Adalah aku,
Yang dulu pernah sendiri
Hingga kau menghampiri
membawa sejuta cerita dan harapan
untuk aku yang masih terlalu dini
Adalah aku,
yang pernah berdiri disisimu
menggantikan dirinya saat tak ada
meski aku tak pernah tai
ternyata ada dia sebelum aku
Adalah aku
yang masih tetap mencintamu
meski telah nyata semua berkata kebenarannya
dan kebenaran itu telah nyata ada dihadapku
namun aku masih tetap bertahan
Adalah aku,
yang masih berdiri disampingmu
masih selalu ada saat ia tak ada
masih selalu cinta meski kau tak membalas
dan meski tak pernah kau anggap
Adalah aku,
yang begitu hancur dan terluka
saat kenyataan yang harus aku terima
bahwa tak akan pernah kau meimihku
karena dia yang hadir di hidupmu lebih dulu
Namun,
Adalah aku yang memahami bahwa luka ini tak seberapa
bahwa dia yang jauh lebih merasa sakit karena terkhianati
dan aku bisa merasakannya
karena aku dan dia seorang wanita yang memiliki rasa yang sama
mencintaimu
Adalah aku,
yang berusaha bangkit dari keterpurukan
bangkit dari kelamnya rasa sakit yang melanda
dan dari semua pikiran bahwa duaniaku telah runtuh
Dan aku masih sendiri
menjaga hati yang terluka ini
agar tak lagi ada yang menyentuh luka itu
menabur garam diatasnya
menjadikannya semakin sakit hingga tak pernah tersembuhkan
Namun aku,
tak pernah menutup diriku
untuk dia yang ingin menyembuhkan luka
untuk dia yang ingin mengisi hati yang hampa
untuk dia yang ingin meraih tanganku
untuk bisa bangkit dan berdiri
dan untuk menatap masa depan terbaik bersam

YOU ARE READING
Goresan Tinta
PoetryGoresan pena kini tak bermakna, hanya tarian jari diatas tuts berwarna hitam dapat mewakilinya. sama, diatas sembuah bidang putih ia tertuang. Entahlah, hanya sebuah ungkapan hati agar tak menjadi beban.