Oktober 2013
Sudah dua tahun Ashley dan Theo menjalani hidup mereka sebagai sepasang suami istri.
Sampai saat ini, bahkan tiada pertengkaran yang berarti dalam hidup mereka berdua. Ashley memiliki kepribadian yang sudah Theo kenal, dan Theo pun sama.
Pagi ini Ashley masih berkutat dengan selimutnya. Cahaya matahari yang masuk lewat kaca jendela yang terbuka tak membuatnya membuka mata sama sekali. Cahaya matahari malah membuat tubuh Ashley semakin tenggelam dalam selimut tebalnya itu.
Sementara di dapur, Theo sedang memasak sarapan untuk mereka berdua. Ia dan Ashley. Sebelum menikahi Ashley, Theo sudah tahu bahwa Ashley tak paham sama sekali soal hal masak memasak. Jadilah Theo yang setiap hari selalu menyiapkan sarapan untuk Ashley dan dirinya sendiri tentunya.
"Sayang.. Ashley.. Ashley.." Panggil Theo keras agar suaranya terdengar sampai lantai atas, tempat kamarnya berada.
Tak ada suara balasan dari atas, Theo memutuskan untuk membangunkan Ashley dengan menghampirinya.
Sampai di kamar, suasana benar-benar berantakkan akibat pertengkaran semalam yang kini sudah selesai? Mungkin.
Theo berjalan ke arah Ashley, Ia membelai lembut sebentar rambut Ashley. "Ashley, cepat bangun." Suara yang diucapkan pun tak kalah lembut dari sentuhannya.
Merasa ada yang berbicara, Ashley membuka kedua matanya. Ia melihat Theo yang duduk di pinggiran ranjang dengan pandangan meneduhkannya yang membuat Ashley ingin sekali memeluk Theo, tapi Ia teringat pertengkarannya dengan Theo semalam.
Ashley memiringkan tubuhnya menjauh agar tidak melihat Theo, sebagai pengungkapan perasaan marah kepada Theo semalam.
"Apa kau masih marah soal yang semalam?" Tanya Theo dengan suaranya yang paling lembut agar tidak menyakiti Ashley.
"..."
Tak ada jawaban dari Ashley, membuat Theo sadar kalau Ashley benar-benar marah padanya. "Kau tidak mau bangun? Bukankah hari ini adalah hari pertamamu bekerja?"
Ashley kaget mendengar perkataan Theo. Apa benar Theo memberbolehkannya untuk bekerja? Ia menatap Theo dengan pandangan marahnya, tetapi hal itu justru membuat Theo tertawa senang melihatnya.
"Apa anak kucing ini sedang marah padaku, huh?" Canda Theo.
"Theo, apa maksudmu?" Ashley tambah marah mendengar omongan Theo. Tapi kemudian Ia teringat perkataan Theo soal hari pertamanya bekerja. "Apa kau membolehkanku bekerja?"
"Hmm.."
"Hmm apa?" Tanya Ashley dengan sedikit nada menggoda.
Sejenak Theo tak mengeluarkan suara apapun tapi dirasa sulit jika harus mengabaikan Ashley. "Ya."
Ashley begitu senang sampai Ia memeluk suaminya itu dengan sangat erat.
Theo tersenyum ketika melihat istrinya memeluknya bahagia seperti itu. Sekarang Theo hanya bisa berdoa supaya keputusannya ini benar.
"Hanya memelukku? Aku jadi ingin berubah pikiran." Ucap Theo. "Aku mau yang ini..." Theo mengecup bibir Ashley singkat.
"Ohhh, jadi suamiku perhitungan." Ashley balas mengecup singkat bibir Theo dengan tiba-tiba.
'Cup'
*MLI*
Ashley duduk manis melihat kelihaian suaminya dalam hal memasak. "Perlu aku bantu Chef?" Ashley mulai bergerak dari tempat duduknya. Ia kini berada tepat di sebelah Theo, melihatnya dengan pandangan memuja.

KAMU SEDANG MEMBACA
Between Love And Together
RomanceSinopsis Menjalani dua tahun pernikahan yang begitu diimpikan oleh banyak wanita lain merupakan suatu anugrah yang Tuhan berikan padaku memang. Seseorang yang selama ini selalu menjadi pria ku tunggu (Theo) untuk mencintaiku, akhirnya mencintaiku de...