"Jelasin sekarang!,Papa apain Kyo sampai nangis kaya tadi,pasti ada hal yang besar,makanya adek sampai sampai laporin ke aku!"cecar Minho,saat Hye Kyo telah datang,dan bergabung bersama keduanya
"Jangan pake nada tinggi,kebiasaan kalau emosi enggak bisa di kontrol"marah Hye Kyo pada Minho
"Aku cuman enggak suka kalau kamu di giniin sayang,papa udah keterlaluan sampai kamu nangis kaya tadi"
"Enggak sayang.Kamu dengerin papa dulu,jangan langsung emosi kaya gini,aku enggak suka"
Minho menghela nafasnya lemah,Hye Kyo memang paling bisa menenangkan seorang Lee Minho"okay,papa,tolong jelasin ke Minho,papa lakuin apa sampai Kyo nangis?"tanya Minho,dengan nada yang sudah kembali normal,tanpa adanya emosi
"Papa enggak bilang yang macam macam,cuman-"
"Ia,enggak macam macam tu apa?"
"Jangan suka motong pembicaraan orang!"Minho menjadi gelagapan sendiri,apalagi melihat tatapan tajam sang Istri
"Maaf sayang,habisnya papa sih"
"Kok salah papa,kamu yang salah,papa belum selesai bicara,kamu udah nyerocos"kesal Papa Lee,menatap Minho jengkel
"Ini mau di jelasin apa enggak sih?,dari tadi ada aja kendalanya"
"Iyaa mau sayang"Papa Lee membuang nafasnya lemah,apalagi melihat tingkah putranya itu
"Jadi,tujuan papa kesini karna papa mau ngasih restu ke Hye Kyo secara langsung,selama ini papa enggak pernah bicara secara langsung kan,jadi karna kamu juga di sini,papa mau bilang,kalau papa restuin kalian berdua,maaf kalau restunya terlambat,padahal anak udah empat,mana udah pada gede"ucap Papa Lee sedikit terkekeh,tapi wajahnya tidak dapat berbohong,kalau dirinya menyesal karna tidak dari dulu memberikan restunya
Minho terdiam,matanya berkaca-kaca"Papa"lirih nya.Tuan Lee mendekati putranya,lalu menepuk nepuk pundak sang putra
"Maaf ya,Papa harap ini belum terlambat"Minho menggelengkan kepalanya cepat
"Enggak kok,makasih Pa.Kita berdua udah enggak perlu nangis diam diam cuman karna kepikiran restu dari papa"Hye Kyo menggenggam tangan Minho erat.Keduanya memang sering berbagi cerita dan pikiran,terkadang Minho juga menangis saat melihat istrinya menangis,mengingat dirinya tidak mendapati restu Papanya
Tanpa mereka sadar,ketiga putrinya yaitu Jisoo,Jennie dan Rosè mendengar semuanya.Mereka baru tau sekarang,jikalau kedua orang tuanya tidak mendapati restu"jahat enggak sih kita,karna enggak nyadar selama ni.Pantas aja Mommy enggak pernah betah kalau ke rumah besar keluarga Lee"lirih Jisoo.Sebagai yang tertua,dia kecewa karna tidak tau apapun tentang orang tuanya
"Mommy,Daddy"keduanya menoleh,dan mendapati ketiganya berdiri terpaku di sana.Minho dan Hye Kyo saling berpandang,lalu membuang nafasnya lemah
Hye Kyo tersenyum"Sini sayang"ketiganya berjalan lalu duduk di tengah,di apiti oleh Minho dan Hye Kyo
"Jadi,selama ini Grandpa enggak ngerestuin Mommy sama Daddy?"tanya Jisoo lirih
Mendapati anggukan,ketiganya merasa begitu kecewa,bukan hanga kecewa terhadap sang kakek,tetapi juga kepada diri sendiri yang tidak peka akan situasi keluarga mereka"pantesan Mommy selalu nangis kalau udah pulang dari rumah besar"Hye Kyo terdiam
"Bilangnya karna kangen Grandpa sama Grandma,taunya nangis karna lain"lirih Jisoo
"Maaf Mommy,kaka enggak peka"lirih Jisoo yang air matanya terjatuh begitu saja.Hye Kyo tersenyum manis
"Kenapa nangis,hmm?,enggak biasanya kaka nangis,apalagi di depan Mommy,Daddy sama adek kamu,ada Grandpa juga lagi"Jisoo memeluk Hye Kyo
"Pasti selama ini tersiksa ya Mom?,maafin Kaka yang enggak tau apa pun"Hye Kyo balas memeluk Jisoo,tak kalah erat
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Bungsu
FanfictionLisa ia adalah anak bungsu di keluarganya,di umur yang sudah 13th,Lisa masih menyusu pada sang ibu
