"Park Jaena gadis yang kucintai. Gadis pertama yang menyentuh hatiku. Dia meninggalkanku." Dadaku sesak. Kyuhyun bilang Jaena gadis pertamanya. Dan aku berarti gadis lainnya?
"Tapi ternyata dia meninggalkan karena satu hal. Menjalani perawatan medis untuk penyakitnya yang tidak sempat aku ketahui. Aku bertemu dengannya dua minggu yang lalu di Paris. Jaena telah sembuh. Dan aku menyadari bahwa aku masih mencintainya. Rasa untuknya tak pernah hilang."
Kali ini aku beku ditempat. Selama ini aku hanya pengganti sementara. Hatinya tak pernah kosong. Berarti aku hanya sempat menghiasi hatinya. Bukan memenuhi segala relung hatinya. Aku tetap orang lain baginya. Aku tak berarti.
"Aku mencintainya Hyeri. Maaf. Aku akan kembali bersamanya. Dan kita akan berakhir." Kalimat ini kudengar sebagai penegasan bahwa kyuhyun memilihnya kembali.
"Kyu...kau tak menanyakan bagaimana perasaanku?" ucapku kelu menatap perih suami yang kucintai.
"Aku... aku tau kau mencintaiku. Tapi maaf, aku tak bisa mencintaimu layaknya kau memberikan cintamu untukku. Cintaku miliknya." Kyuhyun mendengus pelan dan aku, hatiku membuncah emosi.
"Kyuhyun kau tau aku mencintaimu. Kau tak bisa begini terhadapku. Aku istrimu. Aku lebih berhak atas dirimu. Bukan gadis itu. Dia meninggalkanmu cho! Aku tak mau dia merubutmu dariku" ucapku histeris tak terkendali. Aku telah dikuasai emosi.
"Lee Hyeri!" Kyuhyun membentakku. "Dia tidak merebutku. Dialah yang pertama memiliki hatiku bukan kau." Aku berjengit kaget. Kyuhyun berani membentakku. Aku tak pernah melihat kilatan marah di matanya. Kali ini aku melihatnya. Bukan karena dia cemburu karena aku berada di dekat lelaki lain. Tapi karena dia tidak terima, gadisnya aku pojokkan.
"Kyu...kau membentakku? Huh aku tidak percaya ini. Aku tidak percaya. Ini bohong. Kau tidak akan meninggalkanku. Kau berjanji Cho." Lagi lagi aku teriak tersendu di hadapan kyuhyun.
"Maaf hyeri-ah. Mianhae. Besok berkas perceraian kita akan selesai. Aku harap kau menandatanganinya." Kyuhyun berujar dengan muka bersalah. Tapi dia menginginkan akhir cerita ini.
Aku terisak. Aku tersendu. Aku terluka. Aku tertipu. Aku tertawa layak orang gila. Histeris di gelap malam. Jangkrik ikut menertawakanku.
Mataku merah. Mataku lelah. Semalaman aku menangis terisak-isak.
Aku tampak bodoh. Aku becermin. Ini bukan diriku yang ceria seperti Cho Hyeri. Sosok di depanku tampak rapuh dengan wajah pucat. Sosok itu adalah sosok lain Cho Hyeri.
Dalam semalam berubah begitu menyedihkan. Efek semua kegamblangan yang kyuhyun ungkapkan. Aku tak bersemangat turun menghampiri meja makan. Berusaha mengembalikan gula darahku yang rendah. Sejak menyaksikan berita itu, tak satu pun makanan melewati kerongkonganku.
Kyuhyun duduk tenang memotong roti bakar. Aku menatap kyuhyun. Bukan tatapan sayang yang tiap pagi aku lihatkan. Kali ini tatapan berbeda. Tatapan memohon tatapan terluka.
"Tanda tangani. Dan kita berakhir. Rumah ini milikmu. Anggap sebagai tanda maafku." Tatapanku mengabur karena air mataku mulai menggenangi.
Aku menggigit bibirku. Perih. Kyuhyun tidak becanda. Semua benar. Aku tetap orang lain baginya. Bukan gadis spesial yang memiliki hatinya.
"Kau benar serius ingin mengakhiri ini Kyu?" tanyaku serak tertahan.
"Ya"
"Bolehkan aku mempertahankanmu??" kali ini suaraku terdengar lirih.
"Ani... karena pada akhirnya kita akan berakhir. Pada akhirnya aku tetap mencintai Jaena."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love drown me into a deeply hurt
FanfictionKisah menyakitkan hyeri tentang percintaan dan rumah tangganya bersama seorang cho kyuhyun. kisah yang hyeri rajut tanpa mengetahui dia bukanlah wanita penuh menguasai hati kyuhyun. namja itu masih berada dibayangan wanita pertamanya.
