Yona , Naomi dan Lidya kembali ke ruang utama , sesampainya di sana
"Ada apa cha?" tanya tanya Yona
"Pak presiden menghubungi kita , kayaknya penting , makanya aku manggil kamu" jawab Acha
"Baiklah , sambungkan ke layar utama" kata Yona lagi , wajah Presiden pun muncul di layar utama berukuran 42 in
"Ada apa pak?" tanya Yona
"Halo , syukurlah kau selamat dari pertempuran tadi siang. Ya , langsung saja ke inti nya , sepertinya yang kamu ketahui intensitas penyerangan dari Black Army belakangan ini semakin meningkat , dan baru saja intel kami mendapat info kalau Black Army memiliki markas di hutan sekitar Bandung , kami belum tahu detail pertahanan markas itu tapi kita harus melumpuhkan markas itu untuk menghentikan serangan mereka. Dan karena mereka berada di sekitar Bandung , aku rasa kamu harus meminta bantuan nya" jelas pak presiden
"Jadi , anda menginginkan kami menyerang markas itu?" tanya Yona
"Ya , bersiaplah , besok pagi kalian akan berangkat dari gedung presiden , akan ada truk yang mengantar kalian sampai ke depan hutan itu , setelah itu kalian harus berjalan kaki. Tapi tujuan pertama kalian adalah mencapai markas persembunyian Special Army di sekitar sana" jawab presiden
"Apakah dia sudah tahu tentang rencana ini?" tanya Yona lagi
"Tentu saja , dia akan membantumu dalam melakukan penyerangan , dia mungkin memiliki beberapa info yang lebih detail tentang markas musuh , jadi prioritas pertama kalian adalah mencapai markas nya" kata Presiden lagi
"hmmm , baiklah , aku mengerti" kata Yona patuh
"oh ya , untuk pemberangkatan akan di bagi 2 kelompok , berjalan kaki dalam jumlah besar akan menarik perhatian musuh. Yona , bawa 3 orang bersama mu besok , sedangkan sisanya akan di berangkatkan lusa" perintah Presiden
"Baiklah" jawab Yona. Komunikasi terputus.
"Kalian mungkin sudah mendengar perintah presiden tadi , kalau begitu sekarang semua berkumpul di ruang rapat" perintah Yona. Naomi , Lidya , Acha , Della , Sisil , Saktia , Yuvi dan juga Hanna berkumpul di ruang rapat , Yona memimpin rapat itu.
"Baiklah , sesuai perintah presiden , kita akan terbagi dalam 2 kelompok untuk keberangkatan ke markas Special Army di Bandung. Kelompok 1 akan berangkat besok , anggotanya adalah aku , Lidya , Naomi , dan ......." Kata-kata Yona terhenti , dia melihat ke arah Hanna
"Hanna, gimana keadaanmu?" tanya Yona
"Sudah membaik , aku bisa berangkat kapanpun" kata Hanna meyakinkan Yona. Yona menarik nafas panjang lalu menghembuskannya
"Baiklah , yang keempat adalah Hanna , itu anggota kelompok pertama. Sisanya masuk ke kelompok ke 2" kata Yona lagi
"Emm Yon , maaf , ada hal yang ingin aku tanyakan , tadi saat pembicaraan dengan presiden , kau menyebut kata 'dia' , siapa maksudmu ??" tanya Naomi
"Oh tentang itu , yang ku maksud adalah orang yang memimpin markas Special Army di Bandung" jawab Yona
"Maksudmu orang itu? Si Pemanah Bayangan?" tanya Lidya penasaran
"Ya , kau benar , dialah orangnya , Sang Srikandi" jawab Yona. Rapat selesai , mereka semua pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi mereka akan melakukan perjalanan yang panjang. Di tengah perjalanan menuju ke kamar

KAMU SEDANG MEMBACA
Black Invasion
Fiksi PenggemarTitle : Black Invasion Genre : Mystery , Action , Fantasy Story by : Samuel ( @Timotius_Samuel ) Ini merupakan kisah fiktif