Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, Lisa beserta Irene dan Lim berada di dalam satu mobil,sedangkan ketiga saudarinya berada di mobil yang lain. Kini mereka akan melakukan perjalanan menuju kebun binatang. Rencana awalnya mereka akan bermain di playgroun, tapi si bungsu berubah pikiran, dan meminta untuk pergi ke kebun binatang
"Serunya, adek senang deh mama Irene sama Papa L mau ajak adek jalan, terus yang bikin adek lebih senang, kaka pada ikut" ceria Lisa dengan terus memancarkan senyumnya
Lim dan Irene tersenyum mendengarnya
"bahagia banget, hm!"Irene terkekeh sembari merapikan rambut Lisa
"Banget. mama Irene, Mommy ada nelfon enggak tadi pas adek masih di sekolah?"
"Nelfon sayang, katanya besok mereka pulang" mendengarnya, Lisa menjadi lebih bersemangat
"Beneran?, yes! " Lim dan Irene semakin tersenyum lucu melihat respon yang Lisa berikan
🤍
"Kaka ayo sini, kita kasih makan kelinci kelincinya!" ketiga saudari yang mendengar panggilan si bungsu, langsung menuruti keinginannya. Hari ini ketiganya akan pasrah untuk mengikuti kemauan sang bungsu
"Hiii muka binatangnya lucu, papa L,lihat deh macannya mirip kaka Nini" Jennie yang mendengarnya hanya mampu mengelus dadanya, sedangkan yang lainnya tertawa lucu
"Iya kan dek, Oje juga mikir gitu, macannya tuh emang mirip banget kaya ka Nini" Jennie langsung menatap Rosè dengan tatapan tajamnya
"Tuhh kan, baru di kasih tau udah langsung di kasih contoh" mereka kembali tertawa mendengar celetukan Rosè. Jennie ?,dia sendiri hanya bisa pasrah
🤍
Pukul delapan malam, mereka semua kembali ke rumah. Tadi setelah kembali dari kebun binatang , Lisa meminta mereka bermain ke pantai terlebih dahulu, lalu mengajak mereka mengunjungi pasar malam. Setelah si bungsu puas dengan keinginannya, pukul setengah delapan baru mereka melangsungkan makan malam.
"Udah nyenyak anaknya? " Irene menganguk dan tersenyum pada Jisoo
"Kecapean dia, beterainya udah habis" Jisoo terkekeh
"Ka Lim mana? " Jisoo memandangi ke sekeliling ruangan kamar Irene
"Udah kaka nyuruh pulang istirahat, soalnya besok dia mau keluar kota buat pemotretan" Jisoo mengangguk paham
"Soya tidur di sini aja deh, enggak papa kan kak?"
"Boleh ,tidur aja. Nini sama Oje mana?"
"Udah tidur berdua di kamar Nini"
"Adek kalau anteng begini enak banget pandanginnya" celetuk Jisoo sambil menguyel uyel pipi tembem Lisa
Irene terkekeh"emangnya kalau sadar kenapa? "
"Susah di jelasin ka, ribet banget anaknya. Kita tuh di mata adek serba salah tau kak, aku sampai angkat tangan buat ngurus adek sendiri, soalnya banyak maunya kak, dan aku belum paham buat ngertiin maunya adek. Tapi aku salut sih sama ka Irene yang bisa tau kemauan adek " Jisoo menatap Irene bangga
"Mungkin karna kaka udah biasa sama adek ,soalnya pas Mommy lagi sibuk adek di titipin ke kaka buat ngurus, jadi kaya adek tuh lebih ke anak pertama kaka " Jisoo terkekeh
"Hm,Mommy" Jisoo langsung menepuk nepuk punggung Lisa pelan
Lisa semakin merapatkan dirinya dalam pelukan Jisoo "mungkin adek ngira kamu Mommy" Irene tersenyum memandangi keduanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Bungsu
FanfictionLisa ia adalah anak bungsu di keluarganya,di umur yang sudah 13th,Lisa masih menyusu pada sang ibu
