SHE OR ME

420 16 1
                                    

Hei aku Emilly Ardesthya. Part ini akulah peran utamanya dan aku akan memperlihatkan permainan ku kepada mereka yang tidak mempunyai otak.

Lihat saja cara bermain ku nanti, My Baby Doll..

.
.
.
.
.
.

Hari ini hari weekend, jadwalnya aku berkencan dengan pacarku Ajis. Pria kulit sawo matang, tinggi, sixpack, dan mempunyai mata yang berwarna coklat. Idamanku sekali.

Aku bergegas untuk merapihkan penampilanku dan sekarang aku sudah terlihat jangan mempesona. Tak lama aku menunggu Ajis sudah menjemputku menggunakan motor besarnya.

"Hai sayang, sudah siap?" Tanya Ajis.

"Tentu sayang"

Ya wekeend kali ini kita hanya pergi ke cafe biasa kita nongkrong.
Aroma khas coffee dan roti yang baru matang sangat menyengat disini dan membuat perutku terasa lapar.

"Kau mau apa sayang?" Tanya Ajis sambil melihat daftar menu.

"Aku mau seperti biasa aja"

"Oke akan aku pesankan"

Tak lama pesanan kami pun datang.
Hmm yummy... aku langsung melahap roti coklatku. Entah mengapa orang yang di hadapan ku ini tertawa.

"Ada apa si kamu, kok ketawain aku"

"Itu tuh ada coklat dibibirmu" ucap Ajis sambil membersihkan sisa coklat dibibirku. Sungguh malu aku dibuatnya.

"Ih modus"

"Biarin, modus sama pacar sendiri ini" Abis mengecup keningku.

Sudah selesai dengan makanan ku, kami pun bergegas untuk pulang.

"Makasih buat hari ini ya sayang" ucapku sambil mengecup pipinya.

"Sama-sama sayang, aku sayang kamu Emilly" Ajis mengecup keningku.

"Aku juga sayang kamu Jis"

Aku memeluknya erat, seakan-akan tidak akan melepaskan nya. Entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang berbeda kali ini.

"Sudah sayang, aku tidak akan kemana-mana kok" ucapan Ajis membuyarkan lamunanku.

"Aaaa... jangan pulang" ucapku manja.

"Nanti aku kesini lagi sayang" kali ini Ajis mengecup bibir ku manja, membuatku merasakan nyaman nya didekapnya.

Ah manusia ini, memang tak salah aku memilihnya.

"Yaudah jangan lama-lama ya" ucapku dengan manja.

"Iya sayang" Ajis mengecup keningku kembali.

Aku melambaikan tangan saat kekasihku berjalan semakin jauh dan jauh dan kini sudah tak tampak punggungnya.

Pada saat aku ingin memasuki rumahku, dering telfonku berbunyi.

Ah dari Dee, tumben banget dia telfon ada apa ya.

"Hallo Dee, ada apa?"

...

"Gue dirumah, kenapa?"

...

"Serius lo?"

...

"Lu liat dimana?"

...

"Oke gue kesana, tungguin gue!"

You're My Baby DollTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang