"Pagi Tante...."
"Pagi juga Nak Rio..."
"Pagi Rafa..."
"O'..!!"
"Judes amat."
Sepertinya Rafa tak mau ambil pusing dengan ucapan Rio , dia tetap saja menyantap nasi goreng dihadapannya.
"Makan dulu Nak Rio...."
"Oke tante... Tante wajahnya seger banget... "
"Ah masa sih? tante gak pake perawatan apa apa lho tadi... "
"Tapi seger kok tante... Cantik banget." rayu Rio.
Sepertinya Rafa sedikit geli mendengar rayuan maut Rio yang dilontarkan ke mamanya. Hingga Rafa hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Mama... Rafa berangkat dulu ya.. Takut kesiangan."
"Cepet banget ?? Yaudh hati hati ya dijalan..."
Seperti biasa.. Rafa selalu mengandalkan angkutan umum untuk berangkat dan pulang sekolah.. Rafa juga bingung , kenapa dia berangkat sekolah tapi Rio tidak berangkat. Apa dia tidak takut kesiangan, apa karena dia membawa motor jadi santai. Dia tidak mau terlalu jauh memperdulikannya. Sampai didepan gerbang sekolah, selalu saja dia menjadi beberapa perhatian siswi siswi centil yang 'mejeng' didepan pos...
Banyak adik kelas yang sebenarnya menyukai Rafa, hanya saja Rafa terlalu menutup diri dan tidak peduli dengan pandangan orang lain. Alhasil , beberapa orang yang menyukainya tidak ia gubris. Tapi belum sampai dikelas, Rafa telah dihadang seseorang. Seseorang yang sangat ia kenal, dan sangat ia benci. Dicky.
"Mau apa sih lo?? "
Kesinisan Rafa tak dihiraukan oleh Dicky, justru tiba tiba Dicky menarik tangan Rafa ke dalam kamar mandi sekolah khusus pria. Toilet ini masih sepi karena belum banyak siswa yang datang.
"Apa mau lo? "
"Gua mau ngomong sama lo! Tolong dengerin gua!! Gua ga sejahat yang lo pikir!! "
"Hahahaha... Lo ngelawak? Jelas lo udah nyakitin gua! lo undang gua ke tempat karaoke cuman pamer kalo lo selingkuhan Ega kan? Lo sukses bikin gua sakit hati!!!!"
"Bukan... Bukan begitu..."
"Udahlah!!! Sekali lagi lo masih tampakin wajah lo dihadapan gua, gua gak segan-segan kasarin lo lebih dari gua kasarin Ega kemarin!!!"
Rafa pun keluar dari toilet khusus siswa , walau wajahnya tetap stabil tapi dihatinya dia merasa sakit.
Sesak itu muncul lagi setelah Dicky hadir dihadapannya , Bayangan Dicky dan Ega terngiang diotak Rafa. Pengkhianatan yang sukses membuat hati Rafa cidera dan perlu proses untuk menyembuhkannya.
Bel masuk sekolah sudah berbunyi. Jam pelajaran pertama kelas IPA A adalah Matematika. Pelajaran yang tepat jika diletakkan di awal , karena murid masih semangat untuk belajar. Begitu juga dengan Rafa dan Jaka , mereka berdua sangat kompak jika mengenai soal pelajaran. Mereka saling melengkapi dan memberitahu jika diantara mereka ada yang masih belum mengerti.
* * *
Jam 13 :30
Tiba waktunya bel pulang sekolah. Seperti biasa , semua murid berhamburan keluar kelas dan pintu gerbang sekolah terlihat sangat padat dilewati para murid. Begitu juga dengan Rafa dan Jaka, yang tampak jalan bersama sama menuju gerbang sekolah.
"Raf... Nanti gua kerumah lu ya.."
"Mau ngapain??"
"Yaa, kemaren kan soal bahasa indonesia gua masih banyak yang belum ngerti, terus gua juga belum ngerjain tugas kimia.. Kalo dirumah gua bete gada yang ajak bercanda... Hehehe kalo ada lo kan lumayan bisa nanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You, Idiot!
Jugendliteratur*Another Gay Themed Story (Repost) *Original Writer : @Wahyu_Andang *Don't like don't read! LGBT Haters GO AWAY!
