikit lagi menuju kemenangan, plisss lahhh ahh" kesal Lisa menggaruk garuk kepalanya frustasi

"Adek, apa yang di bilang ka Nini bener sayang, kita kelarin tontonannya dulu ya, baru habis itu adek lanjut lagi" ucap Hye Kyo memeberi Lisa pengertian

"Tapi kalau entar main lagi, belum tentu adek mainnya kaya tadi Mommy. Ka Nini, sini ponselnya, Daddy, ambil ponselnya di ka Nini, pleasssss" kesal Lisa, tapi Minho tidak bisa, Jennie itu keras kepala, dan lagi pula Minho juga setuju akan apa yang Jennie lakukan


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Si BungsuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang